Studi Ungkap, Masak di Rumah Bantu Turunkan Risiko Demensia
- Mengolah hidangan sendiri sering dikaitkan dengan berbagai manfaat, mulai dari mencegah obesitas hingga melindungi kesehatan jantung.
Kini, sebuah penelitian dalam Journal of Epidemiology & Community Health yang dipublikasi pada Maret 2026 mengungkap, temuan baru yang tak kalah penting.
Kebiasaan memasak di dapur ternyata ampuh memangkas risiko penurunan fungsi otak secara signifikan. Profesor di Departemen Kesehatan Masyarakat di Institut Sains Tokyo, Yukako Tani, PhD, menjelaskan landasan studinya tersebut.
Baca juga: 7 Tanda Awal Demensia Menurut Psikiater, dari Gangguan Memori hingga Sulit Fokus
"Kami berfokus pada memasak di rumah karena laporan Lancet Commission pada tahun 2020 mengidentifikasi bahwa sekitar 40 persen kasus demensia dapat dicegah dengan mengubah faktor gaya hidup, seperti diet dan aktivitas fisik," ucap Tani, melansir Medical News Today, Minggu (3/5/2026).
Ia melanjutkan, memasak di rumah mendorong kebiasaan makan yang lebih sehat, seperti peningkatan asupan sayuran dan buah, serta lebih sedikit konsumsi makanan olahan.
"Memasak di rumah juga melibatkan aktivitas fisik seperti berbelanja dan menyiapkan makanan, yang merupakan sumber olahraga penting bagi orang dewasa yang lebih tua, terutama setelah pensiun," lanjut Tani.
Dampak nyata memasak bagi lansia
Adapun, penelitian ini melibatkan hampir 11.000 lansia berusia 65 tahun ke atas di Jepang untuk melihat dampak kemandirian mereka di dapur.
Hasilnya, meracik makanan secara mandiri mampu menurunkan potensi demensia sebesar 23 persen pada pria dan 27 persen pada wanita.
Tani menerangkan, temuan menunjukkan bahwa frekuensi memasak hidangan sederhana dari awal, seperti menyiapkan bumbu dan bahan makanan, dapat dikaitkan dengan pengurangan risiko demensia.
Hal yang tidak kalah penting menurut dia adalah studi tersebut memberikan pengetahuan di luar manfaat nutrisi hidangan yang disantap.
"Hal ini menyoroti memasak di rumah sebagai perilaku gaya hidup yang potensial, sederhana, dan berkelanjutan, yang dapat berkontribusi pada pemeliharaan kesehatan kognitif," papar Tani.
Baca juga: Manfaat Memasak untuk Kesehatan Mental, Salah Satunya Meredakan Stres
Ilustrasi masak.
Menariknya, pemula yang tidak terlalu mahir memasak justru mendapatkan manfaat terbesar. Memasak setidaknya seminggu sekali terbukti mampu menekan risiko demensia hingga 67 persen bagi kelompok ini.
"Hasil ini sangat menarik, karena menunjukkan bahwa tindakan memasak itu sendiri dapat memberikan stimulasi kognitif dan peluang belajar yang bermanfaat bagi kesehatan otak," ucap Tani.
Mengapa memasak bisa menjaga ketajaman memori?
Dokter spesialis penyakit dalam di MemorialCare Medical Group sekaligus Chief Medical Officer di Healthy Brain Clinic di California, AS, Dung Trinh, MD, melihat adanya kaitan logis antara rutinitas harian dengan pelestarian memori.
"Sinyal yang paling menarik adalah bahwa asosiasi tersebut tampak paling kuat di antara orang dewasa yang lebih tua dengan keterampilan memasak yang lebih rendah, yang menimbulkan pertanyaan penting tentang pentingnya mempelajari keterampilan baru, stimulasi kognitif, dan fungsi sehari-hari," tutur dr. Trinh.
Baca juga: 5 Cara Melindungi Kuku Saat Memasak, Bisa Pakai Sarung Tangan
Kendati demikian, ia turut mengingatkan untuk tidak terlalu melebih-lebihkan studi tersebut.
Sebab, studi ini hanya menunjukkan kaitan antara memasak di dapur dengan penurunan risiko demensia, bukan bukti bahwa memasak bisa mencegah demensia.
Tips sederhana memulai rutinitas memasak
Membangun rutinitas baru tentu butuh penyesuaian. Ahli gizi diet terdaftar sekaligus pemilik Nutrition-In-Sight, Monique Richard, MS, RDN, LDN, menyarankan agar kamu memulai dari hal paling mendasar.
Kamu bisa merebus air, mengorak-arik telur, lalu perlahan menambahkan bahan lain seperti sayuran segar.
"Tujuannya bukanlah untuk menjadi koki ahli, tetapi untuk membangun kepercayaan diri dan konsistensi di dapur, sebagaimana sesuai dan dapat diterapkan per individu, dengan mengutamakan keselamatan dan aksesibilitas," terang Richard.
Kamu tidak perlu membuat semuanya dari nol. Manfaatkan sayuran potong beku atau ayam panggang matang untuk menghemat waktu dan tenaga.
Richard mengingatkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mempelajari sesuatu yang baru, atau meningkatkan ketajaman kulinermu.
"Terutama ketika keterampilan ini sangat penting untuk otonomi, kesenangan, dan kesehatan, serta kesejahteraan secara keseluruhan," tutur Richard.
"Memasak adalah satu dari sedikit aktivitas sehari-hari yang melibatkan otak, tubuh, dan nutrisi sekaligus. Ini secara harfiah memberi 'makan' otakmu dan menghemat uangmu," pungkas dia.
Baca juga: 6 Aktivitas Rumahan yang Bisa Bakar Kalori, Termasuk Memasak
Tag: #studi #ungkap #masak #rumah #bantu #turunkan #risiko #demensia