Bagaimana Perasaan Anak saat Usahanya Diabaikan Orang Dewasa? Ini Penjelasan Psikolog
Ilustrasi anak.(Freepik)
21:35
13 Mei 2026

Bagaimana Perasaan Anak saat Usahanya Diabaikan Orang Dewasa? Ini Penjelasan Psikolog

Sorotan terhadap ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI belum sepenuhnya mereda.

Selain perdebatan mengenai keputusan juri, perhatian publik juga tertuju pada keberanian siswi SMAN 1 Pontianak yang menyampaikan keberatan secara langsung di depan banyak orang.

Di balik viralnya momen tersebut, muncul pertanyaan yang lebih dalam: bagaimana sebenarnya perasaan anak ketika usaha dan perjuangannya merasa tidak dihargai oleh orang dewasa?

Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., mengatakan situasi seperti itu dapat meninggalkan dampak emosional yang cukup kuat bagi anak maupun remaja, terutama ketika terjadi di ruang publik.

Menurut Vera, pada usia remaja, penilaian sosial dari lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi emosional mereka.

Karena itu, ketika usaha yang sudah dilakukan tidak dihargai atau dianggap tidak adil, anak bisa mengalami berbagai emosi sekaligus.

“Anak bisa merasa malu, sedih, marah, kecewa, bahkan merasa tidak berharga,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Berkaca dari Siswi SMAN 1 Pontianak, Psikolog: Speak Up Bentuk Keberanian Moral

Rasa tidak adil bisa lebih membekas

Vera menjelaskan, dalam banyak kasus, rasa diperlakukan tidak adil sering kali lebih membekas dibandingkan kegagalan karena belum mampu.

Ketika anak kalah karena memang belum bisa, biasanya masih ada ruang untuk menerima keadaan dan belajar memperbaiki diri.

Namun, situasinya berbeda jika anak merasa usahanya tidak dinilai secara fair.

Menurut Vera, kondisi tersebut dapat memunculkan rasa kecewa, bingung, marah, hingga kehilangan kepercayaan terhadap lingkungan atau figur otoritas.

“Rasa diperlakukan tidak adil menyentuh harga diri anak dan membuat mereka merasa tidak berdaya,” jelasnya.

Anak perlu merasa suaranya didengar

Dalam proses tumbuh kembang, anak dan remaja membutuhkan validasi bahwa usaha serta pendapat mereka layak didengar.

Bukan berarti semua keinginan anak harus selalu dipenuhi, tetapi penting bagi orang dewasa untuk tetap menghargai proses dan perasaan mereka.

Sikap meremehkan, memotong pembicaraan, atau meminta anak terus diam dapat membuat mereka belajar bahwa suara mereka tidak penting.

Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa berdampak pada rasa percaya diri anak di kemudian hari.

Anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang takut menyampaikan pendapat dan terbiasa memendam emosi.

Baca juga: Apa Itu Gaslighting? Istilah yang Ramai Disebut dalam Polemik MC LCC 4 Pilar

Pentingnya respons orang dewasa

Vera menilai orang dewasa memiliki peran penting dalam membangun budaya komunikasi yang sehat dengan anak.

Ketika terjadi perbedaan pendapat atau keberatan, respons yang tenang dan terbuka dapat membantu anak belajar menyampaikan emosi secara lebih baik.

Menurutnya, anak juga perlu melihat bahwa kritik atau keberatan dapat disampaikan tanpa agresivitas dan tetap menghormati semua pihak.

Fenomena siswi SMAN 1 Pontianak ini pun menjadi pengingat bahwa di balik keberanian anak untuk speak up, ada kebutuhan emosional yang ingin didengar dan dipahami oleh orang dewasa.

Tag:  #bagaimana #perasaan #anak #saat #usahanya #diabaikan #orang #dewasa #penjelasan #psikolog

KOMENTAR