Anak Sudah MPASI, Mengapa ASI Masih Penting hingga Usia 2 Tahun? Ini Kata Dokter
Saat anak mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), tidak sedikit orangtua yang menganggap peran ASI sudah tidak terlalu penting.
Padahal, secara medis, pemberian ASI tetap dianjurkan hingga usia dua tahun atau lebih karena masih memberikan banyak manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Dokter Spesialis Anak di Mayapada Hospital dan Klinik Utama KiDi, dr. Kurniawan Satria Denta menjelaskan, ASI bukan hanya berfungsi sebagai sumber nutrisi, tetapi juga mengandung berbagai komponen penting yang tetap dibutuhkan anak meski sudah makan makanan keluarga.
“Secara medis, ASI memang dianjurkan hingga usia dua tahun atau lebih karena selain nutrisi, ASI juga mengandung antibodi, sel imun, hormon, dan faktor pertumbuhan yang masih sangat bermanfaat untuk anak,” ujar dr. Denta kepada Kompas.com, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, MPASI dan ASI bukanlah dua hal yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. Anak tetap membutuhkan ASI di tengah proses tumbuh kembangnya yang semakin aktif.
ASI tetap membantu daya tahan tubuh anak
Memasuki usia satu tahun, anak biasanya mulai lebih sering bermain di luar rumah, masuk daycare, atau berinteraksi dengan banyak orang. Kondisi ini membuat risiko terpapar infeksi juga meningkat.
Dalam situasi tersebut, ASI masih memiliki peran penting untuk membantu menjaga daya tahan tubuh anak.
“ASI berperan besar dalam daya tahan tubuh karena mengandung antibodi dan faktor imun aktif,” kata dr. Denta.
Ia menjelaskan, anak yang masih mendapatkan ASI cenderung memiliki perlindungan tambahan terhadap infeksi saluran pernapasan maupun diare. Selain itu, ASI juga membantu mempercepat pemulihan saat anak sedang sakit.
“Pada anak yang mulai sekolah atau daycare dan sering terpapar infeksi, ASI membantu menurunkan risiko sakit dan mempercepat pemulihan,” ujarnya.
Baca juga: Dukungan Suami Jadi Penopang Mental dan Spiritual Ibu Menyusui
Bukan sekadar nutrisi
Selain membantu sistem imun, ASI di tahun kedua kehidupan juga masih bermanfaat untuk mendukung perkembangan otak dan menjaga hidrasi anak, terutama ketika anak sedang susah makan atau mengalami gerakan tutup mulut (GTM).
Menurut dr. Denta, ASI juga memiliki peran emosional yang penting karena membantu membangun kedekatan antara ibu dan anak.
“ASI juga menjadi emotional bonding antara ibu dan anak,” katanya.
Karena itu, menyusui anak usia di atas satu tahun tidak bisa dipandang hanya sebagai kebiasaan semata.
Baca juga: Mengapa Menyusui Dianjurkan hingga Usia 2 Tahun? Ini Penjelasan Dokter Anak
Mitos kualitas ASI menurun
Di masyarakat masih beredar anggapan bahwa kualitas ASI akan menurun seiring bertambahnya usia anak. Namun, Kurniawan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan miskonsepsi.
“ASI tidak berubah jadi air putih,” ujarnya.
Beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa kandungan lemak dan antibodi dalam ASI di tahun kedua kehidupan tetap tinggi dan masih bermanfaat bagi anak.
Karena itu, ibu tidak perlu khawatir jika ingin melanjutkan menyusui hingga usia dua tahun atau lebih.
Ilustrasi menyusui.
Ibu tidak perlu merasa terbebani
Meski demikian, dr. Denta memahami bahwa proses menyusui tidak selalu mudah, terutama bagi ibu bekerja atau yang mengalami kendala produksi ASI.
Ia menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar agar ibu dapat menjalani proses menyusui dengan lebih nyaman.
“Memberikan ASI pada dasarnya tidak hanya tanggung jawab ibu semata, tapi seluruh anggota keluarga dan masyarakat harus siap jadi support system ibu,” kata dia.
Ia juga mengingatkan ibu untuk tidak merasa gagal jika perjalanan menyusuinya tidak berjalan sempurna.
“Yang penting adalah mencari pola yang realistis dan tidak terlalu membebani diri sendiri,” ujar dr. Denta.
Tag: #anak #sudah #mpasi #mengapa #masih #penting #hingga #usia #tahun #kata #dokter