7 Tips Orangtua Membangun Self-Esteem Anak Perempuan
Ilustrasi(FREEPIK)
18:35
21 April 2026

7 Tips Orangtua Membangun Self-Esteem Anak Perempuan

Membesarkan anak perempuan agar tumbuh jadi anak yang tangguh tidak bisa dilepaskan dari bagaimana ia memandang dirinya sendiri sejak kecil.

Self-esteem atau penghargaan diri menjadi salah satu fondasi penting yang perlu ditanamkan orangtua agar anak mampu menghadapi berbagai tekanan sosial di masa depan.

Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Farraas Afiefah Muhdiar, M.Sc., M.Psi., Psikolog menjelaskan, pembentukan self-esteem dimulai dari konsep diri yang berkembang sejak usia dini.

Simak beberapa cara membangun self-esteem anak perempuan agar tumbuh tangguh.

Baca juga: Membangun Self-Esteem Anak Perempuan agar Tangguh Sejak Dini

7 Cara membangun self-esteem anak perempuan

1. Bangun konsep diri positif sejak dini

Farraas menjelaskan, anak mulai membentuk konsep diri sejak usia balita. Pada tahap ini, apa yang anak dengar dari lingkungan terdekat, terutama orangtua, akan membentuk cara ia menilai dirinya sendiri.

“Kalau self-esteem anak positif, self-concept-nya juga harus positif. Maka, hati-hati menggunakan kalimat-kalimat untuk mendeskripsikan anak,” kata Farraas saat diwawancarai Kompas.com, Senin (20/4/2026).

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memastikan bahwa anak sering mendengar hal-hal positif tentang dirinya.

Hal ini akan menjadi dasar bagi terbentuknya rasa percaya dan penghargaan terhadap diri sendiri.

Ilustrasi remaja. Dok. SHUTTERSTOCK Ilustrasi remaja.

2. Gunakan pujian yang berfokus pada proses

Menurut Farraas, cara memberikan pujian juga perlu diperhatikan. Pujian yang hanya menyoroti hasil atau label tertentu dinilai kurang efektif dalam membangun self-esteem jangka panjang.

“Usahakan kita menggunakan kalimat-kalimat yang sifatnya proses. Bukan cuma sekedar bilang cantik atau pinter, tapi bisa dengan ‘dia peduli akan kebersihan’, itu lebih menunjukkan ke proses,” ujarnya.

Orangtua dapat menekankan pada usaha dan sikap anak, seperti ketelitian, kemauan untuk mencoba, atau kebiasaan berbagi. Dengan begitu, anak belajar menghargai proses yang ia lakukan, bukan sekadar hasil akhir.

Baca juga: 90 Kata-kata Hari Kartini yang Relatable untuk Perempuan Masa Kini

3. Biasakan anak mendengar afirmasi positif setiap hari

Selain pujian berbasis proses, anak juga perlu secara konsisten mendengar kalimat positif yang menggambarkan dirinya. Hal ini penting untuk memperkuat citra diri yang sehat.

Anak perlu mendengar bahwa dirinya adalah pribadi yang suka membantu, peduli, dan memiliki niat baik.

Pengulangan afirmasi seperti ini akan tertanam dalam pikiran anak dan membentuk keyakinan positif terhadap dirinya.

Kebiasaan sederhana ini sering kali dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar dalam membangun kepercayaan diri dan ketahanan mental anak perempuan.

4. Fokus pada perilaku saat anak gagal

Farraas menekankan bahwa momen kegagalan menjadi waktu penting bagi orangtua untuk membentuk self-esteem anak. Cara orangtua merespons kegagalan akan menentukan bagaimana anak memaknai dirinya.

“Ketika anak mengalami kegagalan, pastikan orangtua juga berfokus pada perilakunya bukan pada labelnya,” jelasnya.

Alih-alih memberikan label negatif, orangtua disarankan untuk membantu anak memahami apa yang bisa diperbaiki.

Pendekatan ini membuat anak melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai cerminan nilai dirinya.

5. Hindari memberikan label negatif

Pemberian label negatif dapat merusak self-esteem anak dalam jangka panjang. Farraas mengingatkan agar orangtua lebih bijak dalam memilih kata.

“Jangan bilang anak payah, tapi berikan kalimat yang membuat anak sadar apa yang harus diperbaiki selanjutnya. Dibandingkan melabeli anak tidak sabaran, lebih baik bilang kalau dia masih perlu belajar menunggu,” imbau dia.

Dengan pendekatan ini, anak tetap mendapatkan arahan tanpa merasa direndahkan. Hal ini membantu anak tetap percaya pada dirinya meskipun sedang melakukan kesalahan.

6. Orangtua menjadi contoh dalam memandang diri

Farraas juga menyoroti, anak perempuan belajar bukan hanya dari apa yang dikatakan orangtua, tetapi juga dari bagaimana orangtua, terutama ibu, memandang dirinya sendiri.

“Untuk anak perempuan, bagaimana ibu membahasakan atau menggambarkan dirinya sendiri itu juga ngaruh banget.. Jadi bukan cuma ibu berbicara dengan anak perempuan tapi ibu menggambarkan dirinya,” jelasnya.

Sikap ibu terhadap diri sendiri akan menjadi cermin bagi anak dalam membentuk self-esteem-nya.

7. Bangun lingkungan keluarga yang sehat

Selain itu, dinamika hubungan dalam keluarga turut berperan besar dalam membentuk self-esteem anak. Cara orangtua berinteraksi satu sama lain akan menjadi contoh langsung bagi anak.

“Lalu, bagaimana ibunya membangun relasi dengan orang lain, bagaimana bersikap ketika ada konflik rumah tangga, dan juga bagaimana ayahnya juga memperlakukan ibunya, itu semua berpengaruh,” ujar Farraas.

Lingkungan keluarga yang suportif dan penuh penghargaan akan membantu anak perempuan tumbuh dengan rasa percaya diri yang kuat serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan hidup.

Baca juga: Cerita 3 Perempuan tentang Strategi Memimpin di Tengah Krisis dan Perubahan

Tag:  #tips #orangtua #membangun #self #esteem #anak #perempuan

KOMENTAR