Cara Mulai Latihan Kekuatan di Usia 40-an, Ini Saran Pelatih Kebugaran
Ilustrasi olahraga. Pelatih kebugaran membagikan cara sederhana memulai latihan kekuatan di usia paruh baya agar tubuh tetap kuat dan sehat.(Google Gemini AI)
19:35
5 April 2026

Cara Mulai Latihan Kekuatan di Usia 40-an, Ini Saran Pelatih Kebugaran

Latihan kekuatan dapat menjadi kunci menjaga tubuh tetap sehat dan bugar seiring bertambahnya usia, terutama ketika mulai muncul keluhan seperti nyeri sendi, berkurangnya mobilitas, hingga penurunan kekuatan otot.

Pelatih kebugaran Patricia Greaves menyebut, memulai latihan kekuatan di usia paruh baya bukan sekadar olahraga, tetapi investasi jangka panjang bagi kesehatan tubuh.

“Latihan kekuatan di usia paruh baya adalah investasi untuk kesehatan jangka panjang,” ujar Greaves, seperti dikutip dari Women's Health (4/4/2026).

Baca juga: Olahraga untuk Diet Tak Harus Berat, Ahli Tekankan Pentingnya Konsistensi

Tubuh berubah, latihan juga perlu disesuaikan

Seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami mengalami penurunan massa otot dan kepadatan tulang, bahkan sejak usia 30-an.

Tanpa latihan, kondisi ini dapat berdampak pada kekuatan, stabilitas, mobilitas, hingga daya tahan tubuh secara keseluruhan.

Greaves menjelaskan bahwa perubahan tersebut membuat pendekatan latihan tidak bisa disamakan dengan saat usia muda, sehingga perlu dilakukan secara bertahap dan terukur.

Latihan kekuatan yang konsisten dapat membantu membangun otot, memperkuat tulang, serta menjaga kemandirian tubuh dalam jangka panjang.

Baca juga: Latihan Beban Ternyata Sama Pentingnya dengan Kardio saat Diet, Ini Penjelasannya

Mulai dari beban ringan dan fokus pada teknik

Ilustrasi olahraga. Pelatih kebugaran membagikan cara sederhana memulai latihan kekuatan di usia paruh baya agar tubuh tetap kuat dan sehat.Freepik/aleksandarlittlewolf Ilustrasi olahraga. Pelatih kebugaran membagikan cara sederhana memulai latihan kekuatan di usia paruh baya agar tubuh tetap kuat dan sehat.

Greaves menyarankan pemula untuk memulai dengan beban yang lebih ringan dari yang dibayangkan.

Menurutnya, tahap awal bukan untuk membuktikan kekuatan, melainkan mempelajari pola gerakan yang benar agar tubuh beradaptasi secara aman.

Latihan dapat dimulai dari berat tubuh sendiri atau menggunakan dumbbell ringan, sekitar 1–1,5 kilogram untuk tubuh bagian atas dan 2–4 kilogram untuk bagian bawah.

Seiring waktu, beban dapat ditingkatkan secara bertahap ketika tubuh sudah mampu melakukan 10 hingga 12 repetisi dengan teknik yang baik.

Pendekatan ini dikenal sebagai progressive overload, yaitu meningkatkan tantangan latihan secara perlahan agar kekuatan terus berkembang.

Baca juga: Cara Diet Ini Terbukti Lebih Efektif, Kuncinya Konsisten dan Menu Sederhana

Jaga rutinitas tetap sederhana dan konsisten

Greaves menekankan pentingnya membangun rutinitas yang realistis dan mudah dijalankan.

Ia menyarankan untuk memulai dengan tiga sesi latihan per minggu, masing-masing berdurasi sekitar 30 menit, yang terdiri dari latihan tubuh bagian bawah, bagian atas, dan seluruh tubuh.

Namun, jika terasa terlalu berat, dua sesi latihan per minggu juga tetap dapat memberikan manfaat.

Dalam satu sesi, cukup lakukan tiga jenis gerakan dengan tiga set masing-masing 10 hingga 12 repetisi.

Latihan yang melibatkan banyak kelompok otot sekaligus, seperti squat, deadlift, push-up, dan overhead press, dinilai lebih efektif untuk meningkatkan kekuatan secara keseluruhan.

Baca juga: Tanpa Gym dan Tanpa Diet Ekstrem, Wanita Ini Berhasil Turun 27 Kg

Istirahat dan nutrisi sama pentingnya

Selain latihan, Greaves menegaskan bahwa pemulihan memiliki peran penting dalam membangun kekuatan.

Ia menyarankan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam agar tubuh dapat memperbaiki dan membangun otot secara optimal.

Pada hari tanpa latihan, aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau peregangan dapat membantu menjaga sirkulasi dan mempercepat pemulihan.

Asupan nutrisi juga perlu diperhatikan, terutama protein dan serat yang mendukung pembentukan otot serta kesehatan pencernaan.

Greaves merekomendasikan konsumsi sekitar 20 hingga 30 gram protein dalam setiap waktu makan, yang bisa diperoleh dari telur, ayam, ikan, tahu, atau yogurt.

Baca juga: Studi Ungkap AI Bisa Memberi Saran Diet yang Tidak Tepat untuk Remaja

Kunci utama adalah konsistensi

Greaves menegaskan bahwa latihan kekuatan tidak harus dilakukan secara ekstrem atau sempurna untuk mendapatkan hasil.

Menurutnya, yang terpenting adalah memulai dengan cara yang tepat, menjalani rutinitas secara konsisten, dan menyesuaikan latihan dengan kondisi tubuh masing-masing.

“Mendengarkan tubuh dan memahami batasan adalah kunci untuk tetap konsisten dan terus berkembang,” ujar Greaves.

Memulai latihan kekuatan di usia paruh baya dapat dilakukan dengan langkah sederhana, mulai dari beban ringan, rutinitas yang realistis, hingga menjaga pola istirahat dan nutrisi.

Dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, latihan ini tidak hanya membantu meningkatkan kekuatan, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Baca juga: Turun 13 Kg Lewat Diet, Gilang Termotivasi Saat Kaos Lama Muat Lagi

Tag:  #cara #mulai #latihan #kekuatan #usia #saran #pelatih #kebugaran

KOMENTAR