Aktivis GSF Sebut Israel Bertindak Brutal: “Mereka Perlakukan Hewan Lebih Baik”
Ilustrasi penangkapan aktivis Global Sumud Flotilla oleh tentara Israel pada 2 Oktober 2025.(GLOBAL SUMUD FLOTILLA via AFP)
09:06
22 Mei 2026

Aktivis GSF Sebut Israel Bertindak Brutal: “Mereka Perlakukan Hewan Lebih Baik”

Sejumlah aktivis “Flotilla for Gaza” menyebut pasukan Israel melakukan kekerasan saat mencegat kapal mereka di perairan internasional dalam perjalanan menuju Gaza.

Salah satu aktivis asal Belgia, Julien Cabral, mengaku mengalami luka di wajah dan tubuh setelah kapal yang ditumpanginya dihentikan oleh pasukan Israel.

Cabral tiba di Bandara Istanbul pada Kamis (21/5/2026) setelah dievakuasi bersama ratusan orang lain oleh pemerintah Turkiye.

Baca juga: Nasib 9 WNI Aktivis GSF, Dipulangkan Usai Alami Kekerasan Saat Ditangkap Israel

Ankara diketahui telah mengevakuasi 422 orang dengan penerbangan khusus, termasuk 85 warga negaranya sendiri, serta menyiapkan dokter dan ambulans untuk para aktivis yang dipulangkan.

Aktivis klaim ditembak peluru plastik dan dipukul

Ilustrasi kapal Global Sumud Flotilla.AFP/FETHI BELAID Ilustrasi kapal Global Sumud Flotilla.

Cabral, 57 tahun, mengatakan, dirinya berada di kapal kecil yang berangkat dari Turkiye bersama enam aktivis lain, yakni warga Italia, Belgia, Malaysia, Finlandia, Kanada-Palestina, dan Afrika Selatan.

Menurutnya, sekitar 10 personel pasukan Israel mencegat kapal mereka di perairan internasional, lebih dari 500 kilometer dari pantai Israel, pada Senin (18/5/2026).

“Mereka pertama-tama mengacaukan komunikasi lalu menaiki kapal di siang bolong dengan senjata dan menembakkan peluru plastik hanya untuk bersenang-senang,” kata Cabral, seperti dikutip AFP.

“Kami mengetahui bahwa kami adalah kapal ke-12 yang dicegat. Kami terkejut. Ada korvet di sekeliling kami. Mereka bergerak dengan sangat keras meski kami semua mengangkat tangan,” lanjutnya.

Cabral menyebut pasukan yang mencegat mereka adalah komando marinir Israel.

“Saya dipukul di pelipis”

Cabral mengatakan, dirinya merupakan orang kedua yang memimpin kapal tersebut. Ia mengaku dipukul saat pasukan Israel mulai mengambil alih kapal.

“Kapten kami, orang Italia, masih berdiri dan mereka langsung menargetkannya. Saya mendapat pukulan di pelipis kiri,” ujarnya.

Ia mengatakan, para aktivis kemudian dipindahkan dengan tangan terikat kabel plastik ke sebuah “kapal penjara” dan ditempatkan di dalam kontainer.

“Saya mendengar mereka berkata dalam bahasa Inggris, ‘ayo bersenang-senang’,” kata Cabral.

Menurutnya, para tahanan meminta bertemu dokter selama tiga hari namun terus dijawab “nanti, nanti”.

“Mereka menyita obat milik seseorang yang menderita epilepsi. Di kapal ‘Sirius’, tujuh orang mengalami total 35 patah tulang,” katanya sambil menunjukkan bagian tulang rusuk dan lengannya yang cedera.

Baca juga: Menteri Israel Ejek Aktivis Flotilla, Langsung Diserbu Kecaman

Mengaku kekurangan air dan kebutuhan dasar

Cabral juga menuduh para tentara hanya melempar kotak berisi roti dan air dari dek atas kapal dalam jumlah yang tidak mencukupi.

“Pasti ada sekitar 200 orang di sana. Kami meminta tambahan air, tisu toilet, tampon untuk perempuan. Kami harus meminta semuanya,” ujarnya.

Ia mengatakan, para tahanan kemudian dibawa turun dari kapal pada Rabu (20/5/2026) dan dipindahkan menggunakan mobil tahanan sempit menuju lokasi penahanan dekat Ashdod, Israel selatan.

Menurut Cabral, borgol yang dipasang terlalu ketat dan para tahanan dipaksa membungkuk selama berjam-jam.

“Kami tidak bisa melihat apa pun. Mereka menekan leher kami,” katanya.

“Dan mereka terus menampar kami, menghina kami. Orang-orang tertawa bersama mereka sambil memutar lagu kebangsaan Israel. Mereka sangat keras terhadap warga Yordania dan Tunisia,” tambahnya.

Aktivis Turkiye: “Mereka perlakukan hewan lebih baik”

Aktivis asal Turkiye, Bilal Kitay, yang berasal dari Bingol di Turkiye timur, juga menuduh pasukan Israel bertindak lebih brutal dibanding pencegatan sebelumnya pada April lalu.

“Itu jauh, jauh lebih keras dibanding sebelumnya. Mereka menyerang kami,” katanya.

“Masing-masing dari kami dipukuli, perempuan maupun laki-laki. Inilah yang dialami warga Palestina sepanjang waktu,” lanjut Kitay.

Ia kemudian melontarkan kritik keras terhadap perlakuan pasukan Israel.

“Sayangnya, mereka memperlakukan hewan mereka lebih baik,” ujarnya.

Baik Cabral maupun Kitay mengatakan, mereka tetap berniat ikut dalam konvoi flotilla berikutnya menuju Gaza.

“Benar sekali. Kami akan terus melanjutkan,” kata Cabral.

Baca juga: Rudal AS Nyaris Habis gegara Bela Israel, Sekutu Ketar-ketir Hadapi China dan Korut

Tag:  #aktivis #sebut #israel #bertindak #brutal #mereka #perlakukan #hewan #lebih #baik

KOMENTAR