Iran Beri Peringatan soal Blokade Selat Hormuz, Ancam Tenggelamkan Kapal AS
- Iran mengancam akan menenggelamkan kapal-kapal Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz jika mereka memutuskan untuk mengawasi jalur pelayaran itu.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mohsen Rezaei, Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, kepada televisi pemerintah, Rabu (15/4/2026) waktu setempat.
"Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" kata Mohsen Rezaei, dikutip dari AFP, Kamis (16/4/2026).
"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menghadirkan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal dan kami dapat menghancurkannya," lanjutnya.
Baca juga: 20 Kapal Berhasil Lewat Selat Hormuz di Tengah Blokade AS, Lalu Lintas Mulai Pulih?
Seperti diketahui, AS memberlakukan blokade militer di Selat Hormuz setelah Teheran dan Washington gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan di Islamabad, Pakistan.
Rezaei merupakan mantan panglima tertinggi Garda Revolusi Iran yang diangkat sebagai penasihat militer oleh Khamenei bulan lalu.
Menurutnya, hebat jika AS melancarkan invasi darat ke Iran karena "kami akan menyandera ribuan orang dan kemudian untuk setiap sandera kami akan mendapatkan satu miliar dolar."
Ia juga menambahkan, tanpa memberikan detail lebih lanjut: "Saya sama sekali tidak mendukung perpanjangan gencatan senjata dan ini adalah pandangan pribadi."
Baca juga: Masih Mampukah Iran Ekspor Minyak Saat AS Blokade Selat Hormuz?
Militer AS blokade Selat Hormuz
Perahu berlayar di perairan Selat Hormuz dari arah Khasab di Oman, Semenanjung Musandam, 25 Juni 2025.
Sebelumnya, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz untuk pelayaran internasional setelah serangan gabungan yang dilakukan AS-Israel pada 28 Februari 2026.
Washington dan Teheran kemudian melakukan gencatan senjata selama dua minggu dan mengadakan perundingan di Islamabad pada 11 April 2026.
Sayangnya, perundingan tersebut menemui jalan buntu karena Iran menolak syarat dari AS untuk membuka Selat Hormuz dan menghentikan program uranium.
Baca juga: Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Kukuh Blokade Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump kemudian memerintahkan militernya untuk memblokade selat Hormuz mulai Senin (13/4/2026).
Hal itu dilakukan untuk memberikan tekanan ekonomi tambahan pada Iran dengan memutus salah satu sumber pendapatan yang tersisa.
Blokade tersebut berlaku untuk kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Baca juga: 24 Jam Blokade Selat Hormuz: Pelabuhan Iran Lumpuh, Negosiasi Berpeluang Lanjut
Merespons hal itu, militer Iran mengeluarkan peringatan akan memblokade perdagangan melalui Laut Merah jika blokade AS di Selat Hormuz berlanjut.
"Angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," kata kepala pusat komando militer Iran Ali Abdollahi dilansir AFP, Rabu (15/4/2026).
Dia menegaskan, jika AS melanjutkan blokade dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan tanker minyak Iran, itu akan menjadi gerbang melanggar gencatan senjata.
Tag: #iran #beri #peringatan #soal #blokade #selat #hormuz #ancam #tenggelamkan #kapal