Harga Minyak Dunia Turun Usai Lebanon dan Israel Gencatan Senjata
Bendera Israel berkibar di atas Kastil Beaufort abad pertengahan, yang dikenal secara lokal sebagai Qalaat al-Shaqif atau Shaqif Arnoun, seperti yang terlihat dari daerah Marjayoun di Lebanon selatan pada 31 Mei 2026.(-)
15:24
4 Juni 2026

Harga Minyak Dunia Turun Usai Lebanon dan Israel Gencatan Senjata

- Harga minyak dunia turun setelah Israel dan Lebanon sepakat gencatan senjata, Kamis (4/6/2026)

Minyak berjangka Brent pukul 11.58 WIB  turun 0,89 persen menjadi 96,92 dollar AS (Rp 1,74 juta) per barrel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,41 persen menjadi 96,02 dollar AS (Rp 1,72) per barrel.

Dikutip dari Reuters, Israel dan Lebanon pada Rabu malam menyatakan gencatan senjata, meningkatkan kemungkinan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz.

Baca juga: Harga Emas Dunia Menguat Saat Dollar AS dan Minyak Melemah

"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada hari Rabu mengatakan bahwa kontak Teheran dengan Washington belum terputus, tetapi belum ada kemajuan dalam negosiasi, dan menambahkan bahwa kedua belah pihak sedang mempelajari teks-teks yang telah dipertukarkan," lapor Reuters.

Parlemen AS menekan pemerintah agar Presiden Donald Trump mengakhiri perang di Iran.

Mereka ingin mencegah Trump melanjutkan kampanye militernya di Timur Tengah.

Baca juga: Perang Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 2 Persen

Persediaan minyak AS turun

Meski jadi salah satu eksportir minyak terbesar dunia, persediaan crude oil AS turun.

"Persediaan minyak mentah AS turun 8 juta barel menjadi 433,7 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Mei," lapor Reuters.

Badan energi internasional (IEA) memperingatkan persediaan minyak global mencapai titik kritis.

Baca juga: Harga Minyak Naik 2 Persen Rabu Sore, Negosiasi Damai AS-Iran Lambat

Jika Selat Hormuz dibuka detik ini, pemulihan ke tahap normal berjalan lambat.

"Persediaan telah memberikan bantalan bagi pasar minyak. Namun, meskipun kita melihat dimulainya kembali aliran minyak melalui Selat Hormuz dalam waktu dekat, pemulihan akan lambat dan bertahap," jelas IEA, Selasa.

"Hal ini menunjukkan bahwa persediaan kemungkinan akan terus menipis hingga kuartal ketiga, sehingga menyisakan risiko kenaikan harga," tambahnya.

Penghentian perang

Kongres AS hari ini mengesahkan rancangan Undang-Undang untuk menghentikan kampanye militer di Iran.

Pemungutan suara selesai dengan 215 mendukung penyelesaian perang dan 208 menolak.

"Hanya Kongres yang menyatakan perang, itu adalah sesuatu yang tentu saja perlu kita lindungi," anggota Kongres AS dari Partai Republik Tom Barret dikutip dari BBC.

Baca juga: Trump Sebut Negosiasi Iran Membosankan, Harga Minyak Langsung Melonjak

Anggota kubu Demokrat, Gregory Meeks sepakat jika perang di Timur Tengah yang mahal dan merugikan mesti dihentikan.

"Saya memilih sesuai dengan hati nurani saya untuk apa yang menurut saya benar dan bersedia menerimanya," jelasnya.

Baca juga: Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen

Tag:  #harga #minyak #dunia #turun #usai #lebanon #israel #gencatan #senjata

KOMENTAR