Bitcoin dan Ethereum Hari Ini Naik, Potensi Bullish?
- Bitcoin mengalami kenaikan hari ini, Kamis (11/6/2026) pukul 09.02 WIB berada di angka 62.174,66 dollar AS (Rp 1,11 miliar).
Kemarin Rabu (10/6/2026), Bitcoin berada di angka 61.310,16 dollar AS (Rp 1,09 miliar), kenaikan ini jadi sedikit pertanda pasar kripto mulai bergerak ke arah positif
Dikutip dari coinmarketcap.com, hari ini Bitcoin naik 0,18 persen dalam satu jam terakhir.
Baca juga: Saat Bitcoin Terkoreksi, IPO SpaceX Jadi Magnet Baru Investor
Dalam sepekan turun 0,28 persen, dan 24 jam yang lalu naik 1,20 persen.
Nilai kapitalisasinya masih besar mencapai Rp 24.100 triliun.
Sentimen positif berharap Bitcoin bisa bullish (menguat) ke 65.000 dollar AS (Rp 1,16 miliar) dalam sepekan ke depan.
Baca juga: Bitcoin Kembali Melemah, Ethereum Ikut Anjlok
Kenaikan Bitcoin hari ini ditenggarai penambahan staf Commodity Futures Trading Commission (CTFC) sebuah lembaga independen milik pemerintah federal Amerika Serikaat (AS) untuk mengawasi pasar derivatif dalam negeri.
Pengawasan CTFC yang ketat justru menjadi peluang Bitcoin yang menjamin nilainya di masa depan karena peredarannya sesuai peraturan yang berlaku oleh pemerintah AS.
Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini, Tether dan USDC Menjanjikan
Ethereum ikut naik
Selain Bitcoin, Ethereum ikut naik.
Meski tak sekencang Bitcoin, dalam 24 jam terakhir turun 0,21 persen, sepekan turun 7,20 persen, dan sejam terakhir naik 0,20 persen di angka 1.634,10 dollar AS (Rp 29,3 juta) naik dari kemarin sebesar Rp 29,1 juta.
Nilai kapitalisasi Ethereum di angka Rp 3.691 triliun saat ini, naiknya ETH karena investor berani menaruh modal sebesar 82 juta dollar AS (Rp 1,47 triliun), mematahkan tren arus keluar dalam sepekan terakhir.
Baca juga: Saat Bitcoin Anjlok, ETF Hyperliquid Justru Diburu Investor
Untuk saat ini, aset ETF (Exchange-Traded Fund) kurang lebih datar atau sedikit lebih rendah selama seminggu terakhir dan arus tetap berfluktuasi,.
Mengamati tren arus multi-hari, kinerja ETH dibandingkan Bitcoin dan berita ekonomi makro akan lebih penting daripada sesi pemulihan ini dalam menilai seberapa tahan lama pemulihan permintaan institusional untuk ETH sebenarnya.
IPO SpaceX juga perlu dicermati seberapa besar pengaruhnya ke pasar kripto.
IPO SpaceX
Elon Musk telah menetapkan harga awal IPO SpaceX yang direncanakan dilakukan besok, Kamis (11/6/2026) di Nasdaq dengan kode saham SPCX.
Elon menetapkan harga 135 dollar AS (sekitar Rp 2,41 juta) per lembar saham.
SpaceX menawarkan harga tetap sedari awal, bukan kisaran lalu baru menetapkan harga sesuai permintaan seperti biasa yang dilakukan saat IPO.
"Terkait mekanisme penjualan saham, SpaceX menawarkan harga 'terima atau tolak' sebesar 135 dollar AS," lapor CNBC, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Bitcoin Bearish di Bawah 60.000 Dollar AS, Ethereum Ikut Anjlok
Konsultan dari IPO Class V Group, Lisa Buyer, memprediksi investor tak akan keberatan dengan skema ini.
"Elon telah menentukan harganya, dan, dengan asumsi investor menyetujuinya, Anda dapat mencentang kotak itu," jelasnya.
Skema seperti ini baru dilakukan pertama kali SpaceX.
Sebelumnya, perusahaan teknologi pembuat chip, Cerebras, melantai di Nasdaq bulan lalu.
Baca juga: Tekanan Bitcoin Berlanjut, Investor Lama Mulai Jual Aset
Saat itu Cerebras menawarkan harga awal senilai 115-125 dollar AS (Rp 2,05-2,23 juta) per lembar saham.
Setelah beberapa hari IPO, harga per lembar sahamnya dinaikkan ke 150-160 dollar AS (Rp 2,6-2,8 juta).
"Harga IPO seharusnya mencerminkan perasaan investor terhadap kisaran harga akhir, di mana perusahaan umumnya lebih memilih untuk menetapkan harga di atas batas atas," jelas CNBC.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Turun, Sejumlah Altcoin Melonjak hingga 228 Persen