3 Hal yang Wajib Dicek Orangtua Sebelum Memilih Susu Formula Anak
Memilih susu formula untuk anak sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua.
Di pasaran, berbagai produk hadir dengan klaim nutrisi yang terdengar meyakinkan, mulai dari mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, hingga membantu perkembangan otak anak.
Namun, di balik berbagai klaim tersebut, orangtua tetap perlu memahami komposisi produk secara menyeluruh sebelum menjadikannya bagian dari asupan harian anak.
Dokter spesialis anak konsultan Reza Fahlevi mengatakan bahwa orangtua sebaiknya tidak hanya terpaku pada informasi promosi di kemasan, tetapi juga membaca daftar komposisi secara cermat.
“Orangtua sebaiknya tidak berhenti pada klaim di kemasan. Yang wajib dipahami justru komposisi produknya secara utuh. Karena dari situlah kita bisa melihat kualitas sumber nutrisi yang benar-benar dikonsumsi anak setiap hari,” ujar dr. Reza dikutip dari ANTARA, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, memahami kandungan susu formula penting karena susu merupakan salah satu sumber energi, protein, kalsium, fosfor, dan berbagai mikronutrien yang mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak.
Berikut tiga hal yang perlu diperhatikan orang tua sebelum memilih susu formula untuk anak.
Baca juga: AIMI: Penggunaan Susu Formula Tak Semata Pengganti ASI
1. Cek bahan utama pada urutan awal komposisi
Daftar komposisi pada kemasan selalu disusun berdasarkan jumlah bahan terbanyak hingga paling sedikit.
Karena itu, bahan yang tercantum di urutan awal menunjukkan kandungan utama produk tersebut.
Jika susu segar tercantum sebagai bahan pertama, hal ini menandakan formula menggunakan susu segar utuh sebagai komponen utama.
Menurut dr. Reza, bahan utama ini penting diperhatikan karena dapat memberi gambaran kualitas dasar nutrisi yang dikonsumsi anak setiap hari.
Semakin jelas sumber bahan utama, semakin mudah orang tua memahami nilai gizi utama dari susu formula tersebut.
2. Perhatikan kandungan gula tambahan dan karbohidrat olahan
Selain bahan utama, orangtua juga perlu mencermati bahan tambahan seperti sukrosa, maltodextrin, atau sirup jagung.
Dokter Reza menjelaskan, maltodextrin merupakan karbohidrat olahan yang cepat dipecah tubuh menjadi gula. Karena itu, keberadaannya perlu diperhatikan, terutama bila muncul di urutan awal komposisi.
Sirup jagung juga termasuk bahan yang patut dicermati karena merupakan sumber gula tambahan yang dapat meningkatkan asupan gula harian anak.
World Health Organization menekankan pentingnya membatasi konsumsi gula pada anak karena berkaitan dengan kesehatan gigi dan risiko kesehatan jangka panjang.
Paparan rasa manis berlebihan sejak dini juga dapat membentuk preferensi rasa anak terhadap makanan manis di kemudian hari.
“Bahan-bahan ini bukan nutrisi utama, namun paparan rasa manis sejak dini dapat membentuk preferensi rasa anak,” kata dr. Reza.
Baca juga: Mengapa ASI Lebih Baik dari Susu Formula? Dokter Anak Jelaskan Alasannya
3. Pahami bahan tambahan perisa dan proses produksinya
Bahan lain yang sering muncul dalam susu formula adalah vanilin, yaitu perisa yang digunakan untuk memperkuat rasa.
Meski umum digunakan, keberadaan bahan tambahan seperti ini tetap perlu diketahui orang tua agar memahami karakter produk yang diberikan kepada anak.
Selain komposisi, proses produksi susu formula juga penting diperhatikan. Pemanasan berulang atau proses produksi yang terlalu panjang dapat memengaruhi kualitas nutrisi dalam susu.
Penyimpanan dan penanganan produk setelah dibuka juga berpengaruh terhadap mutu serta keamanan susu formula sebelum dikonsumsi anak.
Baca juga: Risiko Jika Bayi di Pengungsian Diberi Susu Formula
ASI tetap menjadi pilihan utama
Dalam konteks nutrisi anak, ASI tetap menjadi sumber gizi utama yang paling ideal untuk bayi karena mengandung nutrisi lengkap, mudah diserap tubuh, serta memiliki antibodi alami yang membantu melindungi anak dari berbagai penyakit.
Namun, dalam kondisi tertentu ketika pemberian ASI tidak dapat dilakukan sepenuhnya, susu formula menjadi alternatif yang perlu dipilih secara lebih cermat.
“Memilih susu formula bukan sekadar soal merek atau klaim yang terdengar meyakinkan. Ini tentang memahami apa yang benar-benar masuk ke tubuh anak setiap hari. Sudah saatnya orang tua menjadi lebih teliti membaca label dan lebih kritis dalam memilih, agar dapat membantu membentuk generasi yang lebih sehat ke depannya,” pungkas dr. Reza.
Tag: #yang #wajib #dicek #orangtua #sebelum #memilih #susu #formula #anak