Ahmad Dhani Sempat Ingin Sang Cucu Lahir Jumat Kliwon, Apa Istimewanya?
Ahmad Dhani jenguk Al Ghazali dan Alyssa Daguise di JWCC, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).(KOMPAS.com/Ady Prawira Riandi )
16:50
13 Mei 2026

Ahmad Dhani Sempat Ingin Sang Cucu Lahir Jumat Kliwon, Apa Istimewanya?

Keinginan Ahmad Dhani agar sang cucu pertama lahir pada Jumat Kliwon sempat menjadi sorotan publik.

Dalam sebuah pernyataan, Dhani mengaku berharap anak dari Al Ghazali dan Alyssa Daguise itu lahir pada hari yang dianggap istimewa dalam tradisi Jawa tersebut.

"Dari bukaan satu cukup lama, ya. Makanya saya berharap Jumat Kliwon, ternyata lebih. Saya pikir bisa Jumat Kliwon," kata Dhani saat ditemui Kompas.com Hype di JWCC, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).

Namun, Alyssa enggan diinduksi sehingga putri pertama Al Ghazali itu lahir di hari Minggu.

"Alyssa enggak mau diinduksi. Kalau saya sih maunya diinduksi biar Jumat Kliwon," ujar Ahmad Dhani.

"Iya, Jumat Kliwon kan bagus. Itu weton istimewa itu. Sama kayak weton saya," tambah Ahmad Dhani.

Lalu, apa sebenarnya keistimewaan weton Jumat Kliwon?

Baca juga: Belajar dari Kasus Anak Ahmad Dhani, Ini Dampak Cyber Bullying pada Anak

Makna weton Jumat Kliwon

Pakar weton dari Clinic Clenic, Nala, menyebut bagi sebagian masyarakat Jawa, Jumat Kliwon memang memiliki makna khusus.

Hari ini kerap dikaitkan dengan nilai spiritual, keseimbangan, hingga simbol “hari poros” dalam penanggalan Jawa.

Namun, ia juga menegaskan bahwa weton tidak selalu berkaitan dengan hal mistis atau klenik seperti yang sering dipahami masyarakat modern.

Menurutnya, weton pada dasarnya merupakan penanda waktu kelahiran seseorang dalam tradisi Jawa. Konsep ini lahir dari cara masyarakat Jawa kuno membaca siklus waktu dan peredaran kosmik.

“Weton itu artinya keluaran, jadi sebenarnya penanda waktu ketika bayi lahir,” ujar Nala saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, Jumat Kliwon dianggap istimewa karena merupakan pertemuan antara Jumat dan Kliwon yang sama-sama dipercaya sebagai “pusat” dalam sistem penanggalan Jawa.

“Jumat itu dianggap pusat, Kliwon juga dianggap pusat. Karena itu Jumat Kliwon mendapatkan pengkhususan,” katanya.

Baca juga: Sering Dikaitkan dengan Malam 1 Suro, Apa Itu Weton Tulang Wangi?

Setiap hari punya kekhasan

Meski Jumat Kliwon sering dianggap paling sakral, Nala menuturkan bahwa pada dasarnya setiap hari dalam tradisi Jawa memiliki karakter dan keistimewaan tersendiri.

“Setiap hari bagi orang Jawa itu ada pengkhususan tertentu, ada kekhasannya masing-masing,” ujar dia.

Karena itulah, weton tidak semata-mata dipahami sebagai ramalan atau sesuatu yang bersifat mistis.

Dalam budaya Jawa, weton lebih dekat dengan cara masyarakat terdahulu memahami keteraturan alam dan waktu.

Baca juga: Gaya Busana Keluarga Ahmad Dhani di Pernikahan El Rumi-Syifa Hadju

Berasal dari perhitungan kosmik

Nala mengatakan, sistem weton justru lahir dari pengamatan masyarakat Jawa terhadap peredaran benda-benda langit pada masa lampau.

Menurut dia, hal itu membuat perhitungan weton memiliki unsur pengetahuan astronomi tradisional.

“Perhitungan itu sebenarnya sangat sains karena berkaitan dengan kosmik kecil. Jadi, cara orang Jawa menghitung hari di masa lampau itu berdasarkan peredaran benda-benda langit,” jelasnya.

Ia pun menegaskan bahwa weton tidak selalu identik dengan praktik klenik seperti anggapan sebagian orang saat ini.

“Jadi weton tidak selalu berurusan dengan klenik,” kata Nala.

Di tengah kehidupan modern, kepercayaan terhadap weton memang masih bertahan di sebagian masyarakat Indonesia, khususnya Jawa.

Tidak sedikit orang yang masih mempertimbangkan weton untuk menentukan hari pernikahan, pindah rumah, hingga kelahiran anak sebagai bagian dari tradisi budaya keluarga.

Tag:  #ahmad #dhani #sempat #ingin #sang #cucu #lahir #jumat #kliwon #istimewanya

KOMENTAR