Trump Dilaporkan Bangun Bunker di Bawah Gedung Putih, Diklaim Anti Peluru dan Drone
Arsitek Shalom Baranes menunjukkan denah lokasi untuk ballroom Gedung Putih baru senilai 400 juta dollar AS selama pertemuan Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional di Washington DC pada 8 Januari 2026. (CHIP SOMODEVILLA / AFP)
07:24
31 Maret 2026

Trump Dilaporkan Bangun Bunker di Bawah Gedung Putih, Diklaim Anti Peluru dan Drone

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah menggarap proyek besar di Gedung Putih berupa pembangunan ballroom baru berkapasitas besar beserta fasilitas militer di bawahnya.

Fasilitas itu diduga kuat berkaitan dengan sistem keamanan tingkat tinggi, bahkan disebut sebagai bunker.

Trump memamerkan desain proyek tersebut kepada wartawan, menyebutnya sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Ia mengatakan, pembangunan ditargetkan selesai sebelum masa jabatannya berakhir.

Baca juga: Unggahan Gedung Putih Bikin Curiga, Video Misterius Mendadak Dihapus

Proyek ballroom Rp 6,9 triliun

Trump menyampaikan bahwa ballroom baru ini dibangun untuk mengatasi keterbatasan ruang di Gedung Putih dalam menggelar acara besar seperti jamuan kenegaraan.

Selama ini, kapasitas ruangan utama dinilai tidak cukup, sehingga acara sering harus menggunakan tenda tambahan di halaman.

Ballroom yang direncanakan memiliki luas sekitar 90.000 kaki persegi dan mampu menampung hingga 1.000 tamu.

Proyek ini didanai secara privat oleh Trump bersama sejumlah donor, dengan nilai yang membengkak dari 200 juta dollar AS (sekitar Rp 3,3 triliun) menjadi 400 juta dollar AS (sekitar Rp 6,9 triliun)

Di luar pembangunan ballroom, Trump mengungkap bahwa militer sedang membangun “kompleks besar” di bawah bangunan tersebut.

Ia menyebut proyek itu sebenarnya bersifat rahasia, tetapi terungkap ke publik akibat gugatan hukum yang diajukan terkait pembangunan.

“Militer sedang membangun kompleks besar di bawah ballroom,” kata Trump kepada wartawan.

Meski tidak menjelaskan secara rinci fungsi fasilitas itu, Trump memberi petunjuk bahwa kompleks tersebut dirancang sebagai perlindungan terhadap ancaman seperti drone. Desainnya juga menggunakan kaca jendela berlapis tebal anti peluru.

Terkait keamanan nasional

Sejumlah dokumen hukum dan pernyataan pihak terkait mengindikasikan bahwa fasilitas bawah tanah tersebut berkaitan dengan keamanan nasional.

Dalam gugatan yang muncul, pihak penggugat bahkan menyebut proyek itu sebagai “bunker”.

Pejabat Gedung Putih sebelumnya juga mengisyaratkan bahwa sebagian rencana pembangunan bersifat rahasia, terutama yang berkaitan dengan konstruksi bawah tanah.

Baca juga: Gedung Putih Pecah, Tarik Ulur Orang Dekat Trump Soal Akhir Perang Iran

Fasilitas ini disebut-sebut berkaitan dengan sistem perlindungan presiden dalam kondisi darurat, seperti yang sebelumnya telah ada di Gedung Putih melalui Presidential Emergency Operations Center, bunker yang dibangun sejak era Franklin D Roosevelt.

Tuai kritik

Rencana pembangunan ballroom sekaligus fasilitas bawah tanah ini menuai kritik dari berbagai pihak.

Selain karena dianggap mengubah tampilan historis Gedung Putih, proyek ini juga dipersoalkan dari sisi prosedur dan transparansi.

Sejumlah pihak menilai pembongkaran East Wing serta pembangunan baru seharusnya melalui persetujuan lembaga terkait sejak awal.

Kritik juga datang dari tokoh politik, termasuk rival lama Trump, Hillary Clinton, yang menilai perubahan tersebut tidak pantas dilakukan.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa ballroom memang telah lama dibutuhkan untuk mendukung kegiatan kenegaraan berskala besar, dan proyek ini tidak membebani anggaran negara karena dibiayai secara privat.

Detail masih terbatas

Ilustrasi Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. UNSPLASH/KRISTINA VOLGENAU Ilustrasi Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat.

Hingga kini, detail lengkap mengenai fasilitas bawah tanah tersebut belum diungkap ke publik.

Tidak diketahui secara pasti ukuran, kapasitas, maupun teknologi yang digunakan dalam kompleks tersebut.

Namun, keterlibatan militer serta label “rahasia” yang melekat pada proyek itu memperkuat dugaan bahwa fasilitas tersebut merupakan bunker atau pusat perlindungan presiden dengan sistem keamanan canggih.

Baca juga: Gedung Putih Kaget Trump Klaim Dapat Hadiah dari Iran, Tak Tahu Ada Pemberian

Tag:  #trump #dilaporkan #bangun #bunker #bawah #gedung #putih #diklaim #anti #peluru #drone

KOMENTAR