Ditekan AS, Kuba Minta Bantuan Internasional
Para siswa dari sekolah militer ikut serta dalam protes Anti-Imperialis di depan Kedutaan Besar AS menentang invasi AS ke Venezuela, di Havana pada 16 Januari 2026. Penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS pada 3 Januari 2026, dan pembunuhan 32 warga Kuba yang ditugaskan untuk melindunginya dalam operasi tersebut merupakan pukulan besar bagi dinas intelijen Kuba.(AFP/YAMIL LAGE)
09:12
27 Mei 2026

Ditekan AS, Kuba Minta Bantuan Internasional

- Pemerintah Kuba meminta bantuan komunitas internasional untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan di negaranya. 

Permohonan ini disampaikan di tengah tekanan hebat dan blokade energi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla menyampaikan seruan tersebut dalam pidatonya di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Kuba, Kultus Castro, dan Asap Cerutu Komunis yang Tak Lagi Pekat

"Saya menyerukan kepada komunitas internasional untuk memobilisasi diri guna mencegah bencana kemanusiaan yang dapat dipaksakan melalui senjata atau blokade bahan bakar," ujar Rodriguez.

Dia menambahkan bahwa situasi saat ini memerlukan tindakan nyata dari dunia,  sebagaimana dilansir AFP.

"Sekarang seharusnya menjadi waktu bagi solidaritas dengan Kuba," tegasnya.

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengisyaratkan rencana untuk mengambil alih negara komunis tersebut. 

Baca juga: China Bantu Kuba Lawan Embargo AS, Kirim 15.000 Ton Beras

Setelah aksi serangan AS pada bulan Januari yang menggulingkan Nicolas Maduro di Venezuela, Trump menyatakan bahwa Havana bisa menjadi target militer berikutnya.

Tekanan dari Washington kian intensif seminggu lalu ketika pemerintahan Trump mendakwa Raul Castro atas penembakan jatuh dua pesawat kecil berbasis AS pada tahun 1996. 

Langkah ini memicu kekhawatiran bahwa AS tengah mencari dalih untuk menggulingkan pemerintahan di Havana.

Sehari setelah pengumuman dakwaan Castro, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga memberikan peringatan keras kepada Kuba.

Baca juga: Kuba Tak Lagi Digdaya, Tapi Rekam Jejak Militernya Pernah Bikin AS Waspada

Rubio mengancam bahwa AS kini fokus sepenuhnya untuk mengubah sistem komunis di negara tersebut.

Menanggapi tekanan tersebut, Rodriguez menyatakan di hadapan Dewan Keamanan PBB bahwa dakwaan tersebut murni bermotif politik. 

Dia juga membantah keras tuduhan AS yang menyebut Kuba sebagai ancaman bagi keamanan nasional mereka.

"Itu adalah gagasan yang bertentangan dengan logika dan akal sehat. Biarkan Kuba hidup damai," kata Rodriguez kepada Dewan Keamanan.

Baca juga: Militer Kuba Dulu Kelas 1, Kini Seberapa Kuat Lawan AS?

Kuba sendiri telah lama mengalami krisis ekonomi yang parah selama bertahun-tahun, sebagian besar diakibatkan oleh embargo perdagangan AS yang diberlakukan sejak Fidel Castro berkuasa pada tahun 1959. 

Akibatnya, warga Kuba terus menghadapi kelangkaan makanan, obat-obatan, serta kebutuhan pokok lainnya.

Kondisi diperparah dengan pemadaman listrik massal yang sering terjadi secara nasional.

Situasi di sana juga kian memburuk setelah Trump memutus pasokan minyak dari Venezuela, yang merupakan sekutu utama Kuba, menyusul tumbangnya pemerintahan Maduro.

Baca juga: Dulu Ditakuti, Kini Kekuatan Militer Kuba Merosot Hadapi AS

Tag:  #ditekan #kuba #minta #bantuan #internasional

KOMENTAR