Saat Masha and The Bear Dianggap Berbahaya dan Sempat Akan Dicekal di Rusia...
Kartun anak populer Masha and The Bear sempat menjadi sorotan di Rusia setelah ilmuwan politik sekaligus figur publik Vadim Popov mengusulkan agar tayangan tersebut dibatasi di televisi dan layanan streaming.
Menurut Popov, serial animasi yang terkenal di berbagai negara itu mengandung pesan-pesan yang dianggap bertentangan dengan nilai tradisional Rusia.
Popov mengatakan, Masha and The Bear tidak layak ditonton anak-anak karena dinilai memuat “sebaran makna berbahaya.”
Baca juga: Charlie Hebdo Bikin Kartun Sindiran soal Gempa Turkiye, Tuai Reaksi Keras
“Produk ini tidak boleh ditunjukkan kepada anak-anak. Kartun ini mengandung sebaran makna berbahaya yang bertentangan dengan nilai-nilai tradisional Rusia,” kata Popov dalam wawancara dengan Paragraph, Selasa (28/10/2025).
Ia menyoroti fakta bahwa karakter utama, Masha, digambarkan tinggal sendirian tanpa orang tua.
“Sebagai permulaan, karakter utamanya hidup sendiri tanpa orang tua. Ini contoh keterasingan yang aneh dan berbahaya bagi anak kecil,” ujarnya.
Masha dinilai kejam pada hewan
Para penampil dalam Masha and the Bear on Ice berseluncur di atas es dalam pertunjukan yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Minggu (19/8/2018).
Selain mempersoalkan kehidupan Masha yang tanpa pengawasan orang tua, Popov juga mengkritik kepribadian tokoh utama tersebut.
Menurutnya, Masha digambarkan sebagai anak yang moody dan materialistis. Ia juga mempertanyakan mengapa seluruh hewan di hutan digambarkan takut kepada gadis kecil itu.
Popov bahkan menyinggung salah satu episode ketika Masha memaksa para serigala mengobatinya sambil histeris.
“Itu bisa dianggap sebagai bentuk kekejaman karakter utama terhadap hewan,” katanya.
Baca juga: 4 Fakta Unik Walt Disney, Pelopor Kartun Animasi
Kritik terhadap upaya pembatasan kartun
Usulan pembatasan Masha and The Bear kemudian memicu kritik karena dianggap terlalu berlebihan dalam menafsirkan cerita fiksi anak-anak.
Menurut laporan The Moscow Times, kartun tersebut dinilai memakai unsur absurditas dan pembalikan situasi normal sebagai sumber komedi, termasuk ketika seorang anak kecil mampu membuat hewan-hewan hutan kewalahan.
Perbandingan juga muncul dengan berbagai tokoh fiksi anak lain seperti Huckleberry Finn, Pippi Longstocking, Oliver Twist, hingga Mowgli dalam kisah The Jungle Book yang hidup tanpa orang tua atau berinteraksi dengan hewan.
Cerita Harry Potter karya JK Rowling juga ikut disinggung. Dalam kisah itu, makhluk boggart disebut dapat dikalahkan dengan mantra “riddikulus,” yakni dengan mengubah rasa takut menjadi sesuatu yang lucu.
Di tengah kontroversi tersebut, Masha and the Bear tetap menjadi salah satu kartun yang dikenal luas di Rusia.
Baca juga: Saat Kartun Ikonik The Simpsons Tayang Perdana pada 17 Desember 1987...
Tag: #saat #masha #bear #dianggap #berbahaya #sempat #akan #dicekal #rusia