IRGC Langsung Gelar Latihan Militer di Teheran Usai Trump Kirim Ancaman
Tentara Iran berdiri di depan potret Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam kampanye untuk menggalang solidaritas dan dukungan untuknya, di Teheran pada 29 April 2026.(AFP)
20:36
12 Mei 2026

IRGC Langsung Gelar Latihan Militer di Teheran Usai Trump Kirim Ancaman

- Media pemerintah pada Selasa (12/5/2026) melaporkan, Garda Revolusi Iran (IRGC) menggelar latihan militer di ibu kota untuk mempersiapkan diri menghadapi konfrontasi apa pun.

Latihan militer ini berlangsung seiring Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa gencatan senjata dalam perang Timur Tengah berada di ambang kehancuran.

Latihan tersebut melibatkan IRGC dan Basij, pasukan paramiliter yang berafiliasi dengan Garda Revolusi.

"Meningkatkan kemampuan tempur untuk menghadapi setiap pergerakan musuh Amerika-Zionis adalah salah satu tujuan dan skenario yang diimplementasikan dalam latihan ini, yang berhasil dilaksanakan," kata Komandan IRGC Teheran, Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh, dikutip dari AFP, Selasa.

Baca juga: Utusan AS: Negara Teluk Harus Membuat Pilihan, Iran atau Israel?

Kebuntuan negosiasi

Sebelumnya, Trump pada Minggu (10/5/2026) kembali menolak tanggapan Iran terhadap proposal Amerika Serikat untuk pembicaraan damai. 

Penolakan ini menghancurkan harapan akan segera berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu yang telah menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon, melumpuhkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, dan mendorong kenaikan harga energi global.

Beberapa hari setelah AS mengajukan tawaran dengan harapan membuka kembali negosiasi, Iran merilis tanggapan yang berfokus untuk mengakhiri perang di semua front, terutama Lebanon dan menjamin keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz yang diblokade. 

Beberapa jam setelah proposal Iran dirilis, Trump menolaknya dengan sebuah unggahan di media sosial.

"Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima," tulis Trump di Truth Social, tanpa memberikan detail lebih lanjut. 

Baca juga: Iran Ancam Lakukan Pengayaan Uranium 90 Persen jika Diserang, Apa Bahayanya?

Isi proposal baru Iran

Dikutip dari Tasnim, Minggu, proposal Iran mencakup tuntutan ganti rugi atas kerusakan perang dan penekanan pada kedaulatan Iran atas selat tersebut.

Proposal itu juga menyerukan AS untuk mengakhiri blokade angkatan lautnya, menjamin tidak akan ada serangan lebih lanjut, mencabut sanksi, dan mengakhiri larangan AS terhadap penjualan minyak Iran.

AS telah mengusulkan penghentian pertempuran sebelum memulai pembicaraan mengenai isu-isu yang lebih kontroversial, termasuk program nuklir Iran.

The Wall Street Journal mengutip sumber anonim yang mengatakan, Iran mengusulkan untuk mengurangi sebagian uranium yang sangat diperkaya dan mentransfer sisanya ke negara ketiga.

Pakistan, yang telah menjadi mediator dalam pembicaraan mengenai perang tersebut, meneruskan tanggapan Iran kepada AS.

Baca juga: Israel Kirim Pertahanan Udara Iron Dome ke UEA untuk Tahan Serangan Iran

Ultimatum Iran

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dilaporkan tengah digadang-gadang Amerika Serikat untuk menjadi Pemimpin Baru Iran.AFP Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dilaporkan tengah digadang-gadang Amerika Serikat untuk menjadi Pemimpin Baru Iran.

Sementara, kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengeluarkan ultimatum kepada Amerika Serikat untuk menerima syarat-syarat dalam proposal 14 poin Teheran atau akan menghadapi kegagalan.

Peringatan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak tawaran balasan terbaru dari Iran.

Sementara, Teheran bersikeras bahwa Washington harus mengakui hak-hak mereka jika ingin mengakhiri konflik yang telah melumpuhkan kawasan selama lebih dari dua bulan.

"Tidak ada alternatif lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana diuraikan dalam usulan 14 poin. Pendekatan lain apa pun akan sepenuhnya tidak membuahkan hasil, hanya kegagalan demi kegagalan," kata Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari AFP, Selasa (12/5/2026). 

"Semakin lama mereka mengulur waktu, semakin banyak uang pajak warga AS yang akan menanggungnya," sambungnya.

Tag:  #irgc #langsung #gelar #latihan #militer #teheran #usai #trump #kirim #ancaman

KOMENTAR