Kesehatan Pernapasan Kerap Diabaikan, Dokter Ingatkan Risiko pada Orang Dewasa
Kesehatan pernapasan orang dewasa kerap diabaikan hingga penyakit mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Padahal, penyakit seperti pneumonia pneumokokus, influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan Covid-19 dapat berdampak serius, terutama pada usia 50 tahun ke atas dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Hal ini disampaikan dalam webinar “For the Reasons That Matter” yang diselenggarakan Pfizer Indonesia dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2026 dan diikuti Kompas.com secara daring pada Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Kasus Campak Naik Saat Imunisasi Menurun, Ini Dampaknya Menurut Dokter
Moderator Sheahnee Iman Lee menyampaikan, hasil survei YouGov di empat negara menunjukkan adanya kesenjangan antara keinginan dan tindakan dalam menjaga kesehatan.
Sebanyak 70 hingga 83 persen orang dewasa mengaku ingin tetap sehat, tetapi setidaknya satu dari tiga orang juga mengakui belum menjaga kesehatan sebagaimana mestinya.
Dokter dari Singapura, dr. Lim Wee Peng, mengatakan kesehatan pernapasan sering tidak menjadi perhatian selama seseorang masih bisa beraktivitas normal.
“Kesehatan pernapasan sering tidak terasa penting sampai akhirnya mengganggu kehidupan sehari-hari,” kata dr. Lim.
Ia menilai layanan kesehatan primer berperan penting dalam pencegahan sejak dini sebelum kondisi menjadi lebih berat.
Baca juga: Hoaks Vaksin Bikin Orangtua Ragu, Cakupan Imunisasi Terancam Turun
Tangkapan layar webinar ?For the Reasons That Matter? yang diselenggarakan Pfizer Indonesia dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2026 dan diikuti Kompas.com secara daring pada Selasa (28/4/2026). Banyak orang dewasa ingin sehat, tetapi masih menunda menjaga kesehatan pernapasan yang berisiko memicu penyakit serius.
Sementara itu, dr. Dirga Rambe dari Indonesia menyoroti kebiasaan masyarakat mencari informasi kesehatan melalui media sosial.
Menurut dia, media sosial memang membantu meningkatkan kesadaran, tetapi tidak selalu menyajikan informasi yang akurat.
“Media sosial memang meningkatkan kesadaran, tetapi tidak selalu memberikan informasi yang akurat,” ujar dr. Dirga.
Ia menambahkan, kebiasaan mencari informasi mandiri seharusnya menjadi langkah awal untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan.
Baca juga: Cegah Penularan Meluas, 102 Kabupaten/Kota Gelar Imunisasi Kejar Campak
Dari Filipina, Dr. Karl Henson mengatakan banyak pasien datang dalam kondisi berat karena menunda tindakan pencegahan.
Sebagai dokter penyakit infeksi, ia melihat langsung dampak keterlambatan tersebut di rumah sakit.
Menurut Henson, faktor biaya, prioritas keluarga, dan akses layanan kesehatan menjadi penyebab seseorang menunda menjaga kesehatan.
Ia menilai dokter perlu menjelaskan dampak nyata penyakit, termasuk waktu pemulihan dan risiko terhadap keluarga.
Baca juga: Kapan Anak Wajib Imunisasi Campak? Ini Penjelasan IDAI
Dr. Tony Leachon dari Filipina menekankan bahwa infeksi pernapasan juga berkaitan dengan kesehatan jantung.
“Jika paru-paru terganggu, kondisi itu bisa memicu serangan jantung,” kata dr. Leachon.
Ia menjelaskan infeksi seperti RSV, Covid-19, dan pneumonia dapat meningkatkan risiko peradangan, gangguan irama jantung, hingga serangan jantung.
Prof. Tan Maw Pin dari Malaysia menambahkan, penyakit pernapasan pada lansia tidak hanya meningkatkan risiko kematian, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup.
“RSV bukan penyakit yang bisa dianggap sepele bagi orang dewasa, terutama lansia,” ujarnya.
Ia menjelaskan infeksi pernapasan dapat menyebabkan rawat inap, penurunan kekuatan tubuh, hingga hilangnya kemandirian pada orang tua.
Sementara itu, Datuk Dr Arasu dari Malaysia menekankan pentingnya menjadikan kesehatan pernapasan sebagai bagian dari percakapan rutin, baik di layanan kesehatan maupun di tempat kerja.
Menurut dia, pembahasan tidak seharusnya hanya muncul saat seseorang sudah sakit.
Menjaga kesehatan pernapasan bukan hanya soal mencegah penyakit, tetapi juga menjaga peran seseorang dalam keluarga dan kehidupan sehari-hari.
Para ahli mengingatkan, orang dewasa terutama yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki penyakit penyerta disarankan mulai berdiskusi dengan tenaga kesehatan untuk memahami risiko dan langkah pencegahan yang tepat.
Baca juga: Imunisasi Campak Jadi Cara Paling Efektif Mencegah Penularan, Ini Penjelasannya
Tag: #kesehatan #pernapasan #kerap #diabaikan #dokter #ingatkan #risiko #pada #orang #dewasa