Studi Ungkap Usia Paling Berbahaya untuk Naik Berat Badan, Risikonya Bisa Fatal
Kenaikan berat badan tidak hanya soal angka di timbangan, tetapi juga soal kapan hal itu terjadi dalam hidup seseorang.
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa kenaikan berat badan di usia muda ternyata berkaitan dengan risiko kesehatan yang lebih besar di kemudian hari.
Melansir ScienceAlert (23/4/2026), penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal eClinicalMedicine (10/4/2026) ini menyoroti bahwa waktu terjadinya kenaikan berat badan bisa berdampak panjang terhadap kesehatan.
Temuan ini menjadi peringatan bahwa menjaga berat badan sejak usia muda memiliki peran penting dalam mencegah risiko penyakit serius.
Baca juga: Makan Roti Bisa Picu Berat Badan Naik Tanpa Tambah Kalori, Ini Penjelasannya
Kenaikan berat badan di usia muda lebih berisiko
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Lund University, Swedia, melibatkan lebih dari 600.000 peserta dengan data berat badan yang dipantau dari usia 17 hingga 60 tahun.
Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang mengalami obesitas pertama kali pada usia 17 hingga 29 tahun memiliki risiko kematian sekitar 70 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami obesitas hingga usia 60 tahun.
Epidemiolog dari Lund University, Tanja Stocks, menjelaskan bahwa pola ini menjadi temuan yang paling konsisten dalam penelitian tersebut.
“Temuan paling konsisten adalah kenaikan berat badan di usia lebih muda berkaitan dengan risiko kematian dini yang lebih tinggi di kemudian hari,” ujarnya.
Penelitian ini menegaskan bahwa bukan hanya jumlah kenaikan berat badan yang penting, tetapi juga kapan kenaikan itu terjadi.
Baca juga: Cuma Jalan Kaki 30 Menit, Program 4 Minggu Ini Diklaim Bisa Turunkan Berat Badan
Paparan jangka panjang jadi faktor utama
Ilustrasi obesitas. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kenaikan berat badan di usia muda berkaitan dengan risiko kesehatan serius, bahkan meningkatkan kemungkinan kematian di masa depan.
Para peneliti menduga bahwa durasi seseorang hidup dengan kondisi kelebihan berat badan menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko tersebut.
Tubuh yang terlalu lama berada dalam kondisi obesitas mengalami tekanan biologis yang lebih besar dibandingkan kondisi normal.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis yang berkaitan dengan obesitas. Beberapa penyakit yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini meliputi:
- Penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke
- Diabetes tipe 2
- Beberapa jenis kanker
Penelitian menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular menjadi penyebab terbesar dalam kaitannya dengan kenaikan berat badan dan kematian.
Baca juga: Berat Badan Turun 40 Kg, Pria Ini Ubah Pola Makan dan Gaya Hidup
Durasi obesitas lebih berpengaruh dibanding usia tua
Peneliti menyebut bahwa lamanya seseorang mengalami obesitas kemungkinan lebih berpengaruh dibandingkan kenaikan berat badan yang terjadi di usia lebih tua.
Paparan jangka panjang terhadap kondisi seperti resistensi insulin, peradangan, dan gangguan pembekuan darah diduga menjadi faktor yang memperburuk risiko kesehatan.
“Temuan kami menunjukkan bahwa durasi obesitas mungkin menjadi faktor utama yang mendasari risiko tersebut,” tulis tim peneliti dalam laporan mereka.
Artinya, semakin lama tubuh berada dalam kondisi obesitas, semakin besar pula dampaknya terhadap kesehatan.
Ada perbedaan antara pria dan wanita
Studi ini juga menemukan adanya perbedaan dampak antara pria dan wanita, terutama terkait risiko kanker.
Pada wanita, peningkatan risiko kematian akibat kanker tidak terlalu dipengaruhi oleh kapan kenaikan berat badan terjadi.
Peneliti menduga faktor lain seperti perubahan hormon, termasuk yang terjadi saat menopause, dapat berperan dalam kondisi tersebut.
Epidemiolog Huyen Le menyebut bahwa hubungan antara perubahan hormon dan berat badan masih perlu diteliti lebih lanjut.
Baca juga: Tanpa Disadari, Kebiasaan Makan Ini Bikin Berat Badan Naik Setelah Lebaran
Pencegahan sejak dini jadi kunci
Meskipun penelitian ini tidak secara langsung menyimpulkan bahwa kenaikan berat badan di usia muda menjadi penyebab utama kematian, pola yang ditemukan memberikan pesan penting bagi kesehatan masyarakat.
Menjaga berat badan sejak usia muda dinilai sebagai langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit di masa depan.
Peneliti juga menekankan bahwa hasil ini perlu dipahami sebagai pola umum, bukan angka risiko yang mutlak.
Namun demikian, studi ini tetap memberikan gambaran bahwa pencegahan obesitas sebaiknya dimulai sedini mungkin untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Baca juga: Berat Badan Ideal dan Aktif Gerak Turunkan Risiko Kanker Payudara
Tag: #studi #ungkap #usia #paling #berbahaya #untuk #naik #berat #badan #risikonya #bisa #fatal