Mengapa Menyusui Dianjurkan hingga Usia 2 Tahun? Ini Penjelasan Dokter Anak
Menyusui hingga anak berusia dua tahun atau lebih masih sering memunculkan pertanyaan di masyarakat.
Secara medis, pemberian ASI hingga usia dua tahun tetap dianjurkan karena manfaatnya masih sangat penting bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak.
Dokter Spesialis Anak di Mayapada Hospital dan Klinik Utama KiDi, dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A menjelaskan bahwa ASI bukan sekadar sumber nutrisi, tetapi juga mengandung berbagai komponen penting yang terus dibutuhkan anak.
“Secara medis, ASI memang dianjurkan hingga usia dua tahun atau lebih karena selain nutrisi, ASI juga mengandung antibodi, sel imun, hormon, dan faktor pertumbuhan yang masih sangat bermanfaat untuk anak,” ujar dr. Denta saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, meskipun anak sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI), ASI tetap memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.
Manfaat ASI di tahun kedua kehidupan
Dokter Denta mengatakan, manfaat ASI tidak berhenti setelah bayi berusia satu tahun.
Di tahun kedua kehidupan, ASI masih membantu menjaga daya tahan tubuh anak dan mendukung proses tumbuh kembangnya.
“ASI masih membantu daya tahan tubuh, mendukung perkembangan otak, menjaga hidrasi saat anak sakit atau sedang susah makan, dan juga menjadi emotional bonding antara ibu dan anak,” jelasnya.
Ia menambahkan, anak usia satu hingga dua tahun umumnya mulai lebih aktif dan sering terpapar lingkungan luar, termasuk risiko infeksi dari sekolah atau daycare.
Dalam kondisi tersebut, kandungan antibodi dan faktor imun aktif dalam ASI dinilai tetap berperan penting membantu tubuh anak melawan penyakit.
“Pada anak yang mulai sekolah, daycare, atau sering terpapar infeksi, ASI membantu menurunkan risiko sakit dan mempercepat pemulihan saat sakit,” kata dr. Denta.
Mitos tentang kualitas ASI menurun?
Di tengah anjuran menyusui hingga dua tahun, masih ada anggapan bahwa kualitas ASI menurun seiring bertambahnya usia anak.
Namun, menurut dr. Denta, hal tersebut merupakan miskonsepsi.
“ASI tidak berubah jadi air putih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa penelitian justru menunjukkan kandungan lemak dan antibodi dalam ASI pada tahun kedua kehidupan tetap tinggi dan masih memberikan manfaat bagi anak.
Karena itu, menyusui anak usia di atas satu tahun tidak bisa dianggap sia-sia atau tidak berguna.
Baca juga: Mitos Seputar ASI Setelah 6 Bulan yang Masih Banyak Dipercaya, Ini Kata AIMI
Jika anak disapih sebelum usia 2 tahun
Meski demikian, dr. Denta menilai anak yang disapih sebelum usia dua tahun tidak selalu akan mengalami masalah, selama kebutuhan nutrisi dan emosionalnya tetap terpenuhi dengan baik.
Namun, anak berpotensi kehilangan sebagian manfaat perlindungan imun alami dari ASI, terutama terhadap infeksi saluran pernapasan dan diare.
“Yang penting, orangtua tetap memastikan kebutuhan gizi dan dukungan emosional anak terpenuhi,” ujarnya.
Baca juga: Dukungan Suami dalam Menyusui Jadi Kunci Kelancaran Produksi ASI
Ilustrasi ibu menyusui.
Dukungan untuk ibu menyusui
Dokter Denta juga mengingatkan bahwa menyusui hingga dua tahun bukan hanya tanggung jawab ibu semata.
Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan, terutama bagi ibu bekerja atau yang mengalami kendala produksi ASI.
Ia menyarankan ibu mencari pola menyusui yang realistis dan tidak terlalu membebani diri sendiri.
“Memberikan ASI pada dasarnya tidak hanya tanggung jawab ibu semata, tapi seluruh anggota keluarga dan masyarakat harus siap menjadi support system ibu,” katanya.
Ia juga mengimbau ibu untuk tidak ragu mencari bantuan konselor laktasi jika mengalami kesulitan selama proses menyusui.
“Dan yang paling penting, ibu tidak perlu merasa gagal jika perjalanan menyusuinya tidak selalu mudah,” ujar dr. Denta.
Tag: #mengapa #menyusui #dianjurkan #hingga #usia #tahun #penjelasan #dokter #anak