Pria Muda di Bawah 40 Banyak Alami Disfungsi Ereksi, Dokter Ungkap Sebabnya
– Disfungsi ereksi (erectile dysfunction/ED) selama ini identik dengan pria berusia di atas 50 tahun yang memiliki masalah kesehatan tertentu.
Namun, anggapan tersebut kini mulai berubah. Para dokter mulai menemukan bahwa kondisi ini juga semakin sering dialami oleh pria usia muda.
“Kami melihat peningkatan yang jelas pada pria muda yang datang dengan keluhan disfungsi ereksi, meski mereka secara umum sehat,” ujar kepala urologi di Northwell Plainview Hospital, Bilal Chughtai, dikutip dari New York Post, Sabtu (28/3/2026).
Baca juga: Disfungsi Ereksi Tak Hanya karena Usia, Ini 3 Penyebab Utamanya
Fenomena ini juga makin sering ditemui dalam praktik klinis. Keluhan disfungsi ereksi kini tidak hanya datang dari pasien usia lanjut, tetapi juga dari pria yang masih berusia 20 hingga 30-an.
Bahkan, sebagian dari mereka tidak memiliki riwayat penyakit kronis yang biasanya dikaitkan dengan kondisi tersebut.
Sejumlah penelitian pun menunjukkan, bahwa lebih dari seperempat pria di bawah usia 40 tahun mengalami kesulitan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk berhubungan seksual.
Baca juga: Dari Ereksi hingga Ejakulasi, Ini Penjelasan Dokter tentang Vasektomi
Tidak Selalu Berkaitan dengan Masalah Fisik
Pada pria yang lebih tua, disfungsi ereksi umumnya berkaitan dengan faktor fisik, seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung yang memengaruhi aliran darah.
Namun, pada pria muda, penyebabnya kerap berbeda.
“Sebagian besar kasus disfungsi ereksi pada pria muda bersifat psikologis, dipicu oleh stres dan kecemasan,” ujar dokter urologi Leon Telis.
Bahkan, banyak pasien muda yang hasil pemeriksaan medisnya normal, tanpa gangguan fisik yang dapat menjelaskan kondisi tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa masalah yang dialami bukan terletak pada fungsi organ, melainkan pada respons tubuh terhadap tekanan mental.
Baca juga: Stres Tak Kunjung Reda? Bisa Jadi Tubuh Kurang Cairan
Stres dan Tekanan Psikologis Jadi Faktor Utama
Tekanan mental menjadi salah satu pemicu utama disfungsi ereksi pada pria muda.
Berbagai faktor seperti tuntutan performa seksual, rasa tidak percaya diri, hingga pengaruh lingkungan sosial dapat memicu kecemasan berlebih.
Menurut terapis seks Rocky Tishma, banyak pria muda mengalami kondisi di mana mereka tidak memiliki masalah ereksi saat sendiri, tetapi kesulitan saat bersama pasangan.
Kondisi ini menunjukkan adanya peran besar faktor psikologis dalam fungsi seksual.
Rasa cemas yang muncul saat berinteraksi dengan pasangan dapat mengganggu fokus dan respons tubuh, sehingga menghambat terjadinya ereksi.
Baca juga: Apakah Menonton Film Porno Termasuk Perselingkuhan?
Pengaruh Pornografi dan Media Sosial
Paparan pornografi sejak usia muda juga disebut turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus disfungsi ereksi.
Konten tersebut dapat membentuk ekspektasi yang tidak realistis terhadap hubungan seksual, baik dari segi performa maupun penampilan tubuh.
“Pornografi sering kali merupakan gambaran yang dilebih-lebihkan dari realitas,” ujar Lane Palmer, kepala urologi anak di Northwell Cohen Children’s Medical Center.
Akibatnya, sebagian pria muda menjadi terbiasa dengan tingkat rangsangan yang tinggi, sehingga sulit merespons situasi nyata yang tidak sesuai dengan ekspektasi tersebut.
Selain itu, media sosial juga dapat memperkuat rasa tidak percaya diri, termasuk terkait citra tubuh, yang pada akhirnya meningkatkan kecemasan saat berhubungan intim.
Baca juga: Gen Z Bosan dengan Adegan Seks di Film
Hubungan Erat antara Pikiran dan Tubuh
Para ahli menekankan bahwa ereksi bukan hanya proses fisik, tetapi juga melibatkan sistem saraf dan kondisi psikologis.
Hillelsohn menjelaskan bahwa ereksi bergantung pada sistem saraf parasimpatik yang membantu meningkatkan aliran darah ke penis.
Namun, saat seseorang merasa cemas atau tertekan, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin.
Hormon ini justru menyempitkan pembuluh darah dan menghambat aliran darah, sehingga membuat ereksi sulit terjadi atau tidak bertahan lama.
“Jika Anda khawatir tentang kemampuan ereksi, tubuh akan melepaskan adrenalin dan memperburuk kondisi tersebut,” terangnya.
Kondisi ini dapat berkembang menjadi siklus berulang, di mana satu pengalaman buruk memicu kecemasan pada kesempatan berikutnya, yang dikenal sebagai performance anxiety.
Baca juga: Ukuran Penis Menentukan Tingkat Kesuburan, Benarkah?
Meningkatnya Kesadaran dan Akses Informasi
Selain faktor penyebab, peningkatan kasus yang terlihat juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat.
Kini, semakin banyak pria muda yang berani membicarakan dan mencari bantuan untuk masalah ini.
Akses informasi melalui internet serta maraknya layanan kesehatan berbasis digital membuat topik disfungsi ereksi menjadi lebih terbuka dibandingkan sebelumnya.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan obat seperti Viagra atau Cialis tidak selalu menjadi solusi utama, terutama jika penyebabnya bukan masalah fisik.
Baca juga: Kondom Bikin Penis Susah Ereksi, Benarkah?
Perlu Pendekatan Menyeluruh
Para ahli menekankan bahwa disfungsi ereksi pada pria muda perlu ditangani dengan pendekatan yang menyeluruh.
Selain pemeriksaan medis untuk memastikan tidak ada gangguan fisik, penting juga untuk memperhatikan faktor psikologis dan gaya hidup.
Pengelolaan stres, membatasi paparan pornografi, serta membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan dapat membantu mengatasi masalah ini.
Dalam banyak kasus, kondisi dapat membaik seiring meningkatnya rasa percaya diri dan berkurangnya kecemasan.
Tag: #pria #muda #bawah #banyak #alami #disfungsi #ereksi #dokter #ungkap #sebabnya