11 Cara Mandi yang Benar untuk Menjaga Kesehatan Kulit Menurut Dokter
– Mandi sering dianggap sebagai rutinitas sederhana untuk membersihkan tubuh sekaligus menyegarkan pikiran.
Namun, cara mandi yang kurang tepat justru dapat berdampak pada kesehatan kulit, mulai dari kulit kering, iritasi, hingga kerusakan lapisan pelindung kulit.
Dokter kulit mengingatkan bahwa kebiasaan seperti mandi terlalu lama atau menggunakan air yang terlalu panas dapat merusak lapisan pelindung alami kulit.
Baca juga: Mandi Pagi Pakai Air Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Memulai Hari?
“Selain menghindari suhu yang sangat panas, saya sarankan gunakan suhu apa pun yang terasa paling nyaman,” ujar dokter kulit Jessica Krant, dikutip dari Today, Selasa (31/3/2026).
Bagaimana Cara Mandi yang Benar?
1. Tidak perlu mandi terlalu sering
Frekuensi mandi sebenarnya tidak memiliki aturan baku dan sangat bergantung pada aktivitas sehari-hari.
Jika seseorang tidak banyak berkeringat atau beraktivitas fisik berat, mandi tidak selalu harus dilakukan setiap hari.
Namun, menjaga kebersihan tetap penting untuk mencegah bau badan maupun infeksi kulit. Dalam kondisi tertentu, seperti setelah berolahraga, mandi tetap diperlukan.
“Pada kondisi tertentu, mandi dua kali sehari boleh saja, tetapi sebaiknya dilakukan dalam waktu singkat,” ucap Krant.
Baca juga: Berapa Kali Mandi dalam Sehari yang Ideal Saat Cuaca Panas? Ini Kata Dokter
2. Batasi durasi mandi
Mandi terlalu lama dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapan alaminya.
Paparan air yang berkepanjangan membuat lapisan pelindung kulit menjadi lebih mudah rusak, terutama jika menggunakan sabun atau pembersih.
Selain itu, durasi mandi yang panjang juga dapat membuat bahan pembersih bekerja lebih keras dan berpotensi menimbulkan iritasi.
“Makin singkat durasi mandi, makin baik untuk kesehatan kulit,” kata dokter kulit Lauren Ploch. Ia menyarankan durasi sekitar lima menit, khususnya bagi pemilik kulit kering.
3. Gunakan air bersuhu hangat
Air yang terlalu panas memang terasa nyaman, tetapi dapat menghilangkan minyak alami kulit yang berfungsi menjaga kelembapan. Akibatnya, kulit menjadi lebih kering dan rentan iritasi.
Maka dari itu, disarankan menggunakan air hangat atau suam-suam kuku saat mandi. Selain lebih aman untuk kulit, suhu ini juga tetap memberikan efek relaksasi bagi tubuh.
Baca juga: Rahasia Pertumbuhan Rambut Sehat dengan Teknik Keramas ala Jepang
4. Hindari terlalu sering keramas
Rambut tidak perlu dicuci setiap kali mandi karena secara alami tidak membutuhkan pembersihan sesering kulit tubuh.
Terlalu sering keramas justru dapat membuat rambut kehilangan minyak alami sehingga menjadi kering dan rapuh.
Hal ini terutama berlaku bagi pemilik rambut diwarnai atau beruban, yang cenderung lebih kering dibandingkan jenis rambut lainnya.
5. Tetap jaga kebersihan kulit kepala
Meski tidak perlu terlalu sering, mencuci rambut tetap penting untuk menjaga kesehatan kulit kepala.
Mengurangi frekuensi keramas secara berlebihan justru dapat menyebabkan penumpukan minyak dan kotoran.
Kondisi ini dapat memicu ketombe, gatal, hingga kemerahan pada kulit kepala.
Baca juga: 9 Manfaat Mandi Air Hangat Menurut Ahli, Bantu Meredakan Stres
6. Fokus pada area yang paling kotor
Tidak semua bagian tubuh memerlukan sabun setiap kali mandi, terutama jika mandi dilakukan dalam waktu singkat.
Namun, area seperti ketiak, selangkangan, dan kaki lebih rentan berkeringat dan menjadi tempat berkembangnya bakteri sehingga perlu dibersihkan lebih menyeluruh untuk menjaga kebersihan tubuh.
7. Gunakan pembersih yang lembut
Penggunaan sabun yang terlalu keras dapat menghilangkan minyak alami kulit dan menyebabkan kulit menjadi kering.
Sebagai alternatif, dokter menyarankan penggunaan pembersih yang lebih lembut atau cleanser yang mengandung pelembap.
Dokter kulit Doris Day menyebutkan bahwa pembersih jenis ini juga dapat membantu menjaga kelembapan kulit setelah mandi.
Baca juga: Ingin Lebih Semangat Kerja? Bernyanyilah Saat Mandi Pagi
8. Mulai dari bagian atas tubuh
Membersihkan tubuh dari atas ke bawah merupakan cara yang lebih efektif karena sabun dan kotoran akan mengalir mengikuti air.
Bagi orang yang memiliki kulit sensitif atau rentan berjerawat, urutan ini juga penting untuk mencegah iritasi.
Ploch merekomendasikan untuk membersihkan wajah, dada, dan punggung setelah menggunakan kondisioner agar sisa produk tidak menyumbat pori-pori.
9. Mencukur di akhir mandi
Mencukur sebaiknya dilakukan di akhir mandi, ketika rambut sudah cukup lembap. Kondisi ini membuat rambut lebih mudah dipotong dan mengurangi risiko iritasi.
Namun, rambut tidak boleh terlalu lama terpapar air panas karena dapat mengembang berlebihan dan meningkatkan risiko rambut tumbuh ke dalam setelah dicukur.
“Mencukur di akhir mandi membantu mengurangi risiko rambut tumbuh ke dalam,” kata Krant.
Baca juga: 5 Penyebab Kulit Sensitif Menurut Dokter, Mandi Air Panas Terlalu Lama
10. Keringkan tubuh dengan lembut
Setelah mandi, banyak orang menggosok tubuh dengan handuk, padahal cara ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
Sebaliknya, tubuh sebaiknya dikeringkan dengan cara ditepuk perlahan agar kulit tidak mengalami gesekan berlebih.
Cara ini juga membantu mempertahankan sedikit kelembapan pada kulit sebelum penggunaan pelembap.
11. Gunakan pelembap setelah mandi
Menggunakan pelembap setelah mandi merupakan langkah penting untuk menjaga kelembapan kulit.
Waktu terbaik untuk mengaplikasikannya adalah dalam beberapa menit setelah tubuh dikeringkan, saat kulit masih sedikit lembap.
“Gunakan pelembap dalam dua hingga tiga menit setelah mandi untuk mencegah kehilangan air pada kulit,” ujar Day.
Kebiasaan ini dapat membantu menjaga kulit tetap lembap, halus, dan sehat, terutama bagi pemilik kulit kering.
Tag: #cara #mandi #yang #benar #untuk #menjaga #kesehatan #kulit #menurut #dokter