Meski AS-Iran Damai, Selat Hormuz Butuh Waktu Lama untuk Pulih, Mengapa?
Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Trump Ungkap detik-detik kapal AS Tembaki Kapal Kargo Iran di Teluk Oman (AFP/GIUSEPPE CACACE)
05:30
8 Mei 2026

Meski AS-Iran Damai, Selat Hormuz Butuh Waktu Lama untuk Pulih, Mengapa?

- Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan semakin dekat mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Namun, ketidakstabilan di kawasan tersebut masih sulit diprediksi ditambah lalu lintas Selat Hormuz yang masih tersumbat.

Pengiriman melalui jalur vital tersebut masih terhenti dan kemungkinan tidak akan berjalan sampai ada stabilitas jangka panjang, menurut para pelaku industri kepada NBC News, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Iran Akan Bantu Kapal-kapal di Selat Hormuz, Siapkan Pasokan dan Medis


Lalu lintas Selat Hormuz butuh waktu lama untuk pulih

Menurut pakar keamanan maritim Christian Bueger, kesepakatan apa pun antara AS-Iran harus mencakup komitmen dari Teheran untuk tidak menyerang kapal sipil.

Termasuk mekanisme perlindungan militer yang bisa meyakinkan industri pelayaran bahwa perairan itu bebas dari ranjau, dengan pasukan reaksi cepat yang siap siaga.

“Yang kita butuhkan adalah kesepakatan jangka panjang tentang bagaimana keamanan maritim di selat ini akan diatur, karena jika tidak, kita mungkin akan kembali ke situasi yang sama dalam tiga atau lima tahun ke depan,” ujar Bueger.

Baca juga: Iran Disebut Tak Ingin Negosiasi soal Nuklir, Ngotot Kendalikan Selat Hormuz

Beberapa perusahaan pelayaran yang bersedia mengambil risiko akan segera mulai mengoperasikan kapal mereka melalui selat tersebut begitu kesepakatan diumumkan.

Tetapi, Bueger menegaskan, mungkin butuh berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk mengembalikan arus lalu lintas Selat Hormuz seperti sebelum perang.

“Hal itu akan terjadi secara bertahap, dan sangat bergantung pada penilaian risiko perusahaan pelayaran,”

“Karena merekalah yang membuat keputusan dan harus berkonsultasi dengan awak kapal mereka tentang apakah mereka bersedia mengambil risiko tersebut,” tambahnya.

Baca juga: Iran Bantah Tuduhan Trump soal Serangan ke Kapal Korsel di Selat Hormuz

Krisis tak langsung mereda saat Selat Hormuz dibuka

Ilustrasi Selat Hormuz.GOOGLE MAPS Ilustrasi Selat Hormuz.

Pada awal Maret lalu, para ahli menyebut bahkan jika Selat Hormuz dibuka besok, gangguan terhadap rantai pasokan global masih akan terasa lama.

Direktur senior komunikasi korporat perusahaan pelayaran Jerman, Hapag-Lloyd, Nils Haupt mengatakan, ketika selat itu dibuka justru akan terjadi gangguan pada rantai pasokan karena kapal-kapal akan melintas secara massal.

“Kita akan melihat ratusan kapal yang ingin singgah di pelabuhan-pelabuhan utama di Teluk Persia. Banyak kontainer yang masuk ke wilayah ini, dan kita akan melihat gangguan pada rantai pasokan yang menuju dan dari Teluk Persia,” kata Haupt kepada Al Jazeera, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Ditekan Sekutu Teluk, Trump Hentikan Operasi AS di Selat Hormuz

Sejalan dengan itu, Svein Ringbakken, direktur pelaksana Norwegian Shipowners’ Mutual War Risks Association, mengatakan bahwa meskipun fasilitas logistik beroperasi penuh, masih butuh waktu untuk menyelesaikan penumpukan minyak, gas, dan barang-barang lain yang dibongkar dari kapal.

Dia mengatakan tugas tersebut menjadi semakin sulit karena serangan-serangan yang telah merusak infrastruktur energi dan transportasi di seluruh Timur Tengah.

“Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengembalikan rantai pasokan pengiriman ke kondisi normal karena adanya penundaan,” tegas Ringbakken.

Baca juga: Irak Obral Minyak Mentah, Cari Pembeli yang Berani Lewat Selat Hormuz

Sebelumnya, penutupan Selat Hormuz secara efektif oleh Iran merupakan bentuk balasan atas serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari.

Ketegangan semakin meningkat di kawasan tersebut setelah Washington melakukan blokade militer untuk kapal yang datang dari/menuju pelabuhan Iran pada 13 April.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) memperkirakan bahwa sekitar 2.000 kapal tertahan di Teluk dekat Selat Hormuz yang berisi hingga 20.000 pelaut.

Kapal-kapal tersebut termasuk kapal tanker minyak dan gas, kapal kargo, kapal pengangkut curah, hingga kapal pesiar.

Tag:  #meski #iran #damai #selat #hormuz #butuh #waktu #lama #untuk #pulih #mengapa

KOMENTAR