Kanselir Jerman Kritik Iklim Sosial AS, Tak Sarankan Anaknya Tinggal di Sana
- Kanselir Jerman, Friedrich Merz pada Jumat (15/5/2026) mengaku tak akan menyarankan anak-anaknya untuk tinggal atau belajar di Amerika Serikat saat ini.
Menurutnya, iklim sosial AS saat ini berubah dengan cepat dan memiliki peluang yang terbatas bahkan bagi mereka yang berpendidikan tinggi.
"Saya sangat yakin bahwa hanya ada sedikit negara di dunia yang menawarkan peluang sebesar ini, terutama bagi kaum muda, seperti Jerman," katanya, dikutip dari Reuters, Jumat (15/5/2026).
"Saya tidak akan merekomendasikan anak-anak saya pergi ke AS saat ini, mendapatkan pendidikan di sana, dan bekerja di sana, hanya karena iklim sosial di sana tiba-tiba berkembang," sambungnya.
Baca juga: Jerman Coba Redakan Tensi Trump-Merz, Ajak Bahas Penarikan 5.000 Tentara
Desak warga Jerman optimis
Berbicara kepada audiens muda di sebuah konvensi Katolik di Wuerzburg, Merz mengatakan, orang-orang terlalu cenderung berpikir dalam "mode bencana" tentang keadaan dunia.
Ia pun mendesak warga Jerman untuk merasa lebih optimis tentang potensi negara mereka sendiri.
Merz menjabat pada tahun 2025 sebagai seorang yang mengaku sebagai pendukung hubungan lintas Atlantik, tetapi sejak itu mengkritik sekutu terkuat Jerman.
Sementara, Trump pada gilirannya meminta Merz seharusnya fokus memperbaiki negaranya yang sedang bermasalah.
"Saya sangat mengagumi AS. Kekaguman saya tidak bertambah saat ini," ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan.
Baca juga: Tak Cuma Tarik Pasukan, AS Batal Tempatkan Tomahawk di Jerman, Imbas Ketegangan Kanselir Merz-Trump?
Ketegangan Merz vs Trump
Pernyataan tersebut menyoroti ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Eropa di bawah penerubragan Presiden Donald Trump.
Perselisihan mengenai perdagangan, perang di Ukraina, dan Iran kini memberikan tekanan pada aliansi NATO.
Bulan lalu, Merz memberikan penilaian yang blak-blakan dengan menyebut Washington tengah "dipermalukan" oleh taktik negosiasi Iran.
Merz menyoroti kegagalan diplomasi di mana Iran menolak bertemu dengan pejabat AS sebelum blokade pelabuhan dicabut.
Baca juga: Gegara Tomahawk AS Batal Ditempatkan di Jerman, Berlin Gandeng Ukraina
“Masalah dengan konflik seperti ini adalah Anda tidak hanya harus masuk, Anda juga harus keluar lagi," ujarnya,
"Kita telah melihat hal itu dengan sangat menyakitkan di Afghanistan selama 20 tahun. Kita juga melihatnya di Irak,” sambungnya.
Pernyataan itu pun membuat Trump meradang dan menyindir kondisi internal Jerman dengan menyebut negara tersebut tengah mengalami kesulitan ekonomi akibat kepemimpinan yang ia anggap tidak tegas.
Baca juga: Hubungan Jerman-Israel Memanas, Kanselir Friedrich Merz Diserang Menterinya Netanyahu
AS tarik pasukan dari Jerman
Kanselir Jerman Friedrich Merz (kanan) saat berbicara dengan salah satu tentara dalam kunjungan ke barak militer di Munster, Jerman utara, 30 April 2026.
Menyusul ketegangan itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth awal bulan ini telah memerintahkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman dalam waktu satu tahun ke depan.
"Kami memperkirakan penarikan pasukan akan selesai dalam enam hingga dua belas bulan ke depan," kata juru bicara Pentagon, Sean Parnell, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Sabtu (2/5/2026).
"Keputusan ini diambil setelah peninjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan Departemen di Eropa dan sebagai pengakuan atas kebutuhan wilayah operasi dan kondisi di lapangan," tambahnya.
Kendati demikian, Merz menanggapi santai penarikan pasukan AS dari Jerman.
Menurutnya, tidak semua kabar yang beredar dalam beberapa hari terakhir ini adalah hal baru.
“Mungkin ini agak dilebih-lebihkan, tapi ini bukan hal baru,” jelas dia.
Tag: #kanselir #jerman #kritik #iklim #sosial #sarankan #anaknya #tinggal #sana