Anak Meisya Siregar Alami ITP, Ini Penyakit Langka yang Bikin Tubuh Mudah Memar
Unggahan Meisya Siregar tentang kondisi anaknya yang didiagnosis ITP menarik perhatian publik karena gejalanya muncul tiba-tiba tanpa tanda jelas sebelumnya.
Dalam unggahan di Instagram pribadinya @meisya__siregar pada Minggu (12/4/2026), Meisya mengaku tidak menyangka anaknya mengalami penyakit tersebut.
“Selalu ada hikmah dari setiap ketentuan Allah, mungkin kami terlalu takabur, menganggap anak kita sehat,” tulis Meisya.
Baca juga: Autoimun Kulit, Ketika Sel Imun Menyerang Sel Normal Kulit
Ia menjelaskan bahwa anaknya sebelumnya aktif, sehat, dan tidak memiliki riwayat penyakit serius.
“Dari kecil Bambang tumbuh jadi anak yang senang manjat pohon, loncat, atraksi bahaya, vaksin lengkap, makan tidak pilih-pilih,” lanjutnya.
Namun, kondisi berubah saat memar mulai muncul tanpa sebab jelas di tubuh anaknya.
“Kali ini Allah kasih hadiah penyakit serius yang tidak pernah kita dengar sebelumnya, ITP,” tulisnya.
Kondisi ini membuat banyak orang baru mengenal gangguan darah yang bisa menyebabkan tubuh mudah memar tanpa benturan berat.
Baca juga: 10 Makanan Penguat Imun Tubuh agar Tetap Fit Selama Mudik Lebaran
Apa itu ITP dan bagaimana bisa terjadi?
ITP atau immune thrombocytopenia adalah gangguan autoimun langka yang menyerang trombosit, yaitu bagian darah yang berperan dalam proses pembekuan darah.
Saat jumlah trombosit menurun, tubuh menjadi lebih mudah mengalami memar, muncul bintik merah keunguan, mimisan, atau perdarahan yang sulit berhenti.
Melansir Cleveland Clinic (24/8/2023), kondisi ini terjadi karena sistem imun justru menyerang trombosit sendiri.
Normalnya, trombosit berfungsi membantu menghentikan perdarahan dengan membentuk bekuan darah. Akibatnya, trombosit dihancurkan lebih cepat dibandingkan proses pembentukannya.
Mengutip National Library of Medicine (5/5/2024), ITP bisa muncul tanpa penyebab jelas atau dipicu oleh infeksi, obat, maupun penyakit autoimun lain.
Baca juga: 4 Cara Efektif Mengatasi Gejala Penyakit Autoimun Psoriasis
Gejala ITP yang sering muncul
Tangkapan layar unggahan Instagram Meisya Siregar @meisya__siregar. Memar tiba-tiba tanpa sebab bisa jadi tanda ITP, gangguan autoimun langka seperti yang dialami anak Meisya Siregar.
Gejala ITP tidak selalu langsung terlihat parah. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
- Bintik merah kecil di kulit
- Memar tanpa sebab jelas
- Gusi berdarah
- Mimisan
- Darah pada urine atau tinja
- Mudah lelah
Melansir Jurnal Contemporary Clinical Dentistry (2014), perdarahan pada ITP umumnya muncul di kulit dan mulut, seperti memar, bintik merah, dan mimisan.
Hal ini sejalan dengan pengalaman Meisya yang melihat memar muncul tiba-tiba di tubuh anaknya.
“Ditemukan memar di lutut dan hari kedua muncul di seluruh badan lebih banyak lagi memarnya, tanpa demam, tanpa perubahan perilaku,” tulisnya.
Baca juga: 4 Cara Efektif Mengatasi Gejala Penyakit Autoimun Psoriasis
Bagaimana dokter mendiagnosis ITP?
ITP tidak bisa didiagnosis hanya dari gejala saja. Dokter perlu memastikan bahwa penurunan trombosit bukan disebabkan oleh penyakit lain.
Mengutip Medscape (24/9/2025), ITP adalah diagnosis eksklusi, artinya dokter akan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain terlebih dahulu. Pemeriksaan yang biasanya dilakukan adalah tes darah lengkap.
Hasil khas pada ITP adalah jumlah trombosit rendah, sementara sel darah lainnya tetap normal.
Apakah ITP pada anak berbahaya?
ITP memang perlu diwaspadai, tetapi tidak selalu berbahaya dalam jangka panjang. ITP pada anak sering bersifat akut dan bisa sembuh dalam beberapa minggu hingga bulan.
Sebagian besar anak bisa pulih tanpa pengobatan khusus. Namun, kondisi ini tetap perlu dipantau karena pada beberapa kasus bisa berlangsung lebih lama.
Risiko paling serius adalah perdarahan berat jika jumlah trombosit turun sangat rendah.
Baca juga: 7 Penyebab Mata Kering, Ada Faktor Penuaan hingga Penyakit Autoimun
Kapan ITP perlu diobati?
Tidak semua anak dengan ITP membutuhkan pengobatan. Jika gejalanya ringan, dokter biasanya hanya melakukan pemantauan.
Pengobatan diberikan jika trombosit sangat rendah atau muncul perdarahan yang lebih serius.
Terapi yang bisa diberikan antara lain obat untuk menekan sistem imun atau meningkatkan jumlah trombosit. Dalam kondisi tertentu, pasien juga bisa membutuhkan transfusi trombosit.
Hal penting yang perlu diketahui orangtua
ITP adalah penyakit autoimun langka yang membuat tubuh kekurangan trombosit. Gejala yang paling mudah dikenali adalah memar yang muncul tiba-tiba tanpa sebab jelas.
Sebagian besar anak bisa pulih dalam beberapa minggu atau bulan, tetapi tetap perlu kontrol rutin ke dokter.
Pemantauan penting dilakukan untuk memastikan jumlah trombosit kembali stabil dan mencegah risiko perdarahan yang lebih serius.
Baca juga: 3 Pemenang Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2025, Beri Terobosan untuk Penyakit Autoimun
Tag: #anak #meisya #siregar #alami #penyakit #langka #yang #bikin #tubuh #mudah #memar