WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan wabah Ebola berstatus darurat internasional. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan saat ini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia.
Penetapan status darurat internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) ini diumumkan WHO melalui situs resminya pada 17 Mei 2026, setelah sebelumnya berkonsultasi dengan negara-negara terkait.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, mengatakan Kemenkes sejauh ini masih akan terus memantau situasi secara global. Hal ini karena masih adanya ketidakpastian mengenai penyebaran lintas wilayah hingga risiko penyebaran di luar Afrika Tengah.
“Kementerian Kesehatan terus memantau situasi global dan melakukan penguatan kewaspadaan lintas sektor. Kami memastikan seluruh pintu masuk negara, baik pelabuhan maupun bandara, meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara terdampak,” ujar Aji dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dalam keterangan tersebut, Kemenkes juga mendapat informasi dari WHO bahwa risiko kematian akibat Ebola di Kongo mencapai 32,5 persen.
Selanjutnya, Kemenkes akan menerapkan kesiapsiagaan petugas di lapangan, penguatan skrining pelaku perjalanan, serta penyiapan prosedur rujukan ke rumah sakit berstandar internasional apabila ditemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada Ebola.
Seluruh laporan dari pintu masuk negara juga akan terintegrasi selama 24 jam melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta pusat operasi darurat kesehatan (Public Health Emergency Operation Center/PHEOC).
Sementara itu, WHO menyebut wabah Ebola disebabkan virus Bundibugyo yang terjadi di Kongo dan Uganda. Per 16 Mei, wabah ini telah menyebabkan 80 kematian suspek Ebola, dengan 8 kasus positif dan 246 kasus suspek di Ituri, Kongo.
Tidak berhenti di Kongo, pada 15 dan 16 Mei terdapat dua kasus konfirmasi Ebola dengan satu orang di antaranya meninggal dunia di Kampala, Uganda, dalam kurun waktu 24 jam usai bepergian dari Kongo.
Selain itu, sejumlah kasus kematian di masyarakat dengan gejala Ebola akibat virus Bundibugyo (BVD) juga dilaporkan terjadi di beberapa zona kesehatan Ituri. Bahkan, beberapa kasus juga diduga terjadi di Ituri dan Kivu Utara.
Bukan hanya masyarakat, WHO juga mendapat laporan sebanyak empat kematian petugas kesehatan dengan gejala virus demam berdarah yang terjadi di wilayah terdampak hingga memicu kekhawatiran.
Tag: #tetapkan #wabah #ebola #kongo #darurat #internasional #risiko #kematian #persen