Cara Aman Anak Tetap Kreatif di Media Sosial Menurut Psikolog
Kreativitas anak kini semakin mudah tersalurkan lewat media sosial. Banyak anak memanfaatkan platform digital untuk menunjukkan bakat menggambar, menari, menyanyi, hingga membuat konten edukatif.
Namun, di tengah peluang tersebut, keamanan anak di ruang digital tetap menjadi perhatian utama.
Anak Tetap Bisa Berkarya dengan Pendampingan Orangtua
Psikolog anak dan keluarga lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Sani B. Hermawan, menilai anak usia di bawah 16 tahun tetap dapat berkarya di media sosial, tetapi sebaiknya tidak menggunakan akun pribadi.
"Ya kenapa enggak berkolaborasi dengan orangtua? Anak boleh kok dengan orangtua berkolaborasi dengan tetap anak bisa berselancar media sosial, bisa punya panggung, tapi tadi bukan akun pribadi. Jadi tidak memangkas kreativitas anak, meningkatkan potensi anak melalui media sosial," kata Sani dikutip dari ANTARA, Rabu (1/4/2026).
Menurut Sani, anak dapat tetap aktif membuat konten dengan melibatkan orang tua sebagai pendamping sekaligus pemilik akun.
Pendekatan ini dinilai lebih aman karena orang tua dapat mengawasi interaksi digital yang terjadi sekaligus melindungi anak dari risiko yang mungkin muncul.
Ia menjelaskan, kolaborasi antara anak dan orangtua justru bisa menjadi cara agar kreativitas tetap berkembang tanpa mengabaikan aspek perlindungan.
Anak masih memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan, sementara orang tua memastikan konten yang dibagikan tetap sesuai usia dan aman untuk dikonsumsi publik.
Baca juga: 5 Cara Meredakan Tech Neck, Nyeri Leher dan Bahu akibat Penggunaan Gadget
Aturan Digital untuk Melindungi Anak
Pandangan tersebut sejalan dengan hadirnya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS, yang membatasi akses platform digital bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Aturan ini menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dalam aktivitas digital anak.
Bukan berarti anak sepenuhnya dijauhkan dari teknologi, tetapi penggunaan media sosial perlu dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat.
Langkah Aman Agar Anak Tetap Kreatif di Media Sosial
Dalam praktiknya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua agar anak tetap aman sekaligus kreatif di media sosial.
Pertama, orang tua perlu mendampingi proses pembuatan konten sejak awal.
Anak dapat diajak berdiskusi mengenai ide konten, pesan yang ingin disampaikan, hingga siapa saja yang akan melihat unggahan tersebut.
Dengan cara ini, anak belajar bahwa media sosial bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga ruang publik yang memiliki konsekuensi.
Kedua, penggunaan akun milik orang tua dapat menjadi solusi agar kontrol tetap terjaga.
Orangtua bisa memantau komentar, pesan masuk, dan interaksi yang terjadi setelah konten dipublikasikan.
Langkah ini membantu mencegah anak terpapar komentar negatif atau komunikasi yang tidak sesuai.
Ketiga, penting untuk membatasi informasi pribadi yang muncul dalam konten. Nama lengkap, alamat rumah, sekolah, jadwal harian, atau lokasi yang terlalu spesifik sebaiknya tidak ditampilkan demi menjaga privasi anak.
Baca juga: Menkomdigi Meutya Ingatkan Anak Tak Boleh Sembarangan Akses Platform Digital Berdasarkan PP Tunas
Ilustrasi anak main gadget.
Pentingnya Waktu Berkualitas di Luar Layar
Selain itu, Sani juga menekankan bahwa waktu bersama orangtua di luar layar tetap memiliki peran besar dalam perkembangan anak.
Kehadiran orang tua secara langsung membantu anak membangun hubungan emosional yang sehat dan tidak bergantung sepenuhnya pada validasi dari media sosial.
Aktivitas sederhana seperti bermain bersama, membaca buku, atau mengembangkan hobi di rumah dinilai dapat memperkuat kemampuan sosial dan kognitif anak.
Pengalaman tersebut juga membantu anak memahami bahwa kreativitas tidak selalu harus bergantung pada respons digital.
Mengenalkan Etika Digital Sejak Dini
Di sisi lain, orangtua juga perlu mengenalkan etika digital sejak dini. Anak dapat diajarkan untuk memahami batasan dalam berkomentar, menghargai karya orang lain, dan menyadari bahwa jejak digital dapat bertahan lama.
Dengan pendampingan yang tepat, media sosial tetap dapat menjadi ruang belajar yang positif bagi anak.
Kreativitas tetap tumbuh, tetapi perlindungan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama di tengah perkembangan dunia digital yang semakin cepat
Tag: #cara #aman #anak #tetap #kreatif #media #sosial #menurut #psikolog