Trump Tak Puas dengan Tawaran Iran, Sebut Belum Cukup untuk Berdamai
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenai konflik Timur Tengah di Cross Hall, Gedung Putih, Washington DC, 1 April 2026.(AFP/POOL/ALEX BRANDON)
06:36
26 April 2026

Trump Tak Puas dengan Tawaran Iran, Sebut Belum Cukup untuk Berdamai

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan tawaran pejabat Iran untuk menyetujui kesepakatan perdamaian abadi tidak cukup.

Dia juga membatalkan perjalanan Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad sambil menunggu panggilan lain tentang kesepakatan tersebut.

Baca juga: Trump Tiba-tiba Batalkan Perjalanan Utusan AS ke Pakistan, Ada Apa?

"Mereka memberi kami dokumen (penawaran) yang seharusnya lebih baik, dan yang menarik, segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit kami mendapatkan dokumen baru yang jauh lebih baik," kata Trump dikutip dari CBS News, Minggu (26/4/2026)

Meskipun tidak menyebutkan secara pasti apa yang ditawarkan Iran dalam negosiasi tersebut, dia mengulangi argumen yang sudah umum bahwa Iran harus mengakhiri program nuklirnya.

"Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, sesederhana itu. ... Mereka menawarkan banyak hal, tetapi tidak cukup," ujar Trump.

Baca juga: Hukum Rimba Trump-Netanyahu dan Seruan Moral Xi Jinping


Trump batalkan perjalanan utusan AS ke Pakistan

Sebelumnya, Trump mengatakan pada Sabtu (25/4/2026) waktu setempat, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner tidak akan pergi ke Pakistan untuk pembicaraan mengenai Iran.

"Saya sudah memberi tahu orang-orang saya beberapa waktu lalu bahwa mereka akan segera pergi, dan saya berkata, Tidak, kalian tidak akan melakukan penerbangan 18 jam untuk pergi ke sana," kata Trump, menurut laporan Fox News.

"Kita punya semua kartu. Mereka bisa menghubungi kita kapan saja mereka mau, tetapi kalian tidak akan melakukan penerbangan 18 jam lagi hanya untuk duduk-duduk dan membicarakan hal-hal yang tidak penting."

Trump juga menyampaikan mengklaim menerima tawaran yang lebih baik dari Iran hanya beberapa menit setelah pembatalan tersebut.

Baca juga: Negara Kekuatan Menengah Kini Mencuat, Pakistan Tengahi AS-Iran

Iran tidak ingin ada negosiasi paksa

Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato di Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York City, Amerika Serikat, 24 September 2025. Demo No Kings di Amerika, Presiden Iran: Warga AS Frustrasi, Tolak Kebijakan Israel FirstAFP/ANGELA WEISS Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato di Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York City, Amerika Serikat, 24 September 2025. Demo No Kings di Amerika, Presiden Iran: Warga AS Frustrasi, Tolak Kebijakan Israel First

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran tidak akan memasuki negosiasi paksa dengan AS, menurut stasiun penyiaran negara Iran, IRIB.

Dilansir CNN, Minggu (2/4/2026), dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Pezeshkian mengatakan tindakan AS yang sedang berlangsung merusak kepercayaan dan mempersulit jalan menuju dialog.

Ia menambahkan bahwa kemajuan akan tetap sulit kecuali "tindakan permusuhan dan tekanan operasional" dari Washington dihentikan.

Baca juga: Iran Sebut AS Pontang-panting Ingin Keluar Perang demi Selamatkan Muka

Pezeshkian mengatakan Washington harus terlebih dahulu menghilangkan hambatan operasional.

Itu termasuk blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar ke dan dari pelabuhan Iran untuk menciptakan kondisi bagi penyelesaian masalah.

Sharif meyakinkan Pezeshkian bahwa Islamabad “akan melanjutkan upaya tulus dan jujurnya untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan regional,” menurut pernyataan resmi dari Kantor Perdana Menteri Pakistan.

Tag:  #trump #puas #dengan #tawaran #iran #sebut #belum #cukup #untuk #berdamai

KOMENTAR