Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat (Dok. Istimewa)
23:24
29 April 2026

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Tak Sesederhana Ruam: Risiko Lebih Tinggi pada Kelompok Rentan dan Dampaknya Bisa Berkepanjangan

Penyakit Herpes Zoster atau cacar api masih sering dianggap sepele. Padahal, data terbaru menunjukkan bahwa penyakit ini bisa berdampak besar, terutama bagi orang dewasa dengan kondisi kesehatan tertentu. 

Survei global yang dirilis oleh GSK mengungkap, sebanyak 78% orang dewasa dengan penyakit kronis khawatir cacar api akan mengganggu aktivitas sehari-hari, dan 72% takut penyakit ini berujung pada rawat inap jangka panjang.

Ironisnya, lebih dari separuh (54%) belum pernah membicarakan risiko ini dengan dokter. Cacar api sendiri dapat menyerang 1 dari 3 orang dewasa sepanjang hidupnya. 

Risiko ini meningkat signifikan pada kelompok tertentu, terutama mereka yang memiliki penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang menurun. 

Kondisi seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal, hingga gangguan paru seperti PPOK atau asma terbukti meningkatkan kemungkinan terjadinya herpes zoster. 

Bahkan, pada kondisi tertentu seperti HIV/AIDS, kanker, dan penyakit autoimun, risikonya bisa meningkat hingga lebih dari dua kali lipat.

Di Indonesia, situasinya tak kalah serius. Data menunjukkan bahwa dalam periode 2015–2022, terdapat sekitar 390.000 kasus cacar api di berbagai provinsi besar.

Tak hanya berdampak pada kesehatan, penyakit ini juga membawa beban ekonomi yang signifikan, biaya rawat inap bisa mencapai hingga Rp10 juta per kasus, sementara total pembiayaan oleh BPJS Kesehatan pada 2021 saja menyentuh Rp27,1 miliar.

Menurut dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.Ven, anggota PERDOSKI, tingginya risiko pada kelompok tertentu bukan tanpa alasan.

“Berdasarkan berbagai artikel penelitian, risiko terkena Herpes Zoster memang lebih tinggi pada kelompok tertentu yaitu kondisi immunokompromi, seperti penderita HIV/AIDS, pasien dengan penyakit keganasan, serta mereka yang berusia lanjut, riwayat keluarga dengan Herpes Zoster dan jenis kelamin perempuan,” jelasnya.

Selain lebih rentan terinfeksi, kelompok ini juga berisiko mengalami komplikasi yang lebih berat. Sekitar 42% penderita cacar api melaporkan nyeri hebat yang mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan setelah ruam sembuh. 

Kondisi ini dikenal sebagai neuralgia pasca-herpetik, yang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Tak hanya itu, 33% penderita mengaku produktivitas mereka terganggu akibat penyakit ini.

Sayangnya, kesadaran masyarakat masih rendah. Satu dari empat orang bahkan percaya bahwa penyakit kronis yang mereka miliki tidak berpengaruh terhadap sistem imun atau risiko cacar api. Padahal, penurunan daya tahan tubuh, baik karena usia maupun penyakit penyerta menjadi faktor utama reaktivasi virus penyebab herpes zoster.

Reswita Dery Gisriani dari GSK Indonesia menegaskan pentingnya pemahaman ini. Ia menyebut bahwa banyak orang belum menyadari bahwa penyakit kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. 

Seiring bertambahnya usia, kondisi ini semakin kompleks karena imunitas menurun secara alami, sehingga risiko cacar api pun meningkat. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan individu, tetapi juga pada beban biaya yang harus ditanggung.

Karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting. Edukasi yang tepat dan komunikasi aktif antara pasien dan tenaga medis perlu ditingkatkan. 

Membicarakan risiko cacar api dengan dokter bukan hanya langkah bijak, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kualitas hidup di usia dewasa, terutama bagi mereka yang hidup dengan penyakit kronis.

Cacar api bukan sekadar masalah kulit. Ia adalah sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih dan semakin cepat disadari, semakin besar peluang untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Editor: Dinda Rachmawati

Tag:  #cacar #mengintai #diam #diam #kelompok #rentan #bisa #alami #komplikasi #lebih #berat

KOMENTAR