Beda Pendidikan Donald Trump vs Paus Leo XIV yang Bersitegang
Donald Trump dan Paus Leo XIV (Ist)
13:44
17 April 2026

Beda Pendidikan Donald Trump vs Paus Leo XIV yang Bersitegang

Presiden AS Donald Trump masih bersitegang dengan Paus Leo XIV selama beberapa hari terakhir ini terkait peperangan yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Paus Leo XIV menyerukan untuk memilih perdamaian daripada mengedepankan kekuasaan yang berujung peperangan.

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut mengatakan bahwa ia mempunyai kewajiban moral dalam menentang perang serta menyebut ancaman Trump untuk menyerang peradaban Iran tidak dapat diterima.

Sikap Paus Leo yang cenderung mengedepankan perdamaian, sempat menjadi bulan-bulanan Trump hingga menyebut Paus “lemah” dan “salah”.

Bahkan, yang terbaru Trump berbicara pada wartawan di Gedung Putih pada, Kamis 16 April 2026. Pernyataannya malah mengajari Paus Leo tentang perang di Iran, termasuk bahwa Iran tidak boleh mempunyai senjata nuklir.

“Paus harus memahami bahwa Iran telah membunuh lebih dari 42.000 orang selama beberapa bulan terakhir. Mereka adalah demonstran yang sama sekali tidak bersenjata. Paus harus memahami itu. Inilah dunia nyata, dunia yang kejam,” ucap Trump.

“Paus harus mengerti, ini sangat sederhana, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Dunia akan berada dalam bahaya besar,” ujarnya.

Karakteristik berbeda dalam menghadapi konflik global antara Trump dan Paus Leo, sedikit banyak dipengaruhi latar belakang pendidikan yang ditempuh kedua tokoh besar tersebut.

Artikel ini akan mengulas singkat tentang latar belakang pendidikan Donald Trump dan Paus Leo XIV.

Profil Pendidikan Donald Trump

Pendidikan Trump lebih fokus pada disiplin militer dan manajemen bisnis. Mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak sampai SMP, ia bersekolah di sekolah swasta Pantai Timur yang bernama Kew Forest School.

Akan tetapi, sebab perilaku Trump yang berbeda dari kebanyakan anak seusianya. Maka saat usia 12 tahun orang tua Presiden AS ini mengirimnya bersekolah di Akademi Militer New York.

Sekolah tersebut merupakan asrama swasta yang berada di bagian utara New York. Melansir informasi dari Best Colleges, selama setahun terakhirnya menempuh pendidikan di sana, Trump mendapat promosi sebagai kapten.

Setelah lulus dari Akademi Militer New York, ia mendaftar kuliah di Universitas Fordham, sebuah Universitas Jesuit dan Katolik di Bronx pada tahun 1964-1966.

Setelah dua tahun di Universitas Fordham, Trump lalu pindah ke University of Pennsylvania di Philadelphia. Ia memutuskan pindah ke lembaga pendidikan bernama The Wharton School, berhasil meraih gelar Sarjana Sains dan Ekonomi.

Pasca lulus meraih gelar sarjana, Trump langsung membantu bisnis ayahnya. Bahkan, secara langsung ia menjadi ahli waris serta pengganti bisnis orang tuanya.

Profil Pendidikan Paus Leo XIV

Paus Leo XIV mempunyai latar belakang pendidikan kuat dalam disiplin ilmu sains, teologi, dan hukum gereja.

Ia menempuh pendidikan dasar di dekat Riverdale, sebagai anak yang tumbuh pada keluarga katolik yang sangat taat. Paus Leo tumbuh di Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga di Riverdale, ia aktif menyanyi dalam paduan suara anak-anak serta aktif bertugas sebagai misdinar.

Sejak masih usia anak-anak atau jenjang sekolah dasar, Paus Leo XIV memang sudah bercita-cita jadi imam. Saat berada di rumah, ia bersama teman-temannya, kedua kakaknya yaitu Louis Martin dan John Joseph serin main misa-misa-an, yang mana Paus Leo selalu ambil peran sebagai pastor.

Setelah lulus dari pendidikan dasar, ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas Seminari Menengah Santo Agustinus di Saugatuck, Michigan Amerika Serikat pada tahun 1969

Saat itu, ia bergabung dengan Ordo Santo Agustinus. Sehingga jarang pulang ke rumah dan kumpul keluarga.

Selama menempuh pendidikan di Seminari, ia sering mendapat surat pujian karena unggul dalam akademis, masuk daftar kehormatan sekolah dan pemimpin redaksi buku tahunan.

Pada tahun 1973, pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia ini berhasil menyelesaikan pendidikan menengah, lalu lanjut ke jenjang pendidikan tinggi di Universitas Villanova Pennsylvania, mengambil jurusan Matematika dan Filsafat, hingga berhasil meraih gelar Sarjana Sains pada tahun 1977.

Selama menempuh pendidikan di universitas, ia aktif sebagai senat mahasiswa, sekretaris dewan mahasiswa, berpartisipasi dalam pelatihan pidato dan debat.

Pasca lulus sarjana, ia masuk Novisiat Ordo Santo Agustinus (OSA) pada 1 September 1977. Ia mengucap kaul pertama pada 2 September 1978, tiga tahun kemudian Paus Leo XIV mengucapkan kaul kekal.

Pada tahun 1979, ia sempat belajar Teologi di Catholic Theological Union Chicago lalu selesai study tahun 1981.

Selanjutnya, ia dikirim untuk menempuh pendidikan hukum kanonik di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas Roma. Selama masa belajar tersebut, ia ditahbiskan sebagai imam tepatnya 19 Juni 1982.

Dua tahun berselang, ia dinyatakan lulus serta menerima licenciat Hukum Kanonik tahun 1984, lalu tahun 1987 berhasil meraih gelar Doktor Hukum Kanonik.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Editor: Ruth Meliana

Tag:  #beda #pendidikan #donald #trump #paus #yang #bersitegang

KOMENTAR