8 Hari Jelang Piala Dunia, Guru di Meksiko Bentrok Tuntut Kenaikan Gaji
Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko memanas setelah kelompok guru melakukan aksi protes besar-besaran menuntut kenaikan gaji dan perubahan aturan pensiun.
Demonstrasi yang melibatkan serikat guru CNTE itu mengganggu aktivitas di pusat Kota Mexico City hingga berujung bentrokan dan aksi perusakan.
Aksi tersebut berlangsung beberapa hari sebelum laga pembuka Piala Dunia digelar di Stadion Azteca, Mexico City, pada 11 Juni.
Baca juga: Meksiko Rusuh Lagi 10 Hari Jelang Piala Dunia, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Guru
Para guru menegaskan akan terus melakukan demonstrasi jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan mereka.
Guru protes jelang Piala Dunia
Menurut laporan AFP, pada Rabu (3/6), para demonstran menggunakan tiang lampu jalan sebagai pendobrak untuk menerobos masuk ke kantor pusat Kementerian Pendidikan di ibu kota.
Sumber dari kementerian menyebut aksi itu menyebabkan pos penjagaan rusak dan sejumlah jendela pecah. Tayangan televisi Meksiko juga memperlihatkan adanya kebakaran kecil di lokasi.
Sehari sebelumnya, para guru yang berunjuk rasa menumbangkan patung besar pemain sepak bola di jalur utama Paseo de la Reforma. Mereka juga merusak properti bertema sepak bola dan memblokir sejumlah jalan utama.
Para demonstran menuntut kenaikan gaji serta pencabutan aturan pensiun yang mereka nilai merugikan.
Pemerintah Meksiko sebelumnya menyepakati kenaikan gaji sebesar 9 persen, tetapi jumlah itu masih jauh dari tuntutan kelompok guru yang meminta kenaikan hingga 100 persen.
Sheinbaum tolak represi terhadap demonstran
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan, pemerintah tidak akan memilih tindakan represif meskipun aksi protes terjadi menjelang ajang internasional besar tersebut.
“Mereka ingin kita menggunakan represi menjelang Piala Dunia,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers hariannya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan “jatuh ke dalam jebakan” untuk melakukan tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa.
Baca juga: Masih Perang dengan AS, Iran Tunggu Izin Masuk untuk Piala Dunia
Sheinbaum juga menyerukan dialog dengan para guru. Menurutnya, ada tuntutan yang bisa dipenuhi pemerintah, meskipun sebagian lainnya terkendala oleh keterbatasan anggaran.
“Melalui dialog, kami akan mencoba menangani masalah-masalah yang memungkinkan untuk ditangani. Ada beberapa tuntutan yang tidak memungkinkan dipenuhi sepenuhnya karena anggaran, tetapi ada beberapa yang bisa kami penuhi; jadi, kami sedang menanganinya,” kata Sheinbaum.
Guru janji lanjutkan aksi
Namun, para guru menilai dialog pemerintah belum menghasilkan kemajuan nyata.
“Yang dilakukan pemerintah hanyalah mengadakan pertemuan untuk dialog, tetapi tidak ada kemajuan,” kata Sergio Cruz, salah satu guru yang ikut aksi, kepada The Guardian.
“Kami menuntut keadilan,” lanjutnya.
Pemimpin serikat guru juga mengkritik persiapan Piala Dunia yang dianggap menggeser perhatian dari perjuangan pekerja.
“Ini menunjukkan bahwa ruang-ruang milik rakyat dapat diprivatisasi sesuka hati dan demi kepentingan perusahaan besar di balik Piala Dunia ini, dengan mengesampingkan perjuangan hak-hak pekerja,” ujar Filiberto Frausto, salah satu pemimpin serikat.
Para guru berjanji akan terus menggelar aksi, bahkan jika harus dilakukan selama Piala Dunia berlangsung.
“Protes akan terus berlanjut. Ini adalah momen bagi dunia untuk mengetahui pemerintahan seperti apa yang kami miliki,” kata Cruz.
Baca juga: Sepak Bola, Geopolitik, dan Piala Dunia 2026
Tag: #hari #jelang #piala #dunia #guru #meksiko #bentrok #tuntut #kenaikan #gaji