Jalin Transaksi dengan Iran, AS Bakal Hukum Terminal Minyak China
- Amerika Serikat pada Jumat (1/5/2026) memberlakukan sanksi terhadap terminal minyak China sebagai bagian dari serangkaian langkah baru terhadap Iran.
Mereka memperingatkan akan adanya konsekuensi bagi kapal-kapal yang membayar pungutan yang diminta oleh Teheran.
Langkah-langkah baru ini muncul di tengah kebuntuan diplomasi setelah Presiden Donald Trump menghentikan serangan AS-Israel terhadap Iran dan menjelang kunjungannya ke China dua pekan lagi.
Sejak masa jabatan pertama Trump, AS secara sepihak berupaya menghentikan semua negara lain membeli minyak dari Iran.
Baca juga: Trump Tak Puas dengan Proposal Baru Iran, Kembali Tebar Ancaman
Impor puluhan juta barrel minyak Iran
Departemen Luar Negeri mengatakan, AS memberlakukan sanksi terhadap Qingdao Haiye Oil Terminal Co Ltd yang menurut mereka telah mengimpor puluhan juta barrel minyak mentah Iran, membantu Iran menghasilkan miliaran dollar AS.
"Selama Iran berupaya menghasilkan pendapatan minyak untuk mendanai aktivitas destabilisasinya, AS akan meminta pertanggungjawaban baik Iran maupun semua mitra yang menghindari sanksi," kata Departemen Luar Negeri, dikutip dari AFP, Sabtu (2/5/2026).
Sanksi tersebut akan mengkriminalisasi setiap transaksi yang melibatkan AS melalui operator terminal, yang merupakan bagian dari pusat maritim utama Qingdao di Laut Kuning.
Baca juga: AS Tarik Kapal Induk Terbesar Dunia dari Perang Iran, Pulang Usai 300 Hari
Tahun lalu, AS memberlakukan sanksi serupa terhadap entitas lain di wilayah tersebut, yaitu Qingdao Port Haiye Dongjiakou Oil Products Co.
Harga minyak global telah melonjak sejak serangan AS-Israel setelah Iran sebagai balasan hampir memblokir Selat Hormuz, jalur air utama untuk transit energi.
Iran menuntut agar AS mengakhiri sanksi dan blokade angkatan laut.
Mereka berjanji akan mengenakan pungutan bagi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz, meskipun mendapat protes keras dari Trump.
Baca juga: Iran Kirim Proposal Baru ke AS via Pakistan, Aktifkan Pertahanan Udara
Tiga lembaga penukaran mata uang di Iran disanksi
Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan mengeluarkan peringatan untuk mengingatkan orang-orang di dalam dan di luar AS tentang risiko sanksi jika melakukan pembayaran kepada pemerintah Iran untuk mendapatkan jalur aman melalui Selat Hormuz.
Selain itu, pihaknya juga menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada tiga lembaga penukaran mata uang asing Iran.
Alasannya, tiga lembaga itu mengkonversi pendapatan minyak menjadi mata uang yang lebih mudah digunakan.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, lembaganya akan tanpa henti menargetkan kemampuan rezim untuk menghasilkan, memindahkan, dan memulangkan dana, serta mengejar siapa pun yang memungkinkan upaya Teheran untuk menghindari sanksi.
Tag: #jalin #transaksi #dengan #iran #bakal #hukum #terminal #minyak #china