Negosiasi AS-Iran Masih Buntu Jelang Gencatan Senjata Berakhir, Perang Lagi?
Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat.(Chat GPT)
09:06
20 April 2026

Negosiasi AS-Iran Masih Buntu Jelang Gencatan Senjata Berakhir, Perang Lagi?

- Ketua Parlemen sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, negosiasi dengan Amerika Serikat telah mencapai kemajuan.

Hal ini memperkuat kekhawatiran tentang kemungkinan kembalinya perang ketika gencatan senjata akan berakhir pada Rabu (22/4/2026).

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional pada Sabtu (18/4/2026) malam, Ghalibaf menuturkan, ada banyak kesenjangan dan beberapa poin mendasar yang tersisa, sehingga masih jauh dari diskusi akhir.

Senada, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyatakan, Presiden AS Donald Trump tidak dapat membenarkan pencabutan hak nuklir Teheran.

“Trump mengatakan Iran tidak dapat menggunakan hak nuklirnya, tetapi tidak mengatakan atas kejahatan apa. Siapa dia sehingga berhak merampas hak suatu bangsa?” kata Pezeshkian, dikutip dari Al Jazeera, Minggu.

Baca juga: Trump Disebut Tantrum Saat Pilot F-15 AS Jatuh, sampai Dilarang Masuk Ruangan

Nuklir dan Selat Hormuz

Masa depan program nuklir Iran dan Selat Hormuz merupakan poin-poin penting yang menjadi kendala dalam negosiasi.

Situasi kian pelik setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali menutup akses di Selat Hormuz hanya berselang 24 jam setelah membukanya.

Perubahan sikap drastis ini dipicu oleh aksi blokade laut AS yang terus menyasar pelabuhan-pelabuhan utama di Iran. 

Ghalibaf bahkan mengecam blokade tersebut sebagai tindakan yang bodoh dan konyol.

Menurutnya, Teheran tidak akan mengizinkan pihak lain untuk melintasi selat tersebut jika kapal-kapalnya sendiri diblokir.

Baca juga: Situasi Memanas, Iran Bersumpah Balas Serangan AS Usai Kapal Kargonya Ditembaki

Bayang-bayang perang

Dia juga memastikan, pasukan Iran sepenuhnya siap jika AS kembali memulai permusuhan kapan saja.

Para mediator telah mendorong putaran kedua pembicaraan perdamaian AS-Iran, setelah putaran pertama pada 12 April di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

Gedung Putih mengatakan, negosiasi lain kemungkinan akan diadakan di Islamabad. 

Akan tetapi, wakil menteri luar negeri Iran menegaskan bahwa tidak ada tanggal yang dapat ditetapkan sebelum kedua pihak menyepakati kerangka kerja dan menuduh Washington mempertahankan sikap "maksimalis".

Baca juga: Iran Masih Enggan Negosiasi, meski Delegasi AS Sudah Bertolak ke Pakistan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026. Perdebatan soal kondisi mental Donald Trump memicu pertanyaan publik tentang demensia, termasuk gejala dan bagaimana cara memastikan diagnosisnya secara medis.AFP/KENT NISHIMURA Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026. Perdebatan soal kondisi mental Donald Trump memicu pertanyaan publik tentang demensia, termasuk gejala dan bagaimana cara memastikan diagnosisnya secara medis.

Donald Trump memberikan serangkaian pernyataan yang beragam pada Sabtu. 

Ia menuding Iran "bertindak agak kurang ajar" di Selat Hormuz dan menegaskan bahwa AS tidak akan diperas. 

Menurutnya, pejabat AS dan Iran tetap berhubungan dan negosiasi berjalan dengan sangat baik.

Trump mengatakan, AS harus mulai menjatuhkan bom lagi, jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, ketika gencatan senjata dijadwalkan berakhir.

Baca juga: Armada Perang AS Tembak Kapal Kargo Iran yang Terobos Blokade di Selat Hormuz

Seorang peneliti senior di Pusat Studi Strategis Timur Tengah di Teheran, Abbas Aslani menuturkan, Iran menghadapi "jalur ganda" negosiasi dan tekanan dari AS.

“Jalur pertama adalah negosiasi, tetapi Iran mengatakan bahwa jika AS benar-benar mencari kesepakatan, mengapa mereka melakukan blokade angkatan laut, mengapa mereka menambah sanksi, dan mengapa mereka meningkatkan kehadiran militer mereka di kawasan itu?” tanyanya.

“Tidak ada tanda-tanda perpanjangan perjanjian ini, dan tidak ada yang membicarakan perpanjangan gencatan senjata ini,” katanya.

Tag:  #negosiasi #iran #masih #buntu #jelang #gencatan #senjata #berakhir #perang #lagi

KOMENTAR