Pemerintah Serap Rp 8,85 Triliun dari Lelang SBSN, Penawaran Masuk Rp 26 Triliun
ilustrasi investasi(freepik)
12:56
3 Juni 2026

Pemerintah Serap Rp 8,85 Triliun dari Lelang SBSN, Penawaran Masuk Rp 26 Triliun

Pemerintah menyerap dana Rp 8,85 triliun dari lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN pada 2 Juni 2026.

SBSN juga dikenal sebagai sukuk negara.

Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko atau DJPPR Kementerian Keuangan mencatat total penawaran masuk pada lelang kali ini mencapai Rp 26,05 triliun.

Serapan terbesar berasal dari seri SPNS01032027 yang merupakan penerbitan baru.

Pemerintah memenangkan Rp 4 triliun dari seri tersebut. Total penawaran masuk untuk SPNS01032027 mencapai Rp 5,34 triliun.

Imbal hasil atau yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,68000 persen. Seri ini jatuh tempo pada 1 Maret 2027.

Baca juga: Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel Sama-sama Menguntungkan, Apa Bedanya?

Serapan terbesar berikutnya berasal dari seri SPNS23112026 yang merupakan pembukaan kembali. Pemerintah memenangkan Rp 2,55 triliun dari seri tersebut.

Total penawaran masuk untuk SPNS23112026 mencapai Rp 2,71 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,40000 persen. Seri ini jatuh tempo pada 23 November 2026.

Seri SPNS13072026 yang juga merupakan pembukaan kembali dimenangkan sebesar Rp 1 triliun.

Total penawaran masuk untuk seri tersebut mencapai Rp 2,1 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,20000 persen. Seri ini jatuh tempo pada 13 Juli 2026.

Baca juga: Sukuk Tabungan ST016 Dibuka Hingga 3 Juni 2026, Kupon 6,25 Persen per Tahun

Pemerintah juga menyerap Rp 500 miliar dari seri PBS034. Seri pembukaan kembali itu mencatat penawaran masuk Rp 2,57 triliun.

Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,84870 persen. Seri PBS034 jatuh tempo pada 15 Juni 2039.

Selanjutnya, pemerintah menyerap Rp 300 miliar dari seri PBS030. Total penawaran masuk untuk seri pembukaan kembali tersebut mencapai Rp 5,15 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,68857 persen. Seri ini jatuh tempo pada 15 Juli 2028.

Baca juga: Obligasi Korporasi Mulai Rasakan Dampak Kenaikan Yield SBN

Seri PBS040 dan PBS038 masing-masing dimenangkan sebesar Rp 200 miliar. Seri PBS040 menerima penawaran masuk Rp 2,29 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,69714 persen. Seri ini jatuh tempo pada 15 November 2030.

Sementara itu, seri PBS038 mencatat penawaran masuk Rp 3,41 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,90830 persen. Seri ini jatuh tempo pada 15 Desember 2049.

Serapan terakhir berasal dari seri PBS005. Pemerintah memenangkan Rp 100 miliar dari seri pembukaan kembali tersebut. Total penawaran masuk untuk PBS005 mencapai Rp 2,48 triliun.

Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,79546 persen. Seri ini jatuh tempo pada 15 April 2043.

Tag:  #pemerintah #serap #triliun #dari #lelang #sbsn #penawaran #masuk #triliun

KOMENTAR