Teknologi Pencitraan MRI Modern Bantu Deteksi Dini Kelainan Saraf hingga Jantung
Di tengah perkembangan teknologi medis yang semakin canggih, pemeriksaan MRI 3 Tesla hadir sebagai salah satu inovasi pencitraan modern yang mampu memberikan hasil lebih detail dan akurat.
Teknologi ini dapat mendukung evaluasi berbagai kondisi medis, sehingga membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Thio Ananda Steven, Sp. Rad., mengatakan, MRI 3 Tesla merupakan pengembangan dari teknologi MRI generasi lama. Teknologi MRI sendiri sudah ditemukan sejak 50 tahun lalu dan terus mengalami perkembangan.
Baca juga: Kenali Manfaat Pemindaian MRI untuk Deteksi Penyakit
"Problemnya dari MRI generasi sebelumnya adalah citra yang dihasilkan itu tidak begitu bagus dan juga membutuhkan waktu scan, waktu pemindaian yang lebih lama," tutur dr. Steven.
Dibandingkan MRI 1,5 Tesla yang lebih umum, MRI 3 Tesla memiliki kekuatan medan magnet dua kali lebih besar sehingga mampu menghasilkan gambar dengan resolusi lebih tinggi dan detail yang lebih jelas.
"Pemeriksaan MRI 3 Tesla dapat mendukung evaluasi berbagai kondisi medis yang membutuhkan pencitraan detail, seperti pada saraf, jantung dan pembuluh darah, hingga ortopedi," papar dr.Steven.
Pada bidang saraf (neuro), teknologi ini dapat membantu menilai kondisi seperti stroke, tumor otak, epilepsi, gangguan saraf, saraf terjepit, dan kelainan tulang belakang.
Baca juga: Hipertensi Tak Terkontrol Jadi Pemicu Utama Stroke dan Gagal Jantung
"Pada bidang jantung dan pembuluh darah, MRI 3 Tesla dapat membantu mengevaluasi struktur dan fungsi jantung, gangguan otot jantung, peradangan otot jantung, gangguan katup, bekas serangan jantung, hingga kelainan jantung bawaan tertentu," kata dr.Steven.
Sementara pada bidang ortopedi, teknologi ini bermanfaat untuk melihat kondisi sendi, ligamen, tendon, otot, tulang rawan, cedera olahraga, robekan ligamen lutut, cedera meniskus, nyeri bahu, nyeri lutut, dan nyeri punggung.
Dengan kualitas gambar yang lebih tajam, MRI 3 Tesla juga memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan secara lebih optimal untuk mendeteksi kelainan sejak dini.
Baca juga: Jangan Tunggu sampai Tua, Pemeriksaan Jantung Sebaiknya Dilakukan Lebih Dini
Kehadiran MRI 3 Tesla Generasi Baru
Bethsaida Hospital secara resmi memperkenalkan inovasi fasilitas diagnosis terbaru berupa Sistem Pemindaian MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero berbasis Artificial Intelligence (AI).
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, menjelaskan bahwa kehadiran MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero merupakan bagian dari komitmen hospital dalam menghadirkan layanan diagnostik berteknologi tinggi dengan standar pelayanan yang modern dan berorientasi pada kebutuhan konsumen bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya.
"Kehadiran MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero ini semakin memperkuat layanan Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam melayani berbagai kebutuhan klinis, khususnya pada kasus-kasus kompleks seperti gangguan saraf (stroke dan tumor otak), jantung, ortopedi, hingga onkologi (kanker), serta layanan lain yang memerlukan pencitraan medis dengan tingkat akurasi dan presisi tinggi,” ujar dr. Margareth.
Baca juga: Dokter Ortopedi Ungkap Perbedaan Migrain dan Nyeri Kepala Karena Saraf
Selain mendukung efisiensi pemeriksaan, teknologi AI di mesin ini juga mampu menghasilkan gambar hingga 60 persen lebih tajam dibandingkan teknologi konvensional.
Dengan kemampuan tersebut, tenaga medis dapat memperoleh informasi pencitraan yang lebih detail untuk mendukung diagnosis dan perencanaan terapi yang lebih presisi.
Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan menambahkan, dengan tersedianya alat diagnostik yang andal dan diakui secara global, manajemen berkomitmen penuh untuk memfasilitasi para dokter spesialis dengan instrumen terbaik demi keselamatan pasien.
"Ketepatan hasil visualisasi dari MRI 3T berbasis AI ini akan mempermudah kolaborasi interdisiplin dokter dalam menyusun rencana terapi yang paling efektif, sehingga pasien dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa harus jauh-jauh berobat ke luar negeri," katanya.
Baca juga: Apa Bedanya Stroke Ringan (TIA) dan Stroke Biasa? Ini Penjelasan Dokter Saraf
Tag: #teknologi #pencitraan #modern #bantu #deteksi #dini #kelainan #saraf #hingga #jantung