Italia Setuju, Indonesia Bakal Terima Kapal Induk Hibah Giuseppe Garibaldi Tahun Ini
Ilustrasi kapal induk Italia Giuseppe Garibaldi.(seaforces.org)
15:06
26 Maret 2026

Italia Setuju, Indonesia Bakal Terima Kapal Induk Hibah Giuseppe Garibaldi Tahun Ini

Senat Italia pada Selasa (24/3/2026) resmi menyetujui transfer bebas kapal induk Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia.

Dekrit tersebut sebelumnya diinisiasi pada 19 Februari 2026 dan harus melalui proses peninjauan parlemen sesuai prosedur penghapusan alutsista yang tidak lagi digunakan.

Transfer ini diklasifikasikan sebagai hibah peralatan pertahanan usang. Artinya, kapal diberikan secara gratis kepada Indonesia karena sudah tidak lagi operasional secara militer.

Baca juga: Indonesia Akan Dapat Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Hibah dari Italia

Prosesnya diawasi Kementerian Pertahanan Italia bersama Staf Pertahanan, yang menilai kondisi teknis, umur pakai, serta biaya pemeliharaan.

Implementasi akan dilakukan bertahap hingga akhir 2026, mencakup aspek administratif, teknis, hingga logistik.

Awal ketertarikan Indonesia

Minat Indonesia terhadap kapal bekas Italia sudah muncul sejak 2021 melalui kerja sama bilateral.

Pemerintah melihat akuisisi kapal bekas sebagai solusi hemat biaya untuk memperkuat kemampuan maritim.

Pada Maret 2025, Indonesia mulai mengevaluasi Giuseppe Garibaldi sebagai kandidat kapal pembawa drone.

Langkah ini sejalan dengan kerja sama dengan Turkiye untuk memproduksi 60 drone TB3 dan sembilan sistem Akinci.

Pada Agustus 2025, pemerintah Indonesia menyetujui skema pembiayaan hingga 450 juta dollar AS (sekitar Rp 7,6 triliun) untuk akuisisi kapal, ditambah 250 juta dollar AS (sekitar Rp 4,2 triliun) untuk helikopter angkut dan 300 juta dollar AS (sekitar Rp 5 triliun) untuk helikopter utilitas yang akan dioperasikan dari kapal tersebut.

Kepala Staf TNI AL pada 13 Februari 2026 menyatakan, negosiasi masih berlangsung dengan pihak Italia dan perusahaan Fincantieri, tanpa mengungkap harga final, namun membuka kemungkinan pengiriman sebelum 5 Oktober 2026.

Status usang jadi syarat hibah

Transfer ini mengacu pada Pasal 311 hukum militer Italia yang mengizinkan hibah alutsista usang untuk tujuan defensif. Kapal hanya dapat diberikan jika sudah tidak memiliki kemampuan ofensif aktif.

Giuseppe Garibaldi memenuhi syarat ini karena sistem persenjataannya tidak lagi berfungsi.

Nantinya, kapal akan diserahkan tanpa sistem tempur aktif dan hanya mempertahankan fungsi navigasi, keselamatan, serta fasilitas dasar awak.

Kebijakan serupa sebelumnya juga digunakan Italia untuk mentransfer peralatan militer ke negara seperti Somalia, Niger, dan Moldova.

Sejarah panjang kapal induk Italia

Dibangun pada 1985, Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk pertama dalam sejarah Angkatan Laut Italia. Kapal ini telah beroperasi lebih dari 40 tahun dalam berbagai misi internasional.

Kapal ini pernah dikerahkan ke Somalia pada 1994–1995 untuk mendukung operasi amfibi dan misi PBB. Pada 1999, kapal tersebut beroperasi di Laut Adriatik selama krisis Kosovo.

Antara 2001 hingga 2002, kapal ini terlibat dalam operasi terkait Afghanistan selama 87 hari tanpa henti di laut, menempuh sekitar 20.000 mil laut sambil meluncurkan jet AV-8B untuk misi serangan dan dukungan.

Baca juga: Indonesia Akan Jadi Negara Ke-5 di Asia Miliki Kapal Induk, Terima Hibah dari Italia

Selain itu, kapal ini juga terlibat dalam operasi di Lebanon (2006) dan Libya (2011), serta berbagai misi Uni Eropa dan NATO.

Spesifikasi Giuseppe Garibaldi 

Kapal ini memiliki panjang 180,2 meter dengan bobot hingga 14.150 ton. Ditenagai empat turbin gas, kapal mampu melaju hingga 30 knot dengan jangkauan 7.000 mil laut.

Dalam kondisi operasional, kapal dapat membawa 16–18 pesawat, termasuk jet tempur AV-8B Harrier II dan helikopter. Awak kapal berjumlah sekitar 570 personel.

Namun, kapal ini resmi dimasukkan ke cadangan pada 31 Desember 2024 karena dianggap usang secara teknis. Sistem komando, pertahanan, dan kompatibilitas dengan teknologi modern dinilai tidak lagi memenuhi standar.

Biaya pemeliharaan tahunan yang mencapai sekitar 5 juta euro (sekitar Rp 97 miliar) juga menjadi pertimbangan. Jika dibongkar, prosesnya bisa memakan waktu dua tahun dengan biaya sekitar 18,7 juta euro (sekitar Rp 365 miliar).

Manfaat untuk Indonesia

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali diundang oleh Angkatan Laut Italia guna melaksanakan kunjungan di atas Kapal Induk Italia ITS Giuseppe Garibaldi yang sedang melaksanakan latihan pada Mei 2024.tnial.mil.id Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali diundang oleh Angkatan Laut Italia guna melaksanakan kunjungan di atas Kapal Induk Italia ITS Giuseppe Garibaldi yang sedang melaksanakan latihan pada Mei 2024.

Setelah diterima Indonesia, peran kapal ini diperkirakan masih terbatas pada fungsi komando, pelatihan, dan dukungan. Keterbatasan teknologi menjadi alasan utama pembatasan tersebut.

Namun, kehadirannya tetap dinilai strategis untuk memperluas jangkauan operasi TNI AL di wilayah kepulauan Indonesia yang luas, mencakup lebih dari 17.000 pulau.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi modernisasi bertahap Indonesia yang menggabungkan alutsista baru dan bekas guna menekan biaya, sambil tetap meningkatkan kemampuan pertahanan maritim.

Baca juga: Jeffrey Epstein Ternyata Danai Proyek Ilmuwan AI, Buka Jalan Hibah Pemerintah Hong Kong

Tag:  #italia #setuju #indonesia #bakal #terima #kapal #induk #hibah #giuseppe #garibaldi #tahun

KOMENTAR