Apa Pantangan Makanan untuk Radang Usus Kronis? Ini Saran Dokter
- Pola makan untuk menjaga kesehatan saluran cerna menjadi salah satu hal yang sering dipertanyakan oleh penderita radang usus kronis atau inflammatory bowel disease (IBD).
IBD merupakan penyakit peradangan kronis pada saluran cerna yang dapat menyebabkan diare berkepanjangan, nyeri perut, BAB berdarah, hingga penurunan berat badan.
Karena berkaitan dengan sistem pencernaan, makanan dinilai memiliki pengaruh terhadap kondisi pasien.
Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, mengatakan, hingga kini belum ada kesepakatan pasti mengenai makanan tertentu yang dapat memicu atau mencegah IBD sepenuhnya.
Baca juga: 6 Gejala Radang Usus Kronis yang Sering Dikira Penyakit Biasa
Makanan ikut berperan pada munculnya IBD
Menurut Prof. Murdani, makanan memang menjadi salah satu faktor yang diduga ikut memengaruhi munculnya IBD maupun kekambuhannya. Namun, penelitian mengenai hubungan tersebut masih terus berkembang.
Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE dalam Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
“Makanan salah satu faktor yang ikut berperan pada munculnya IBD. Namun sampai sekarang kita belum sepenuhnya sepakat makanan apa yang memicu IBD, membuat flarenya kambuh, atau bahkan mencegahnya,” ucap Prof. Murdani dalam Media Meet Up-Eka Hospital MT Haryono, di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Meski demikian, terdapat beberapa jenis makanan yang sementara ini diketahui kurang baik bagi kesehatan usus, terutama pada penderita IBD.
Baca juga: Mengenal Penyakit IBD, Ketika Usus Meradang Kronis
“Sementara ini yang sudah diketahui yaitu makanan tinggi gula, emulsifier seperti mayonaise, sebaiknya dihindari,” lanjutnya.
Makanan tinggi gula dinilai dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik di usus. Sementara emulsifier, yaitu bahan tambahan yang banyak ditemukan pada makanan olahan, diduga dapat memperburuk peradangan pada saluran cerna.
Kebiasaan merokok dan alkohol juga perlu dihindari
Selain makanan, gaya hidup juga memiliki pengaruh terhadap kondisi penderita IBD. Prof. Murdani mengatakan, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dapat berdampak buruk pada kesehatan usus.
“Kemudian kebiasaan merokok dan minum alkohol dianggap buruk untuk usus, khususnya bagi penderita IBD,” katanya.
Baca juga: Waspada, Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Saluran Cerna
Rokok dan alkohol dapat memperparah peradangan pada saluran cerna sehingga gejala lebih mudah kambuh.
Maka dari itu, pasien disarankan untuk menjaga pola hidup sehat guna membantu mengontrol penyakit. Menjaga kualitas tidur, mengelola stres, dan rutin menjalani kontrol kesehatan juga penting dilakukan agar kondisi tubuh tetap stabil.
Pola makan disesuaikan dengan kondisi penyakit
Prof. Murdani menjelaskan, aturan makanan pada penderita IBD tidak bisa disamaratakan. Pola makan perlu disesuaikan dengan kondisi penyakit, terutama saat pasien mengalami flare atau kekambuhan.
“Jika sudah terdiagnosis IBD, makanan yang dilarang itu tergantung kondisi dan tingkat keparahannya,” ujarnya.
Baca juga: GERD Tak Hanya Soal Lambung, Kesehatan Mental Juga Berperan
Pada fase flare atau kekambuhan, gejala biasanya memburuk dan pasien mengalami diare lebih sering. Dalam kondisi tersebut, konsumsi serat umumnya perlu dikurangi sementara waktu.
“Kalau IBD-nya lagi flare, diarenya sangat banyak, maka disarankan untuk mengurangi serat sebagai upaya untuk mengurangi frekuensi diare,” tutur Prof. Murdani.
Pengurangan serat dilakukan agar kerja usus tidak terlalu berat sehingga frekuensi BAB dapat lebih terkontrol. Namun, pengaturan pola makan sebaiknya tetap dilakukan di bawah pengawasan dokter atau ahli gizi.
Saat remisi, pasien tetap membutuhkan nutrisi seimbang
Ketika kondisi IBD sudah lebih terkendali atau memasuki fase remisi, pasien umumnya dapat makan lebih fleksibel dengan tetap memperhatikan kandungan nutrisi.
Penderita IBD sebenarnya tidak memiliki pantangan makanan yang sepenuhnya mutlak. Justru, pasien perlu memastikan asupan nutrisi tetap terpenuhi karena penyakit ini dapat menyebabkan berat badan turun.
“Tidak ada pantangan makanan tertentu, karena IBD ini bisa membuat pasien turun berat badan, maka sangat diperlukan tambahan nutrisi dari makanan sehat agar tidak memperburuk kondisi,” jelasnya.
Penderita IBD dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mengenali jenis makanan yang membuat gejalanya memburuk.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat, kondisi tubuh dapat lebih terjaga dan risiko kekambuhan bisa diminimalkan.
Baca juga: Kisah Steven, Sakit Radang Usus akibat Pola Makan dan Hobi Begadang
Tag: #pantangan #makanan #untuk #radang #usus #kronis #saran #dokter