Iran Gempur Pangkalan AS di Teluk Lagi, Kuwait-Bahrain Mencekam
Tentara Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz pada 31 Desember 2022.(KANTOR MILITER IRAN via AFP)
14:54
6 Juni 2026

Iran Gempur Pangkalan AS di Teluk Lagi, Kuwait-Bahrain Mencekam

- Iran kembali menggempur pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk pada Sabtu (6/6/2026), targetnya adalah Kuwait dan Bahrain.

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi, Iran melepaskan sejumlah rudal balistik ke arah dua negara tersebut.

Serangan ini terjadi beberapa jam setelah AS menembak jatuh empat drone Iran yang dinilai mengancam langsung lalu lintas maritim regional.

Baca juga: Trump Buka-bukaan Soal Iran: Mereka Kuat, Punya Harga Diri Tinggi

Melalui pernyataan resmi di media sosial X, Centcom menyatakan bahwa militer AS mencegat beberapa rudal balistik dan drone Iran, yang diarahkan menuju Selat Hormuz serta sejumlah negara Teluk.

Di sisi lain, Iran mengeklaim serangan tersebut aksi balasan atas tindakan militer Washington sebelumnya di wilayah Sirik dan Pulau Qeshm.

"Menyusul invasi teroris tentara AS yang membunuh anak-anak di Sirik dan Pulau Qeshm, pangkalan-pangkalan musuh di wilayah tersebut dihantam oleh rudal udara," sebut laporan stasiun televisi pemerintah IRIB, mengutip pernyataan resmi Garda Revolusi Iran (IRGC), dilansir dari Deutsche Welle.

Kuwait dan Bahrain mencekam

Tangkapan layar dari video ledakan serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, 28 Februari 2026. Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk membalas serangan Israel, di antaranya mencakup Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.AFP Tangkapan layar dari video ledakan serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, 28 Februari 2026. Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk membalas serangan Israel, di antaranya mencakup Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.Dampak dari peluncuran rudal ini memicu aktivasi sistem pertahanan di negara-negara tetangga Iran.

Pemerintah Kuwait melaporkan, sistem pertahanan udara mereka langsung bereaksi menghalau drone dan rudal IRGC.

Insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran karena terjadi hanya beberapa hari setelah serangan di Bandara Internasional Kuwait, yang menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya.

"Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengonfirmasi bahwa setiap ledakan yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara mencegat serangan musuh," tulis militer Kuwait melalui akun resmi mereka di X.

Baca juga: Drone-Rudal Iran Hantam Kuwait, Bandara Internasional Rusak Parah

Sementara itu, situasi mencekam juga terjadi di Bahrain. Sirene tanda serangan udara terdengar berdengung keras di penjuru negeri pada Sabtu dini hari.

Otoritas setempat langsung meminta masyarakat untuk waspada dan mencari perlindungan.

"Warga dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat," ungkap Kementerian Dalam Negeri Bahrain di X.

AS jatuhkan empat drone Iran

Drone Shahed-136 buatan Iran yang digunakan Rusia dalam perang di Ukraina, pada 27 Desember 2025. Drone murah ini dipakai Teheran untuk menguras stok rudal mahal Amerika Serikat.AFP/SERGEI SUPINSKY Drone Shahed-136 buatan Iran yang digunakan Rusia dalam perang di Ukraina, pada 27 Desember 2025. Drone murah ini dipakai Teheran untuk menguras stok rudal mahal Amerika Serikat.Seperti disebutkan di atas, gempuran Iran terjadi setelah AS menjatuhkan empat drone dari kubu Teheran.

Tak hanya itu, Amerika juga melancarkan serangan udara yang menyasar sejumlah instalasi radar di kawasan pesisir selatan Iran, Jumat (5/6/2026).

Instalasi yang dihantam adalah situs-situs radar pengawas pantai Iran di Kota Goruk dan Pulau Qeshm.

Centcom menegaskan bahwa tindakan itu terpaksa dilakukan demi keselamatan navigasi internasional.

"Drone serang tersebut menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional," sebut Centcom, dikutip dari AFP.

Mereka menambahkan bahwa serangan terhadap instalasi-instalasi radar dilakukan untuk mempertahankan diri dari serangan lebih lanjut.

Di sisi lain, militer Iran mengeklaim pada Jumat (5/6/2026) bahwa pihaknya menembakkan rudal peringatan ke arah dua kapal perusak milik AS di Teluk Oman. 

Baca juga: Baru Saja Perang Disebut Berakhir, Iran Akui Tembakkan Rudal ke Kapal Perang AS

Tag:  #iran #gempur #pangkalan #teluk #lagi #kuwait #bahrain #mencekam

KOMENTAR