Trump Ancam Serang Keras Iran, Bawa Teheran ke Zaman Batu
Presiden AS. Trump Akui Ingin Mengambil Minyak Iran, Akankah Bernasib Seperti Venezuela?(AFP/JIM WATSON)
08:54
2 April 2026

Trump Ancam Serang Keras Iran, Bawa Teheran ke Zaman Batu

- Presiden Amerika Serikat, Donlad Trump menyatakan, pasukannya akan menyerang Iran dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Pernyataan ini disampaikannya dalam pidato pertama sejak perang di Iran dimulai, Rabu (31/3/2026).

“Kami akan terus berupaya hingga tujuan kami sepenuhnya tercapai. Berkat kemajuan yang telah kami raih, saya dapat mengatakan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan semua tujuan AS dalam waktu singkat, sangat singkat,” kata Trump, dikutip dari Al Jazeera.

"Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke zaman batu tempat mereka seharusnya berada," sambungnya.

Baca juga: Sebut Perang Akan Usai, AS Malah Tambah Pesawat Serang ke Timur Tengah

Ancam serang pembangkit listrik Iran

Menurutnya, perubahan rezim di Iran bukan tujuan AS untuk menyerang negara itu.

Pasalnya, perubahan rezim di Iran sudah terjadi seiring terbunuhnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei dalam serangan hari pertama 28 Februari.

Trump juga memperingatkan Iran akan serangan terhadap pembangkit listrik jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

“Jika selama periode waktu ini tidak ada kesepakatan yang tercapai, kami akan mengincar target-target utama," tegas dia. 

"Jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, kami akan menyerang setiap pembangkit listrik mereka dengan sangat keras, dan mungkin secara bersamaan,” sambungnya.

Baca juga: Jelang Pidato Tump, Presiden Iran Kirim Surat Terbuka untuk Warga AS

Desak sekutu lebih berani

Dalam pidato itu, ia juga mendesak sekutu AS untuk memiliki keberanian dalam merebut kembali kendali atas Selat Hormuz.

“Pergilah ke selat itu dan rebut saja, lindungi, gunakan untuk kepentingan kalian sendiri. Bagian tersulit sudah selesai, jadi seharusnya mudah,” tuturnya.

Pernyataan Trump merupakan pertanda terbaru bahwa ia berencana mengakhiri perang di Iran tanpa merebut kembali kendali atas selat tersebut.

Pada saat yang sama, ia bersikeras bahwa jalur pelayaran akan terbuka dengan sendirinya setelah perang.

Kendati demikian,  Iran berulang kali bersumpah untuk mempertahankan penutupan total atas jalur air yang bertanggung jawab atas perdagangan sekitar 20 persen minyak dunia itu.

Baca juga: Sebut NATO sebagai Macan Kertas, Trump Pertimbangkan Tarik Keanggotaan AS

Surat Presiden Iran untuk warga AS

Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato di Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York City, Amerika Serikat, 24 September 2025. Demo No Kings di Amerika, Presiden Iran: Warga AS Frustrasi, Tolak Kebijakan Israel FirstAFP/ANGELA WEISS Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato di Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York City, Amerika Serikat, 24 September 2025. Demo No Kings di Amerika, Presiden Iran: Warga AS Frustrasi, Tolak Kebijakan Israel First

Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan surat terbuka kepada warga Amerika Serikat pada Rabu (1/4/2026).

Surat terbuka ini muncul menjelang pidato pertama Donald Trump sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Dalam surat terbukanya, Pezeshkian melontarkan sejumlah pertanyaan kepada warga AS, termasuk kepentingan AS dalam perang di Iran.

"Kepentingan rakyat Amerika mana yang sebenarnya dilayani oleh perang ini?" bunyi surat itu, dikutip dari AFP, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Trump Klaim Presiden Iran Minta Gencatan Segera, Langsung Dibantah Teheran

Dengan menggambarkan konflik tersebut sebagai sesuatu yang merugikan kedua belah pihak, Pezeshkian bertanya apakah ada ancaman objektif dari Iran yang dapat membenarkan perilaku tersebut.

"Apakah 'America First' benar-benar termasuk dalam prioritas pemerintah AS saat ini?" tanya Pezeshkian.

Dia juga menuduh AS melakukan kejahatan perang dan dipengaruhi oleh Israel.

"Menyerang infrastruktur vital Iran, termasuk fasilitas energi dan industri, secara langsung menargetkan rakyat Iran, selain merupakan kejahatan perang, tindakan-tindakan tersebut membawa konsekuensi yang meluas jauh melampaui perbatasan Iran," ujarnya.

Ia menuding AS-Israel menebar ketidakstabilan dan menanam benih kebencian yang akan bertahan selama bertahun-tahun.

Tag:  #trump #ancam #serang #keras #iran #bawa #teheran #zaman #batu

KOMENTAR