Kasus Covid-19 di Singapura Naik 59 Persen, Varian Baru Kini Dominan
Ilustrasi Covid-19. Kasus Covid-19 di Singapura kembali meningkat dalam sepekan terakhir, sementara varian NB.1.8.1 kini menjadi yang paling banyak ditemukan.(SHUTTERSTOCK)
18:18
22 Mei 2026

Kasus Covid-19 di Singapura Naik 59 Persen, Varian Baru Kini Dominan

Kasus Covid-19 di Singapura kembali meningkat dalam sepekan terakhir. Otoritas kesehatan setempat mencatat jumlah infeksi melonjak dari 8.000 menjadi 12.700 kasus dalam periode 10 hingga 16 Mei 2026.

Kenaikan ini membuat pemerintah Singapura kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan, memakai masker saat sakit, dan memperbarui vaksin Covid-19, terutama bagi kelompok rentan.

Melansir The Straits Times (22/5/2026), Communicable Diseases Agency (CDA) mengatakan lonjakan kasus Covid-19 masih berada dalam situasi yang dapat ditangani rumah sakit.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik di AS, Varian Nimbus Jadi Pemicu Lonjakan Terbaru

Kasus rawat inap ikut meningkat

Selain jumlah kasus yang bertambah, angka rawat inap harian juga meningkat.

CDA mencatat rata-rata pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit naik dari 56 menjadi 73 orang per hari dalam periode yang sama. Sementara itu, rata-rata kasus di unit perawatan intensif (ICU) tercatat satu pasien per hari.

Meski begitu, CDA menegaskan rumah sakit umum di Singapura masih mampu menangani peningkatan kasus tersebut.

“Seperti penyakit pernapasan endemik lainnya, gelombang Covid-19 secara berkala diperkirakan akan terjadi sepanjang tahun,” tulis CDA dalam keterangannya.

Otoritas kesehatan Singapura juga mengatakan belum ada indikasi bahwa varian yang saat ini beredar menyebabkan penyakit lebih berat dibanding varian sebelumnya.

Baca juga: Warga Pamekasan Positif COVID-19, Pemkab Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan

Varian NB.1.8.1 dominasi kasus Covid-19 di Singapura

Ilustrasi Covid-19. Kasus Covid-19 di Singapura kembali meningkat dalam sepekan terakhir, sementara varian NB.1.8.1 kini menjadi yang paling banyak ditemukan.Gambar dibuat dengan AI Ilustrasi Covid-19. Kasus Covid-19 di Singapura kembali meningkat dalam sepekan terakhir, sementara varian NB.1.8.1 kini menjadi yang paling banyak ditemukan.

Menurut CDA, varian NB.1.8.1 kini menjadi varian Covid-19 yang paling banyak ditemukan di Singapura.

Varian tersebut merupakan turunan dari JN.1 dan menyumbang lebih dari separuh kasus yang berhasil diurutkan secara lokal.

Meski demikian, CDA memastikan vaksin Covid-19 yang digunakan saat ini masih efektif memberikan perlindungan terhadap varian tersebut.

Kenaikan kasus disebut kemungkinan dipicu oleh menurunnya kekebalan masyarakat seiring waktu.

Baca juga: Studi: Pandemi Mempercepat Penuaan Otak, Termasuk Orang yang Tidak Terinfeksi Covid-19

Dokter sebut lonjakan Covid-19 masih tergolong wajar

Konsultan senior National University Hospital (NUH) Singapura, Nares Smitasin, mengatakan kenaikan kasus Covid-19 saat ini sebenarnya sudah diperkirakan.

Menurut dia, Covid-19 kini telah memasuki fase endemik, mirip seperti influenza yang mengalami lonjakan musiman.

“Kami memperkirakan akan ada lonjakan musiman karena kekebalan dari infeksi sebelumnya atau vaksin secara alami akan menurun seiring waktu,” ujar Dr Smitasin, seperti dikutip dari CNA (21/5/2026).

Ia menambahkan masyarakat nantinya akan kembali membentuk kekebalan baru setelah terpapar varian yang berbeda.

Dr Smitasin mengatakan rumah sakit tempatnya bekerja memang mengalami peningkatan kasus, tetapi jumlahnya masih tergolong moderat dan belum dianggap tidak biasa.

“Pola seperti ini sudah lama terlihat pada virus pernapasan seperti influenza, ketika infeksi meningkat saat kekebalan masyarakat menurun dan muncul subvarian baru,” katanya.

Baca juga: 6 Tahun Lalu, Kasus Covid-19 Pertama Terkonfirmasi: Ini Kronologinya

Kelompok rentan diminta memperbarui vaksin

CDA merekomendasikan kelompok yang berisiko tinggi mengalami Covid-19 berat untuk memperbarui vaksin mereka. Kelompok tersebut meliputi:

  • Lansia usia 60 tahun ke atas
  • Penghuni fasilitas perawatan lansia
  • Individu dengan kondisi medis rentan mulai usia enam bulan

Petugas kesehatan dan orang yang tinggal bersama kelompok rentan juga dianjurkan menerima vaksin Covid-19 terbaru.

Selain vaksinasi, masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta mengurangi aktivitas sosial ketika sedang sakit.

CDA juga menyarankan penggunaan masker bagi orang yang mengalami gejala seperti pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, atau demam.

Pembaruan situasi Covid-19 ini menjadi laporan pertama CDA sejak Mei 2025, ketika Singapura juga sempat mengalami lonjakan kasus serupa.

Baca juga: Peneliti BRIN Ungkap Ciri dan Risiko Long Covid, Ancaman Kesehatan Pascapandemi

Tag:  #kasus #covid #singapura #naik #persen #varian #baru #kini #dominan

KOMENTAR