BTN (BBTN) Kucurkan Rp 1,5 Triliun ke Pindad untuk Produksi Maung MV3
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyalurkan fasilitas pembiayaan senilai Rp 1,5 triliun kepada PT Pindad untuk mendukung pelaksanaan berbagai proyek strategis nasional di sektor pertahanan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, dukungan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung penguatan industri pertahanan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Menurut dia, penguatan industri pertahanan dalam negeri menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan nasional.
Baca juga: Ini Alasan SMBC Indonesia Alihkan Kredit Pensiunan ke BTN
Ilustrasi kredit, kredit perbankan.
Pemerintah juga menempatkan sektor pertahanan sebagai salah satu prioritas nasional yang tercermin dari alokasi anggaran pertahanan dalam APBN 2026 yang telah mencapai lebih dari Rp 180 triliun.
"Kami berharap dengan dukungan BTN ini akan meningkatkan kapasitas produksi Pindad yang tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, serta menyerap ribuan tenaga kerja nasional," ujar Nixon dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).
Fasilitas kedit dan non-kredit
Untuk mendukung berbagai proyek strategis yang dijalankan Pindad, BTN menyediakan fasilitas Corporate Loan Facility dengan total nilai Rp 1,5 triliun.
Fasilitas tersebut terdiri atas Cash Loan atau Kredit Modal Kerja (KMK) Kontraktor sebesar Rp 125 miliar. Selain itu, terdapat fasilitas Non-Cash Loan berupa Bank Garansi, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), dan Letter of Credit (LC) dengan sub-limit Trust Receipt sebesar Rp 1,375 triliun.
Baca juga: BTN (BBTN) Garap Segmen Payroll dan Pensiunan lewat Akuisisi Kredit SMBC Indonesia
Kehadiran Maung MV3 Garuda Limousine dalam kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Cebu, Filipina, untuk menghadiri KTT ASEAN ke-48 menuai perhatian diaspora Indonesia yang tinggal di sana.
Nixon menjelaskan, pembiayaan tersebut diberikan guna memastikan kelancaran pelaksanaan proyek-proyek strategis Pindad yang berasal dari kementerian dan lembaga negara, baik yang didanai melalui APBN murni maupun APBN yang bersumber dari skema pinjaman dalam negeri dan luar negeri.
Pada tahap awal, pendanaan akan difokuskan untuk mendukung sejumlah program unggulan nasional yang dijalankan Pindad.
Program tersebut mencakup produksi kendaraan operasional Maung MV3 yang kini digunakan sebagai kendaraan dinas pejabat negara, produksi berbagai jenis amunisi guna mendukung kesiapan pertahanan nasional, serta produksi kendaraan Water Canon untuk kebutuhan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pindad selama ini memegang peran penting dalam ekosistem industri pertahanan nasional melalui produksi kendaraan taktis, kendaraan tempur, munisi, senjata, hingga berbagai peralatan khusus yang digunakan oleh TNI dan Polri.
Baca juga: BTN Akuisisi Kredit SMBC Indonesia buat Perluas Layanan Nasabah Pensiunan
Bagian dari strategi beyond mortgage BTN
BTN menyebut kerja sama dengan Pindad menjadi bagian dari transformasi bisnis berkelanjutan yang dijalankan perseroan melalui strategi Beyond Mortgage.
Sebagai bank yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain utama di segmen pembiayaan perumahan, BTN kini memperluas perannya ke berbagai sektor strategis yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Melalui strategi tersebut, BTN tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan rakyat, tetapi juga mulai memperkuat dukungan pembiayaan bagi sektor-sektor yang dinilai memiliki dampak strategis terhadap perekonomian nasional.
Nixon menilai sektor perbankan memiliki peran penting dalam memastikan proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan sesuai target.
Baca juga: BTN (BBTN) Lelang 10.000 Rumah di Bawah Harga Pasar
"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang jauh lebih luas antara BTN dan Pindad di masa mendatang. Kami juga siap untuk terus menjadi mitra keuangan strategis bagi Pindad dalam mendukung ekspansi bisnis, penguatan industri pertahanan nasional, serta berbagai proyek strategis lainnya yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Nixon.
Mobil Pindad Maung MV3 Garuda Limousine dipakai Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat pelantikan, Minggu (20/10/2024).
Pindad: pembiayaan perkuat kapasitas produksi
Direktur Utama Pindad Sigit Puji Santosa menyambut positif dukungan pembiayaan dari BTN.
Menurut dia, fasilitas tersebut akan memperkuat kapasitas produksi perusahaan dalam memenuhi berbagai kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.
“Kami mengapresiasi kepercayaan BTN kepada Pindad melalui fasilitas pembiayaan ini. Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional, mulai dari produksi kendaraan operasional Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara,” ujar Sigit.
Baca juga: SMBC Indonesia (BTPN) Lepas Bisnis Kredit Pensiun Rp 19,9 Triliun ke BTN (BBTN)
Ia menambahkan, sinergi antara industri pertahanan dan sektor perbankan nasional menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kemandirian industri strategis Indonesia.
Menurut Sigit, dukungan pembiayaan dari sektor keuangan juga dapat membantu meningkatkan daya saing produk-produk dalam negeri, termasuk di pasar global.
“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penguatan industri pertahanan membutuhkan dukungan lintas sektor. Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad dan mempercepat terciptanya ekosistem industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan,” tutur Sigit.
Tag: #bbtn #kucurkan #triliun #pindad #untuk #produksi #maung