Incar 450 Kg Uranium Iran, Trump Siapkan Operasi Militer Besar-besaran
Gambar dari citra satelit Maxar memperlihatkan kerusakan di situs nuklir Iran di Isfahan, setelah diserang bom Amerika Serikat pada Minggu (22/6/2025).(MAXAR TECHNOLOGIES via AFP)
14:54
30 Maret 2026

Incar 450 Kg Uranium Iran, Trump Siapkan Operasi Militer Besar-besaran

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan operasi militer skala besar untuk menyita hampir 1.000 pon atau sekitar 450 kilogram uranium dari Iran. 

Misi ini dinilai sangat kompleks dan berisiko tinggi karena akan menempatkan pasukan AS di dalam wilayah Iran selama beberapa hari atau lebih.

Sejumlah pejabat AS menyatakan, meski Trump belum mengambil keputusan final, dia tetap membuka peluang bagi operasi tersebut. 

Baca juga: Trump Sesumbar Bisa Rebut Pulau Kharg Iran dengan Sangat Mudah

Hal ini sejalan dengan tujuan utamanya untuk memastikan Iran tidak akan pernah bisa memproduksi senjata nuklir, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Minggu (29/3/2026).

Dalam sebuah pernyataan kepada wartawan pada Minggu malam, Trump menegaskan bahwa Iran harus mengikuti tuntutan AS. 

"Mereka akan memberikan debu nuklir itu kepada kita," ujar Trump merujuk pada cadangan uranium Iran.

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa militer saat ini hanya menjalankan tugas prosedural untuk menyiapkan segala kemungkinan.

"Adalah tugas Pentagon untuk melakukan persiapan guna memberikan pilihan maksimal kepada panglima tertinggi. Itu tidak berarti presiden telah membuat keputusan," kata Leavitt dalam sebuah pernyataan resmi.

Baca juga: Bersiap Invasi Darat ke Iran, Apa Target AS?

Risiko operasi di lapangan

Para ahli dan mantan perwira militer AS memperingatkan bahwa menyita uranium dengan kekuatan fisik akan menjadi salah satu operasi paling menantang bagi pemerintahan Trump. 

Misi ini diprediksi dapat memicu pembalasan dari Iran dan memperpanjang durasi perang melampaui target 4 hingga 6 minggu yang direncanakan tim Trump.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi meyakini uranium tersebut disimpan di dua lokasi utama yakni sebuah terowongan bawah tanah di kompleks nuklir Isfahan dan sebuah gudang di Natanz.

Proses ekstraksi materi radioaktif ini membutuhkan tim operasi khusus elite. 

Menurut Richard Nephew, pakar nuklir dari Columbia University, uranium yang diperkaya tersebut kemungkinan disimpan dalam 40 hingga 50 silinder khusus yang menyerupai tabung selam.

"Materi itu harus dimasukkan ke dalam peti pengangkut untuk melindungi dari kecelakaan. Itu bisa memenuhi beberapa truk," jelas Nephew.

Mantan komandan Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) Jenderal Purnawirawan Joseph Votel menuturkan, operasi ini tidak bisa dilakukan secara instan.

"Ini bukan jenis operasi yang bisa dilakukan dengan cepat, masuk lalu keluar begitu saja," tegas Votel.

Baca juga: Lebih dari 50.000 Tentara AS Sudah di Timteng, Invasi Darat ke Iran Makin Dekat?

Jalur diplomasi dan tekanan militer

Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026).VANTOR via AFP Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026).

Di tengah rencana operasi militer, Trump juga dilaporkan mendesak para tangan kanannya agar menekan Iran supaya menyerahkan uranium tersebut sebagai syarat berakhirnya perang. 

Hingga saat ini, Pakistan, Turkiye, dan Mesir telah bertindak sebagai perantara, namun Washington dan Teheran belum melakukan negosiasi langsung.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio pekan lalu menyatakan harapannya bahwa tujuan utama AS dapat tercapai tanpa melibatkan pasukan darat. 

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengisyaratkan bahwa opsi militer tetap ada di atas meja jika diplomasi buntu.

"Presiden terus memfokuskan pandangannya pada kemampuan nuklir," kata Hegseth pada 13 Maret lalu. 

"Kami memiliki berbagai opsi, termasuk jika Iran memutuskan untuk menyerahkan materi tersebut, yang tentu saja akan kami sambut baik," lanjutnya.

Baca juga: Peringatan Iran, Pasukan AS Akan Jadi Makanan Hiu jika Lakukan Invasi Darat

Tag:  #incar #uranium #iran #trump #siapkan #operasi #militer #besar #besaran

KOMENTAR