Penyebab Nyeri Tulang Kering yang Sering Dialami Pelari Menurut Dokter
Ilustrasi lari. Dokter olahraga dr. Risky Dwi Rahayu menjelaskan bahwa lari saat puasa tetap aman dilakukan selama waktu latihan, intensitas, dan kebutuhan cairan diperhatikan dengan baik.(FREEPIK)
13:05
18 April 2026

Penyebab Nyeri Tulang Kering yang Sering Dialami Pelari Menurut Dokter

– Nyeri di bagian tulang kering kerap dialami oleh pelari, terutama pemula. Kondisi ini dikenal sebagai shin splint dan sering muncul saat seseorang mulai meningkatkan intensitas latihan.

Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Zeth Boroh, Sp.KO, ALK menjelaskan bahwa shin splint merupakan cedera pada otot di sekitar tulang kering yang umumnya dipicu oleh peradangan.

“Prinsipnya shin splint itu adalah cedera pada otot di daerah tulang kering. Biasanya karena inflamasi akibat overuse,” jelasnya saat ditemui setelah acara peluncuran Thrombovoren Emulgel di Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Jangan Sepelekan, Ketahui Penyebab Cedera Saat Lari dan Cara Mencegahnya

Latihan Berlebihan Picu Shin Splint

Menurut dr. Zeth, salah satu penyebab utama shin splint adalah peningkatan intensitas latihan secara tiba-tiba tanpa adaptasi yang cukup.

Banyak pelari, terutama pemula, langsung menambah jarak atau durasi lari dalam waktu singkat.

Padahal, peningkatan beban yang terlalu cepat dapat membuat otot bekerja lebih keras dari biasanya.

“Kebanyakan karena dosis latihan meningkat. Pembebanan di tulang kering juga ikut naik, akhirnya terjadi overuse dan inflamasi,” ujarnya.

Kondisi ini membuat otot di sekitar tulang kering mengalami tekanan berulang yang akhirnya memicu nyeri.

Hindari Ikut Pace Orang Lain

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengikuti pola latihan atau kecepatan (pace) orang lain yang sudah lebih berpengalaman.

Padahal, setiap orang memiliki kemampuan dan kondisi tubuh yang berbeda.

Menurut dr. Zeth, memaksakan diri mengikuti ritme orang lain justru dapat meningkatkan risiko cedera.

“Orang baru mulai lari harus kenal diri. Jangan langsung ikut pace yang sudah tahunan lari,” jelasnya.

Latihan yang dilakukan secara bertahap akan membantu tubuh beradaptasi dan mengurangi tekanan berlebih pada otot.

Baca juga: Salah Pilih Sepatu Lari Bisa Picu Cedera, Ini Cara Memilih yang Tepat

Kurang Recovery

Selain intensitas latihan, waktu pemulihan juga menjadi faktor penting yang sering diabaikan.

Dr. Zeth mengatakan bahwa saat ini banyak pelari yang terlalu sering mengikuti lomba atau berlatih hampir setiap hari tanpa jeda yang cukup.

Padahal, otot membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memperbaiki diri setelah digunakan.

“Banyak yang ikut race terus, latihannya hampir setiap hari. Tidak ada recovery, akhirnya terjadi overtraining,” ujarnya.

Kondisi ini membuat tubuh tidak memiliki kesempatan untuk pulih sehingga risiko cedera, termasuk shin splint, menjadi lebih tinggi.

Perlu Penanganan, Tidak Bisa Diabaikan

Jika sudah mengalami shin splint, kondisi ini tidak sebaiknya diabaikan.

Menurut dr. Zeth, meskipun tubuh memiliki kemampuan untuk pulih secara alami, proses tersebut bisa memakan waktu lebih lama tanpa penanganan.

Maka dari itu, diperlukan langkah untuk membantu mempercepat pemulihan.

“Tubuh kita memang punya self healing, tapi prosesnya lama. Terapi membantu supaya pemulihan lebih cepat,” jelasnya.

Baca juga: Bolehkah Lari Setiap Hari untuk Kesehatan? Ini Penjelasan Ahli

Mulai dari Penanganan Sederhana

Penanganan awal shin splint dapat dilakukan dengan metode sederhana, salah satunya RICE (rest, ice, compression, dan elevation).

Istirahat menjadi langkah utama untuk mengurangi beban pada otot yang cedera.

Selain itu, kompres es dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan, sementara kompresi dan elevasi membantu mengurangi pembengkakan.

Dalam beberapa kasus, penanganan juga dapat dibantu dengan penggunaan obat, baik oles maupun minum, serta fisioterapi.

“Bisa dibantu dengan obat, fisioterapi, bahkan massage untuk mempercepat pemulihan,” saran dr. Zeth.

Dengan penanganan yang tepat, pelari dapat kembali berolahraga lebih cepat tanpa memperparah kondisi cedera.

Tag:  #penyebab #nyeri #tulang #kering #yang #sering #dialami #pelari #menurut #dokter

KOMENTAR