IHSG Babak Belur Dihantam Aksi Jual Saham Eks-MSCI
Tekanan jual besar-besaran menghantam pasar saham Indonesia pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk 4,11 persen atau terkoreksi 254,36 poin ke level 5.941,066, setelah sempat menyentuh titik terendah harian di 5.841,996.
Sejak awal perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona merah dan tidak mampu keluar dari tekanan hingga akhir sesi.
Indeks dibuka pada posisi 6.207,102 dan sempat menyentuh area tertinggi di 6.213,801. Namun, derasnya aksi jual membuat IHSG terus melorot hingga menembus angka psikologis 6.000.
Tercatat, beberapa saham yang pernah masuk dalam indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), mengalami tekanan akibat aksi jual investor pada perdagangan Rabu ini.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi yang paling tertekan dengan anjlok 14,91 persen ke level 3.310. Sejak pembukaan perdagangan, AMMN langsung dibanjiri aksi jual hingga menyentuh angka terendah hariannya dan nyaris tidak menunjukkan perlawanan berarti hingga penutupan perdagangan.
Baca juga: Sentimen MSCI Sudah Lewat, Analis Sebut Fundamental Jadi Penentu Prospek BBCA
Hal serupa juga terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang merosot 15 persen ke 1.615. Harga saham TPIA terus bergerak menurun sepanjang sesi perdagangan sebelum akhirnya bertahan di area terendah harian.
Sementara itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga belum mampu keluar dari tekanan. Saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu tersebut ditutup melemah 7,64 persen ke area 725. Meski sempat bangkit dari level terendah 675, penguatan menjelang penutupan belum cukup untuk menghapus tekanan jual yang terjadi sejak awal perdagangan.
Saat sejumlah saham eks MSCI, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) justru menunjukkan ketahanan yang lebih baik. BREN ditutup menguat 0,97 persen ke level 4.160, setelah sempat menyentuh angka tertinggi 4.190.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berhasil tampil positif dengan kenaikan 12,20 persen ke area 690. Setelah sempat tertekan hingga 575 pada pertengahan sesi, DSSA berbalik arah dan ditutup mendekati level tertinggi intraday.
Untuk diketahui, saham-saham yang didepak dari indeks MSCI mendadak berubah dari pesakitan menjadi bintang lapangan.
Baca juga: IHSG Diproyeksi Rebound Usai Tekanan Rebalancing MSCI Mereda Awal Juni
Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), saham-saham yang keluar dari MSCI Global Standard Index, sukses menopang IHSG hingga berhasil menguat 1,11 persen di tengah aksi jual investor asing yang masih masif.
Perhatian pelaku pasar adalah saham- saham terafiliasi Prajogo Pangestu, yang bahkan kompak rebound sejak Jumat pekan lalu. Bintang utamanya BREN dan CUAN, yang dua hari perdagangan berturut-turut mentok di batas atas auto rejection (ARA). Kemarin, PT DSSA juga ikut naik panggung lantaran ARA usai terbang 25,00 persen.
Sebelumnya, MSCI resmi mengumumkan hasil index review periode Mei 2026. Dalam penyesuaian tersebut, MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes.
Keenam saham tersebut yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Saham AMRT tidak sepenuhnya keluar dari indeks MSCI karena dipindahkan ke MSCI Small Cap Indexes.
Saham AMRT juga tekanan. Pada perdagangan hari ini, saham pengelola jaringan ritel Alfamart ditutup melemah 2,17 persen atau turun 30 poin ke area 1.350.
Selain itu, MSCI juga menghapus 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Indexes. Saham tersebut meliputi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
Kemudian PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG), dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN).
MSCI menyebut seluruh perubahan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 dan efektif mulai 1 Juni 2026.