Trump Beri Sinyal Tolak Proposal Baru Iran, Mau Perang Lagi?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenai konflik Timur Tengah di Cross Hall, Gedung Putih, Washington DC, 1 April 2026.(AFP/POOL/ALEX BRANDON)
07:55
3 Mei 2026

Trump Beri Sinyal Tolak Proposal Baru Iran, Mau Perang Lagi?

- Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (2/5/2026) mengatakan akan segera meninjau proposal perdamaian terbaru dari Iran.

Akan tetapi, dia meragukan prospek keberhasilan rencana itu perdamaian itu.

"Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi saya tidak dapat membayangkan bahwa rencana itu dapat diterima," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, dikutip dari AFP, Minggu (3/5/2026). 

"Karena mereka belum membayar harga yang cukup mahal atas apa yang telah mereka lakukan terhadap umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir," sambungnya.

Baca juga: Posisi Trump Kini Disebut Jauh Lebih Buruk, Simalakama Perang Iran?

Iran kirim proposal berisi 14 poin

Prospek suram ini muncul setelah kantor berita Iran, Tasnim dan Fars, melaporkan bahwa Teheran telah mengajukan proposal 14 poin kepada mediator Pakistan.

Rinciannya termasuk mengakhiri konflik di semua lini dan memberlakukan kerangka kerja baru untuk Selat Hormuz yang sangat penting.

Dalam wawancara singkat dengan wartawan di West Palm Beach, Florida, Trump menolak untuk menjelaskan secara spesifik apa yang dapat memicu aksi militer baru terhadap Iran.

"Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, tetapi untuk saat ini, kita akan lihat nanti," jelas dia. 

"Tetapi ada kemungkinan hal itu bisa terjadi, tentu saja," sambungnya.

Baca juga: Pertaruhan Berat Trump Pasca-Kebuntuan Perundingan dengan Iran

Sementara, seorang tokoh senior di komando pusat militer Iran, Mohammad Jafar Asadi mengatakan, konflik baru AS-Iran kemungkinan besar akan terjadi.

"Bukti telah menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen pada janji atau perjanjian apa pun," ujarnya, dikutip dari kantor berita Fars.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi menyebutkan, bola kini berada di tangan AS untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan perang.

"Iran siap untuk kedua jalur tersebut," tegasnya.

Baca juga: Kami seperti Bajak Laut di Selat Hormuz, Ambil Minyak, Ambil Kargo

Iran tuduh AS munafik

Iran mengajukan proposal baru ke Amerika Serikat di tengah kebuntuan soal Selat Hormuz. Blokade masih berlangsung, sementara tekanan ekonomi dan risiko lonjakan harga minyak terus membayangi. Iran mengajukan proposal baru ke Amerika Serikat di tengah kebuntuan soal Selat Hormuz. Blokade masih berlangsung, sementara tekanan ekonomi dan risiko lonjakan harga minyak terus membayangi.

Situs berita AS Axios awal pekan ini melaporkan, utusan Trump, Steve Witkoff, telah meminta agar program nuklir Teheran dimasukkan kembali ke meja perundingan.

Utusan Iran di PBB menunjuk pada persenjataan nuklir AS yang sangat besar dan menuduh Washington melakukan perilaku munafik terhadap ambisi atom Iran sendiri.

"Tidak ada pembatasan hukum terhadap tingkat pengayaan uranium, selama dilakukan di bawah pengawasan IAEA, seperti yang terjadi di Iran," demikian pernyataan tersebut.

Baca juga: Militer Iran Sebut AS Kemungkinan Besar Akan Menyerang Lagi

Iran telah mempertahankan kendali atas Selat Hormuz sejak perang dimulai, mencekik aliran utama minyak, gas, dan pupuk ke perekonomian dunia.

Sementara, Amerika Serikat telah memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad, mengatakan bahwa berdasarkan rancangan undang-undang yang sedang dipertimbangkan, 30 persen dari tol Selat Hormuz akan dialokasikan untuk infrastruktur militer, sedangkan sisanya akan dialokasikan untuk pembangunan ekonomi. 

"Mengelola Selat Hormuz lebih penting daripada memperoleh senjata nuklir," katanya.

Tag:  #trump #beri #sinyal #tolak #proposal #baru #iran #perang #lagi

KOMENTAR