BI: Porsi Pendapatan Masyarakat untuk Cicilan Naik, Tabungan Turun
Ilustrasi utang. (PEXELS/KAROLA G)
18:04
11 Juni 2026

BI: Porsi Pendapatan Masyarakat untuk Cicilan Naik, Tabungan Turun

— Porsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk membayar cicilan dan utang menunjukkan peningkatan pada Mei 2026.

Di saat yang sama, porsi pendapatan yang disisihkan untuk tabungan justru menurun, meski keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap berada pada level optimistis. Data ini tergambar dalam Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) periode Mei 2026.

Survei tersebut mencatat rasio pembayaran cicilan terhadap pendapatan atau debt installment to income ratio mencapai 10,2 persen pada Mei 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang sebesar 9,7 persen.

Baca juga: Konsumen RI Masih Optimis, tapi Pendapatan dan Tabungan Mulai Tertekan

Ilustrasi tabungan, menabung. SHUTTERSTOCK/MINTRATH Ilustrasi tabungan, menabung.

Sebaliknya, rasio tabungan terhadap pendapatan atau saving to income ratio turun menjadi 17,5 persen dari sebelumnya 18,2 persen.

Sementara itu, proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi relatif stabil. Pada Mei 2026, rata-rata proporsi konsumsi terhadap pendapatan tercatat sebesar 72,3 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 72,1 persen.

BI menyebut kondisi tersebut terjadi di tengah keyakinan konsumen yang masih kuat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospek ekonomi ke depan.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Mei 2026 berada di level 120,9 atau masih berada di zona optimistis karena berada di atas level 100. Meski demikian, angka tersebut lebih rendah dibandingkan April 2026 yang sebesar 123,0.

Baca juga: BI Rate Naik, Bagaimana Nasib Cicilan KPR hingga Kredit Kendaraan?

Porsi cicilan naik di tengah optimisme konsumen

Kenaikan rasio cicilan menjadi salah satu perubahan yang menonjol dalam komposisi penggunaan pendapatan rumah tangga pada Mei 2026.

Ilustrasi utang, utang pribadi. SHUTTERSTOCK/CHAYANUPHOL Ilustrasi utang, utang pribadi.

Berdasarkan grafik komposisi penggunaan pendapatan rumah tangga yang dirilis BI, peningkatan porsi pembayaran cicilan terjadi bersamaan dengan penurunan porsi tabungan.

Data BI menunjukkan masyarakat masih mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk kebutuhan konsumsi.

Dari setiap Rp 100 pendapatan yang diperoleh rumah tangga, rata-rata Rp 72,3 digunakan untuk konsumsi, Rp 10,2 untuk membayar cicilan atau utang, dan Rp 17,5 disimpan dalam bentuk tabungan.

Baca juga: BI Rate Naik, Cicilan KPR Belum Tentu Ikut Melonjak

Kondisi ini mengindikasikan bahwa ruang yang tersedia untuk menabung menjadi lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya. Pada April 2026, rata-rata rumah tangga mengalokasikan 18,2 persen pendapatannya untuk tabungan, sementara porsi cicilan berada di level 9,7 persen.

Kelompok berpendapatan tinggi mencatat kenaikan cicilan

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kenaikan porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan terutama terjadi pada kelompok masyarakat dengan tingkat pengeluaran lebih tinggi.

Survei BI menunjukkan rasio pembayaran cicilan meningkat pada kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta menjadi 10,7 persen. Sementara pada kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta, rasio pembayaran cicilan mencapai 12,8 persen.

Di sisi lain, proporsi konsumsi terhadap pendapatan mengalami peningkatan pada kelompok pengeluaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta menjadi 76,7 persen dan kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta hingga Rp 4 juta menjadi 72,2 persen.

Baca juga: Tabel KUR BRI Juni 2026 Pinjaman Rp 40 Juta, Cicilan Mulai Rp 792 Ribuan per Bulan

Pada kelompok pengeluaran lainnya, proporsi konsumsi terindikasi menurun.

Data tersebut menunjukkan bahwa perubahan penggunaan pendapatan tidak terjadi secara merata di seluruh kelompok masyarakat.

