Raffi Ahmad Jalani Operasi karena Lipoma, Kenali Ciri-ciri dan Gejalanya
Raffi Ahmad mengungkap alasan dirinya menjalani operasi setelah muncul benjolan di area bahu kiri. Dari hasil pemeriksaan, benjolan tersebut disebut kemungkinan mengarah pada lipoma, kista, atau benjolan jinak lainnya.
Raffi menyampaikan bahwa benjolan di bahunya berukuran sekitar 5-6 sentimeter dan perlu dipantau serta ditangani sesuai arahan dokter.
“Beberapa waktu terakhir banyak yang bertanya tentang benjolan di area bahu saya. Dari hasil pemeriksaan, kemungkinan mengarah pada lipoma (penumpukan jaringan lemak), kista, atau benjolan jinak lainnya,” tulis Raffi melalui akun Instagram-nya, Rabu (3/6/2026).
Raffi juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap sepele benjolan yang terus membesar atau berubah.
“Pemeriksaan sejak dini jauh lebih baik daripada menunggu sampai menimbulkan masalah yang lebih besar,” tulisnya.
Lalu, apa itu lipoma dan kapan benjolan seperti ini perlu diperiksakan ke dokter?
Baca juga: Benjolan di Tubuh Anda Bisa Jadi Lipoma, Tahu Apa Itu?
Apa itu lipoma?
Melansir Cleveland Clinic (13/10/2020), lipoma adalah benjolan jaringan lemak yang tumbuh tepat di bawah kulit.
Benjolan ini umumnya berbentuk bulat atau oval, terasa lunak atau kenyal, dan mudah bergerak saat disentuh.
Lipoma termasuk tumor jaringan lunak yang bersifat jinak. Artinya, lipoma bukan kanker dan sebagian besar tidak menyebabkan masalah kesehatan serius.
Lipoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh, tetapi paling sering ditemukan di punggung, batang tubuh, lengan, bahu, dan leher.
Mengutip National Library of Medicine (3/1/2026), lipoma merupakan tumor jinak dari sel lemak atau adiposit. Benjolan ini biasanya muncul sebagai nodul lunak, tidak nyeri, dan paling sering terlihat di area tubuh yang memiliki jaringan lemak.
Baca juga: 3 Perbedaan Lipoma dan Liposarcoma
Seperti apa ciri-ciri lipoma?
Tangkapan layar akun Instagram Raffi Ahmad @raffinagita1717. Raffi Ahmad mengungkap dirinya menjalani operasi akibat benjolan di bahu yang diduga lipoma, kondisi yang umumnya jinak tetapi tetap perlu diperiksa jika terus membesar atau berubah.
Melansir Medical News Today (20/12/2024), lipoma biasanya terasa sebagai benjolan lunak di bawah kulit dan dapat sedikit bergerak ketika ditekan.
Benjolan ini umumnya tumbuh perlahan dalam hitungan bulan atau tahun. Ukuran lipoma bervariasi. Lipoma biasanya tumbuh antara 1 hingga 10 sentimeter.
Namun, sebagian besar lipoma berukuran kurang dari 2 inci atau sekitar 5 sentimeter, meski dalam beberapa kasus ukurannya bisa lebih besar.
Secara umum, lipoma memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Terasa lunak atau kenyal
- Berbentuk bulat atau oval
- Mudah bergerak saat disentuh
- Tumbuh perlahan
- Biasanya tidak nyeri
- Berada tepat di bawah permukaan kulit
Namun, lipoma bisa terasa tidak nyaman jika menekan saraf atau berada di dekat sendi.
Beberapa jenis lipoma juga dapat menimbulkan nyeri, misalnya angiolipoma, yaitu lipoma yang mengandung jaringan lemak dan pembuluh darah.
Baca juga: Lipoma
Apa penyebab lipoma?
Penyebab pasti lipoma belum diketahui.
Namun, faktor keturunan diduga berperan. Seseorang lebih mungkin memiliki lipoma jika ada anggota keluarga yang juga mengalaminya.
Selain itu, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terbentuknya lipoma, termasuk riwayat keluarga, kondisi medis tertentu, dan cedera pada area tubuh tertentu.
Lipoma dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi, termasuk obesitas, hiperlipidemia, dan diabetes melitus.
Meski begitu, tidak semua orang dengan kondisi tersebut pasti mengalami lipoma.
Baca juga: 3 Cara Menghilangkan Lipoma, Tak Selalu Perlu Operasi
Apakah lipoma berbahaya?
Sebagian besar lipoma tidak berbahaya dan tidak membutuhkan pengobatan khusus.
Banyak orang hidup dengan lipoma tanpa menyadarinya karena benjolan tersebut tidak menimbulkan keluhan.
Lipoma biasanya tidak membutuhkan tindakan kecuali menyebabkan nyeri, rasa tidak nyaman, gangguan fungsi, atau menimbulkan kekhawatiran secara kosmetik.
Namun, benjolan di bawah kulit tetap perlu diperiksa untuk memastikan penyebabnya.
Hal ini penting karena lipoma dapat menyerupai kondisi lain, termasuk kista atau liposarkoma.
Lipoma tidak sama dengan liposarkoma. Liposarkoma adalah massa sel lemak yang bersifat kanker. Lipoma tidak berubah menjadi liposarkoma, tetapi keduanya dapat tampak mirip sehingga pemeriksaan dokter tetap diperlukan.
Kapan harus ke dokter?
Seseorang perlu memeriksakan diri jika menemukan benjolan atau pertumbuhan jaringan di bawah kulit.
Pemeriksaan penting dilakukan untuk memastikan apakah benjolan tersebut benar lipoma atau kondisi lain.
Dokter biasanya dapat mengenali lipoma melalui pemeriksaan fisik dengan melihat dan meraba benjolan.
Namun, bila benjolan besar, terasa nyeri, berada lebih dalam, atau diagnosis belum jelas, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan seperti USG, MRI, CT scan, atau biopsi.
Seseorang segera berkonsultasi jika benjolan bertambah besar, tumbuh cepat, nyeri, terasa keras, tidak mudah digerakkan, tampak merah atau panas, atau menyebabkan perubahan pada kulit di atasnya.
Dalam kasus Raffi Ahmad, benjolan di bahunya disebut telah diperiksa dan ditangani sesuai arahan dokter.
Pesan yang disampaikan Raffi sejalan dengan anjuran medis, yakni tidak menunda pemeriksaan ketika menemukan benjolan yang terus membesar atau berubah.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat digunakan sebagai dasar diagnosis maupun pengobatan. Jika Anda menemukan benjolan atau mengalami keluhan kesehatan tertentu, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Baca juga: Kenali Apa itu Lipoma, Benjolan Lemak di Bawah Kulit
Tag: #raffi #ahmad #jalani #operasi #karena #lipoma #kenali #ciri #ciri #gejalanya