Protokol 5R Jadi Pendekatan Baru Atasi GERD dan Gangguan Kecemasan
Gelaran Health Talk bertajuk Memutus Lingkaran Setan GERD dan Anxiety yang digelar di The Mirah Hotel Bogor, Sabtu (18/4/2026), memperkenalkan Protokol 5R. (Istimewa)
20:18
30 April 2026

Protokol 5R Jadi Pendekatan Baru Atasi GERD dan Gangguan Kecemasan

Gangguan pencernaan gastroesophageal reflux disease (GERD) tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental. Kondisi ini kerap membentuk “lingkaran setan” antara keluhan lambung dan kecemasan (anxiety).

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Ratri Saumi, SpGK menjelaskan, penanganan GERD tidak cukup dengan menekan produksi asam lambung. Menurut dia, perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh terhadap sistem pencernaan.

“Penyembuhan GERD perlu pendekatan yang holistik, mulai dari menghilangkan pemicu hingga menyeimbangkan kembali gaya hidup,” ujar Ratri dalam gelaran Health Talk bertajuk “Memutus Lingkaran Setan GERD dan Anxiety” di The Mirah Hotel Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2026), seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Nyeri Dada karena GERD atau Jantung? Ini Cara Membedakannya Menurut Dokter

Pendekatan holistik tersebut tertuang dalam Protokol 5R. Ia menjelaskan, Protokol 5R dirancang sebagai pendekatan komprehensif untuk merestorasi kesehatan lambung tanpa bergantung sepenuhnya pada obat kimia.

Protokol 5R terdiri dari lima tahapan utama. Pertama, remove, yakni menyingkirkan faktor pemicu iritasi, baik dari makanan maupun stres. Kedua, replace, yaitu mengganti enzim atau zat esensial yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung pencernaan optimal.

Ketiga adalah reinoculate, yakni memasukkan kembali bakteri baik atau probiotik guna menjaga keseimbangan mikrobioma usus. Keempat, repair, yaitu memperbaiki lapisan mukosa lambung yang rusak.

Kelima, rebalance, yakni menyeimbangkan pola hidup serta mengelola stres untuk menjaga hubungan antara sistem pencernaan dan otak (gut-brain axis).

Fenomena keterkaitan antara lambung dan kondisi psikologis juga dialami praktisi kesehatan yang juga caregiver Dera Nur Tresna. Ia menceritakan, pada 2019, sang suami mengalami serangan panik akibat gangguan asam lambung.

Baca juga: Dampak GERD pada Anak, Mulai dari Gangguan Makan hingga Tumbuh Kembang

Dera melanjutkan, upaya memberikan makanan sehat justru sempat menjadi tantangan tersendiri karena rasa yang kurang enak dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien.

“Makanan sehat yang tidak enak bisa menjadi bumerang. Hal itu memicu stres tambahan dan menurunkan nafsu makan,” ujarnya.

Berangkat dari pengalaman tersebut, ia mengembangkan Nutriged, yakni sereal multigrain yang dirancang sebagai comfort food. Produk ini diharapkan dapat mendukung tahapan repair dan replace dalam Protokol 5R.

Psikolog Klinis Mutia Qoriana, MPsi menjelaskan bahwa iritasi pada lambung dapat mengirimkan sinyal bahaya ke otak. Kondisi ini kemudian memicu pelepasan hormon stres, seperti kortisol.

Ia menambahkan, rasa sesak di dada saat GERD kambuh kerap memicu ketakutan berlebihan, bahkan hingga muncul ketakutan akan kematian atau thanatophobia.

“Kondisi ini merupakan bentuk psikosomatis yang perlu diputus melalui manajemen stres dan pola nutrisi yang tepat,” jelas Mutia.

Baca juga: Sering Tertukar, Begini Cara Membedakan GERD dan Serangan Jantung Menurut Dokter

Sementara itu, peneliti nutraseutikal Ramdani Husnul Huluq, menekankan peran penting aspek rasa dalam mendukung pemulihan pasien.

Ia menyebut, Nutriged dikembangkan dengan standar rasa yang tinggi, bahkan melibatkan anak usia tiga tahun sebagai panelis uji rasa.

“Jika anak kecil menyukai rasanya, orang dewasa, termasuk yang sedang sakit, juga bisa merasa lebih nyaman dan bahagia saat mengonsumsinya,” kata Ramdani.

Melalui sinergi Protokol 5R, dukungan nutrisi yang tepat, serta pengelolaan kesehatan mental, para penyintas GERD dan gangguan kecemasan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk pulih dan kembali menjalani aktivitas tanpa rasa takut.

Tag:  #protokol #jadi #pendekatan #baru #atasi #gerd #gangguan #kecemasan

KOMENTAR