Trump Marah Usai Media Bongkar Detail Internal Perang Iran, Minta Jaksa Bertindak
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.(AFP/POOL/ALEX BRANDON)
13:48
13 Mei 2026

Trump Marah Usai Media Bongkar Detail Internal Perang Iran, Minta Jaksa Bertindak

- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan marah usai banyaknya informasi sensitif terkait strategi perang melawan Iran yang bocor ke publik. 

Hal ini memicu penyelidikan agresif oleh Departemen Kehakiman AS guna mengidentifikasi sumber kebocoran di internal pemerintahan.

Dikutip dari The Wall Street Journal, Senin (11/5/2026), Trump secara pribadi mengeluh kepada Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche tentang kebocoran informasi itu.

Menurut laporan tersebut, Blanche berjanji akan mengupayakan surat panggilan pengadilan yang menargetkan wartawan yang terlibat dalam pemberitaan sensitif tentang keamanan nasional.

Baca juga: Biaya Perisai Langit AS Capai Rp 1,2 Triliun Dollar, tapi Masih Rentan Serangan

Dianggap ancam keamanan nasional 

Dalam salah satu pertemuan, Trump menyerahkan setumpuk artikel kepada Blanche yang dianggapnya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, yang ditandai dengan catatan tempel bertuliskan "pengkhianatan".

Pejabat senior Departemen Kehakiman dan Pentagon juga telah membahas penyelidikan tersebut, menurut laporan itu.

Secara khusus, laporan itu mengatakan, Trump telah memfokuskan kemarahannya pada artikel-artikel yang memberikan rincian tentang bagaimana ia sampai pada keputusannya untuk melancarkan peran dan apa yang telah dikatakan para penasihatnya kepadanya saat ia mempertimbangkan keputusan tersebut.

“Dalam semua keadaan, Departemen Kehakiman mengikuti fakta dan menerapkan hukum untuk mengidentifikasi mereka yang melakukan kejahatan terhadap AS,” kata seorang juru bicara departemen tersebut.

Dorongan Trump untuk melanjutkan penyelidikan kebocoran informasi terjadi ketika Departemen Kehakiman telah meningkatkan penyelidikan terhadap pemberitaan sensitif tentang persiapan perang melawan Iran.

Baca juga: Selat Hormuz Lumpuh, Jalur Darat Gurun Arab Jadi Napas Baru Ekonomi Dunia

Kebuntuan negosiasi

AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz, Trump Klaim Gencatan Senjata Masih BerlakuShutterstock AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz, Trump Klaim Gencatan Senjata Masih Berlaku

Diketahui, Trump kini masih mencari cara untuk mengakhiri perang melalui negosiasi, meski masih buntu.

Trump pada Minggu (10/5/2026) bahkan kembali menolak tanggapan Iran terhadap proposal Amerika Serikat untuk pembicaraan damai. 

Penolakan ini menghancurkan harapan akan segera berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu yang telah menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon, melumpuhkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, dan mendorong kenaikan harga energi global.

Beberapa hari setelah AS mengajukan tawaran dengan harapan membuka kembali negosiasi, Iran merilis tanggapan yang berfokus untuk mengakhiri perang di semua front, terutama Lebanon dan menjamin keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz yang diblokade. 

Baca juga: Trump Anggap Menghentikan Nuklir Iran Lebih Penting, Warga AS Bukan Prioritas

Beberapa jam setelah proposal Iran dirilis, Trump menolaknya dengan sebuah unggahan di media sosial.

"Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima," tulis Trump di Truth Social, tanpa memberikan detail lebih lanjut. 

Proposal Iran mencakup tuntutan ganti rugi atas kerusakan perang dan penekanan pada kedaulatan Iran atas selat tersebut.

Proposal itu juga menyerukan AS untuk mengakhiri blokade angkatan lautnya, menjamin tidak akan ada serangan lebih lanjut, mencabut sanksi, dan mengakhiri larangan AS terhadap penjualan minyak Iran.

Tag:  #trump #marah #usai #media #bongkar #detail #internal #perang #iran #minta #jaksa #bertindak

KOMENTAR