Alfamidi Harap Koperasi Desa Merah Putih Lengkapi Kebutuhan Masyarakat
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) atau Alfamidi menyambut positif program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang tengah didorong pemerintah.
Perseroan menilai keberadaan koperasi desa dapat melengkapi kebutuhan masyarakat tanpa harus berbenturan dengan model bisnis ritel modern.
Corporate Legal and Compliance Director Alfamidi, Afid Hermeily, mengatakan setiap pelaku usaha memiliki segmentasi pasar dan model bisnis berbeda sehingga bisa tumbuh berdampingan.
“Bagi saya, seperti dengan Kopdes Merah Putih, dari perspektif dunia usaha tentunya setiap pelaku usaha itu bisa memiliki model bisnis, kemudian segmentasi, dan juga pasar yang berbeda,” ujar Afid usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan, Kamis (5/6/2026).
Baca juga: Alfamidi Tebar Dividen Rp 396,2 Miliar, Setara 50 Persen Laba Bersih 2025
Menurut Afid, keberadaan koperasi desa dan ritel modern justru berpotensi saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
“Sehingga tentunya diharapkan dapat saling melengkapi untuk kebutuhan masyarakat,” katanya.
Afid menegaskan Alfamidi pada prinsipnya mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan akses layanan bagi masyarakat.
“Dan kami tentu pada prinsipnya menghargai dan mendukung program dan kebijakan pemerintah. Dan tentu kami patuh dengan segala regulasi yang berlaku,” ucapnya.
Terkait wacana pembatasan gerai ritel modern di wilayah pedesaan, Afid menilai kebijakan tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap bisnis perseroan.
Alasannya, Alfamidi selama ini lebih banyak mengembangkan jaringan gerai di kawasan perkotaan dan wilayah penyangga kota.
“Terkait pembatasan, kita tentu tadi sampaikan bahwa segmentasi bisnis kita dan target pasar itu berbeda-beda dari setiap perusahaan. Sehingga melihat dari konsep bisnis Alfamidi yang lebih ke perkotaan, tidak sampai masuk ke wilayah-wilayah pedesaan yang jauh dari pusat kota,” jelasnya.
Baca juga: Alfamidi Targetkan Buka 200 Gerai Baru pada 2026, Siapkan Capex Rp 1,5 Triliun
Afid mengatakan potensi pembatasan gerai di desa tidak akan memengaruhi strategi ekspansi perusahaan ke depan.
“Sehingga tentunya pembatasan ini bagi kita tidak berdampak. Masalah pembatasan itu kita tetap patuh terhadap regulasi yang berlaku. Apapun itu akan dikembalikan kepada regulasi dan ketentuan di masing-masing daerah yang berbeda-beda,” tuturnya.
Sebagai informasi, Alfamidi mencatat kinerja positif sepanjang 2025.
Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp 20,64 triliun, tumbuh 3,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 19,89 triliun.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 45,01 persen menjadi Rp 792,36 miliar.
Pada 2024, laba perseroan tercatat sebesar Rp 546,41 miliar.
Hingga akhir 2025, Alfamidi mengoperasikan 2.587 gerai di berbagai wilayah Indonesia.
Jumlah tersebut terdiri dari 2.503 gerai Alfamidi, 80 gerai Alfamidi Super, dan empat gerai Midi Fresh.
Perseroan juga didukung lebih dari 30.000 karyawan.
Alfamidi memiliki 7,02 juta member yang berkontribusi hampir setengah dari total penjualan perusahaan.
Tag: #alfamidi #harap #koperasi #desa #merah #putih #lengkapi #kebutuhan #masyarakat