Kesenjangan Keterampilan Masih Tinggi, Perguruan Tinggi Perkuat Pembelajaran Berbasis AI
Perubahan dunia kerja yang semakin cepat membuat banyak orang tua kini mempertimbangkan faktor kesiapan karier saat memilih perguruan tinggi bagi anak. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), tantangan yang dihadapi lulusan tidak lagi sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Survei global ManpowerGroup menunjukkan sebanyak 77 persen perusahaan masih kesulitan menemukan talenta dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Sementara itu, laporan World Economic Forum memprediksi sekitar 22 persen pekerjaan di dunia akan mengalami perubahan sebelum 2030. Kondisi tersebut mendorong perguruan tinggi untuk menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih relevan dengan perkembangan pasar kerja.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, mengatakan pendidikan tinggi saat ini perlu memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dunia profesional.
Ilustrasi Mahasiswa. (Dok. Istimewa)“Pendidikan tinggi saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/5).
Menurut Nelly, mahasiswa juga perlu memperoleh kesempatan memperluas kompetensi, mendapatkan paparan global, serta pengalaman profesional sejak dini agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BINUS University memperkuat pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam proses pembelajaran, riset, hingga layanan mahasiswa. Mahasiswa didorong untuk memahami penggunaan AI secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab, termasuk dalam proses analisis informasi, pemecahan masalah, dan pengembangan solusi.
Selain melalui teknologi, kampus juga memperluas kolaborasi dengan dunia industri guna memperkenalkan mahasiswa pada kebutuhan dan tren terbaru di pasar kerja. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami penerapan teknologi dalam berbagai profesi sekaligus meningkatkan kesiapan kerja setelah lulus.
BINUS juga menawarkan sejumlah program pembelajaran fleksibel, seperti Minor Program, Mobility Program, dan Multi-Campus Program, yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman lintas disiplin, lintas budaya, serta paparan internasional.
Melalui program enrichment, mahasiswa berkesempatan mengikuti magang, penelitian, kewirausahaan, pengabdian masyarakat, hingga pengalaman internasional sebelum menyelesaikan studi.
Dengan dukungan lebih dari 170 universitas mitra di berbagai negara dan lebih dari 2.200 mitra industri, perguruan tinggi dinilai semakin dituntut untuk membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dunia kerja yang terus berkembang.
Tag: #kesenjangan #keterampilan #masih #tinggi #perguruan #tinggi #perkuat #pembelajaran #berbasis