Laba PGE (PGEO) Kuartal I 2026 Melonjak, 3 Proyek Panas Bumi Kantongi Dana Global
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) ()
21:40
5 Juni 2026

Laba PGE (PGEO) Kuartal I 2026 Melonjak, 3 Proyek Panas Bumi Kantongi Dana Global

- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE mencatat pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 di tengah langkah perusahaan mempercepat pengembangan energi panas bumi. Sejalan dengan itu, tiga proyek strategis panas bumi milik perseroan berhasil masuk dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Capaian tersebut membuka peluang akses pendanaan internasional senilai 477,87 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,76 triliun dan menjadi penanda kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih dan tantangan ketahanan energi global, masuknya proyek-proyek perseroan ke dalam Green Book 2026 Bappenas menjadi pengakuan atas kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya.

“Kami melihat kinerja positif yang dibukukan Perseroan semakin memperkuat kepercayaan berbagai investor terhadap prospek bisnis dan pengembangan proyek-proyek PGE,” ujar Ahmad Yani dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: PGE (PGEO) Tekan Emisi dan Hemat Energi di Tengah Ekspansi Panas Bumi

“Selain membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang dapat mendukung percepatan realisasi proyek, pencapaian ini juga meningkatkan visibilitas dan daya tarik proyek-proyek Perseroan di mata calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan global,” lanjut dia.

Menurut Ahmad Yani, penguatan fundamental bisnis yang ditopang portofolio proyek yang semakin matang akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan perseroan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

Dari sisi kinerja keuangan, berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, PGE membukukan laba bersih sebesar 43,90 juta dollar AS atau sekitar Rp 713,38 miliar. Angka tersebut meningkat 40 persen dibandingkan 31,35 juta dollar AS atau sekitar Rp 509,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Panas Bumi PGE Dorong Ekonomi Sirkular dan Dekarbonisasi

Sementara itu, pendapatan perseroan mencapai 116,56 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,89 triliun, naik 14,8 persen dibandingkan 101,507 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang efektivitas strategi bisnis berkelanjutan yang dijalankan perseroan serta peningkatan produksi listrik panas bumi.

Pada 2025, PGE mencatat produksi tertinggi sepanjang sejarah dengan total produksi mencapai 5.095 gigawatt hour (GWh), meningkat 5,55 persen dibandingkan 4.827 GWh pada 2024. Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I 2026 saat produksi listrik meningkat 15,22 persen secara tahunan menjadi 1.370 GWh.

Tiga Proyek Masuk Green Book

Tiga proyek yang masuk Green Book 2026 meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 MW, serta PLTP Lahendong Unit 7-8 berkapasitas 50 MW.

Masuknya ketiga proyek tersebut ke dalam Green Book diharapkan membantu perseroan menjaga struktur pendanaan yang sehat sekaligus mempertahankan biaya pinjaman yang kompetitif.

“Selain membantu menjaga struktur pendanaan yang sehat dan mempertahankan cost of debt yang kompetitif, masuknya ketiga proyek ini juga berpotensi meningkatkan keekonomian proyek sehingga dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Perseroan dan para pemangku kepentingan,” kata Ahmad Yani.

Green Book 2026 atau Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2026 memuat proyek-proyek nasional yang telah memperoleh komitmen pendanaan luar negeri yang dikoordinasikan Pemerintah Indonesia bersama mitra pembangunan internasional.

Daftar tersebut disusun berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep. 52/M.PPN/IIK/06/2026.

Sebelumnya, proyek-proyek tersebut telah masuk dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah Tahun 2025-2029 atau Blue Book Bappenas setelah memenuhi berbagai aspek kesiapan teknis, finansial, lingkungan, dan kelembagaan yang dipersyaratkan. Masuknya proyek ke dalam Green Book menjadi tahapan penting menuju implementasi dan pengembangan lanjutan.

Adapun ketiga proyek tersebut tercantum dalam skema on-lending melalui pembiayaan concessional loan yang menawarkan suku bunga lebih atraktif dan tenor lebih panjang dibandingkan pembiayaan komersial.

Nilai total pinjaman yang tercantum dalam Green Book 2026 mencapai 477,87 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,76 triliun, dengan rincian PLTP Lumut Balai Unit 3 sebesar 158,86 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,58 triliun dari JICA, PLTP Lumut Balai Unit 4 sebesar 148,97 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,42 triliun dari JICA, serta PLTP Lahendong Unit 7-8 sebesar 170,04 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,76 triliun dari World Bank.

Bidik Pengembangan Panas Bumi 3 GW

Ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari peta jalan PGE untuk mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 gigawatt (GW).

Setelah beroperasi, proyek-proyek tersebut akan menambah pasokan listrik rendah emisi sekaligus memperkuat peran panas bumi dalam bauran energi nasional.

PLTP Lumut Balai Unit 3 dan PLTP Lumut Balai Unit 4 yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, akan memperluas pengembangan panas bumi PGE di wilayah Sumatera.

Kedua proyek itu juga telah memiliki Power Purchase Agreement (PPA) yang mendukung prospek pengembangannya. Adapun PLTP Lumut Balai Unit 4 telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.

Sementara itu, penambahan kapasitas produksi melalui PLTP Lahendong Unit 7-8 dan Binary Unit di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, akan meningkatkan kontribusi PGE terhadap pemenuhan kebutuhan listrik Sulawesi Utara dari 30 persen menjadi 35 persen hingga 40 persen dari total kebutuhan listrik.

Sejalan dengan pengembangan tersebut, PGE terus berfokus pada pertumbuhan jangka panjang melalui tiga strategi utama, yakni optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru.

“Kami meyakini bahwa setiap pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan energi rendah karbon, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekonomi lokal, dan penguatan ekosistem industri dalam negeri,” ujar Ahmad Yani.

Tag:  #laba #pgeo #kuartal #2026 #melonjak #proyek #panas #bumi #kantongi #dana #global

KOMENTAR