Sebagian kelompok meningkatkan porsi konsumsi, sementara kelompok dengan pengeluaran lebih tinggi mencatat peningkatan alokasi untuk pembayaran cicilan.

Ilustrasi gaji. Gaji bulanan rata-rata tertinggi di ASEAN 2026, Singapura tertinggi.FREEPIK/JCOMP Ilustrasi gaji. Gaji bulanan rata-rata tertinggi di ASEAN 2026, Singapura tertinggi.

Pendapatan saat ini masih dinilai baik

Meski porsi cicilan meningkat, persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini masih berada pada level optimistis. Hal itu tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 112,2 pada Mei 2026.

Baca juga: Jangan Sampai Boncos, Ini Batas Ideal Cicilan KPR dari Gaji

Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan April 2026 yang sebesar 116,5, namun masih berada di atas level 100.

Tetap kuatnya IKE ditopang oleh tiga komponen utama, yakni Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) sebesar 123,2, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) sebesar 105,0, serta Indeks Pembelian Barang Tahan Lama atau durable goods (IPDG) sebesar 108,3.

Ketiga indeks tersebut masih berada di zona optimistis meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, persepsi terhadap penghasilan saat ini juga masih kuat pada seluruh kelompok masyarakat. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta yang mencapai 129,7.

Baca juga: BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Berapa Ideal Cicilan KPR dari Gaji?

Dari sisi usia, kelompok responden berusia 20 hingga 30 tahun mencatat indeks penghasilan saat ini tertinggi, yakni sebesar 132,1.

Ekspektasi ekonomi enam bulan ke depan tetap optimistis

Selain kondisi ekonomi saat ini yang masih dinilai baik, konsumen juga tetap optimistis terhadap prospek ekonomi enam bulan mendatang.

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada Mei 2026 tercatat sebesar 129,7, sedikit meningkat dibandingkan April 2026 yang sebesar 129,6. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh membaiknya ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha.

Ilustrasi konsumenThinkstockphotos.com Ilustrasi konsumen

BI mencatat indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja mencapai 128,1, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 127,7. Sementara indeks ekspektasi kegiatan usaha meningkat menjadi 124,5 dari sebelumnya 124,1.

Baca juga: Cicilan KPR Terkerek Imbas BI Rate Naik? Ini Strategi agar Keuangan Tetap Aman

Adapun ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan tetap berada pada level optimistis dengan indeks sebesar 136,5, meski sedikit lebih rendah dibandingkan April 2026 yang mencapai 136,9.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, optimisme terhadap penghasilan masa depan terlihat pada seluruh kelompok masyarakat. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta yang mencapai 138,2.

Sementara dari sisi usia, kelompok 20 hingga 30 tahun mencatat ekspektasi penghasilan tertinggi sebesar 142,6. Kelompok usia 31 sampai 40 tahun dan 41 hingga 50 tahun juga mengalami peningkatan indeks masing-masing menjadi 140,4 dan 135,9.

Keyakinan konsumen tetap kuat

Secara umum, Survei Konsumen BI menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi tetap kuat pada Mei 2026. IKK tercatat sebesar 120,9, masih berada di level optimistis meskipun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 123,0.

Baca juga: BI Rate Naik, Kenapa Cicilan Kredit Bisa Ikut Melonjak?

Optimisme konsumen ditopang oleh persepsi yang masih positif terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini tercatat sebesar 112,2, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen mencapai 129,7.

Menurut hasil survei, keyakinan konsumen tetap berada di level optimistis pada seluruh kelompok pengeluaran. IKK tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta sebesar 124,6.

Dari sisi usia, kelompok 20 sampai 30 tahun menjadi kelompok paling optimistis dengan IKK mencapai 129,1.

Dengan demikian, gambaran kondisi keuangan rumah tangga pada Mei 2026 menunjukkan konsumsi yang relatif stabil, kenaikan porsi pembayaran cicilan, dan penurunan porsi tabungan.

Baca juga: Suku Bunga BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Siap-siap Cicilan Tambah Besar

Pada saat yang sama, persepsi terhadap pendapatan, lapangan kerja, dan prospek ekonomi masih berada pada zona optimistis menurut hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Tag:  #porsi #pendapatan #masyarakat #untuk #cicilan #naik #tabungan #turun

KOMENTAR